
Pagi ini setelah kepergian Rayhan kekantor, Eliza tampak murung dan merasa bingung dengan perasaannya. Ia ingin berkata jujur pada Rayhan dan kakaknya Reza tapi ia sudah terlanjur berjanji pada Baron Papanya.
Apa aku salah jika ingin menjadi anak yang berbakti pada papa.....aku tahu papa dulu berbuat kesalahan tapi apa aku tidak boleh memaafkannya.....
Eliza masih termenung berada di taman kecil depan rumahnya hingga ada sebuah kotak es krim terpampang jelas di depannya. "Kakak ipar....." Suara Hanna tiba-tiba memberikan kotak es krim itu pada Eliza.
"Hanna....." Kaget Eliza merasa senang dengan kedatangan Hanna. "Apa kamu ke sini dengan mama?" Tanya Eliza.
Hanna tersenyum kemudian ikut duduk di sebelah Eliza. "Mama tidak ikut kak, lagi ada acara arisan ibu-ibu di rumah" Jawab Hanna. "Dimakan kak, es krimnya" Pinta Hanna kemudian diangguki oleh Eliza. Eliza membuka kotak es krim itu yang terdapat berbagai varian rasa sesuai dengan kesukaannya.
"Kita makan sama-sama ya" Eliza memberikan sendok es krim pada Hanna karena ia tahu adik iparnya itu juga pecinta es krim.
Hanna mengambil sendok pemberian Eliza dan keduanya makan es krim bersama. "Hanna tadi sengaja datang kesini karena di suruh sama kak Ray untuk nemenin kakak ipar" Ujar Hanna jujur. Eliza menatap pada adik iparnya itu. "Kak Ray sangat menyayangi kakak ipar" Hanna menelan es krim yang berada di mulutnya kemudian menghela nafas. "Kakak ipar jangan pernah tinggalin kak Ray ya......karena jika itu terjadi kak Ray bisa tiada" Ucap Hanna serius membalas tatapan Eliza.
Eliza tersenyum pada Hanna. "Tentu saja tidak Hanna" Eliza mengusap lembut sudut bibir Hanna yang terdapat sisa es krim. Ia sungguh berada dalam dilema.
Apa aku bilang saja sama kak Reza..... pikir Eliza sejenak......
Yah benar aku akan menemui kak Reza dan berbicara jujur padanya.....pikir Eliza lagi.
Eliza sejenak membuka ponsel ingin menghubungi Reza kakaknya tapi teralih saat ia melihat sebuat story di sosmed yang membuatnya menelan ludah tiba-tiba ingin makan jajanan itu yang saat ini lagi viral.
"Ada apa kak?" Tanya Hanna melihat Eliza berbinar menatap sebuah foto makanan di ponselnya. "Apa kakak lagi ngidam pengen makan itu" Tanya Hanna dan Eliza mengangguk.
"Kakak tiba-tiba saja ingin sekali makan ini Hanna" Eliza menunjukkan layar ponselnya pada Hanna agar lebih jelas.
__ADS_1
"Itu namanya corndog mozarella, di mall udah banyak menu itu kak. Apa sekarang kita ke mall sekalian jalan-jalan" Ajak Hanna tiba-tiba.
Eliza tersenyum berbinar. "hmmm.....ayo" Eliza beranjak tapi seketika ia teringat dengan suaminya Rayhan. "Tapi apa kak Ray ngijinin" Ucap Eliza menoleh pada Hanna dengan lemas.
"Kakak tenang saja, Hanna akan minta ijin sama kak Ray" Hanna mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Rayhan. "Baiklah kak, iya Hanna mengerti" Ucap Hanna memutus sambungannya dengan menghembuskan nafas kasar.
"Gimana Hanna? apa boleh?" Tanya Eliza penasaran.
"Tentu saja boleh kak tapi....." Ucap Hanna membuat Eliza mengeryit. "Kakak ipar harus hati-hati, tidak boleh lari-lari, tidak boleh jajan sembarangan terus....."
Eliza berdecak. "Kakakmu itu, apa dia pikir aku anak kecil" Gerutu Eliza membuat Hanna tertawa karena memang kakaknya Rayhan begitu posesif pada kakak iparnya.
"Satu lagi, kata kak Ray. Kakak ipar harus berhati-hati pada semua laki-laki" Ucap Hanna tertawa. Yah memang kakak iparnya itu sangat cantik, dirinya sebagai seorang perempuan saja begitu mengaggumi kecantikkan Eliza apalagi semua laki-laki maka tidak heran jika kakaknya itu begitu khawatir.
Sampai di Mall, Eliza dan Hanna tampak senang berjalan-jalan di dalamnya. "Kakak ipar duduk disini ya, biar Hanna pesenin corndog dulu" Ucap Hanna beranjak meninggalkan Eliza yang saat ini mereka sudah berada di sebuah resto yang ada di dalam mall itu.
Eliza duduk menunggu Hanna sembari memainkan ponselnya. "Wah.....wah kita lihat siapa ini" Sebuah suara yang tidak asing bagi Eliza membuatnya mendongak melihat asal suara itu. "Nyonya Rayhan Syarif alias seorang staf yang begitu pandai merayu pemilik perusahaan hingga dengan mudah jatuh keperangkapnya" Ucap wanita itu menyeringai pada wanita di sebelahnya.
"Mbak Erny, bu Yola apa kabar?" Tanya Eliza berusaha sopan tidak menanggapi ucapan pedas Erny. Erny dan Yola setelah di pecat Rayhan dari perusahaannya kini kedua wanita itu berkerja di perusahaan Ron bersama Randy.
"Kabar kami baik Eliza meskipun kami tak sepandai dirimu dalam merayu tuan Rayhan hingga kau menghasutnya agar memecat kami dari perusahaan" Sahut Yola siniz.
"Maaf sebelumnya bu Yola, mbak Erny. Jika kak Ray memecat kalian itu karena kalian terbukti memang bersalah menggelapkan laporan perusahaan." Ucap Eliza tersenyum. "Saya bukanlah orang yang suka menfitnah apalagi merayu kak Ray" Ucapan Eliza membuat Erny dan Yola emosi tidak bisa berkata karena memang benar mereka menggelapkan laporan perusahaan.
"Kau...." Teriak Erny.
__ADS_1
"Ada apa kakak ipar?" Tanya Hanna yang baru datang membawa makanan dan minuman yang ia pesan.
"Kakak ipar, jadi kamu adik dari tuan Rayhan syarif" Erny menyeringai. "Gadis manis kamu tahu kakak iparmu ini sungguh licik dia pandai merayu kakakmu hingga jatuh keperangkapnya dan memfitnah kami sampai kami di pecat dari perusahaan" Ucap Erny pada Hanna mencoba menghasut.
Hanna mengeryit kemudian tertawa mendengar ucapan Erny. " Tante salah, kakak ipar tidak pernah merayu kak Ray justru kak Ray yang mengejar-ngejar kakak ipar" Ucap Hanna enteng membuat Erny semakin emosi apalagi dirinya di panggil tante. "Dan lagi kakakku Rayhan Syarif tidak pernah bertidak tanpa ada bukti jadi kalau misal kedua tante ini di pecat dari perusahaan, itu pasti karena kalian terbukti bersalah" Usia Hanna memang masih remaja tapi ia sudah cukup dewasa untuk bisa menilai seseorang apalagi kakaknya Rayhan yang ia kenal sangat adil dan bijaksana pada semua pegawainya.
"Mbak Erny dan bu Yola, selama ini saya diam meskipun saya tahu kalian berdua membodohi saya dengan semua perkerjaan yang kalian berikan pada saya tapi saya tidak bisa diam atas semua kecurangan yang kalian lakukan di perusahaan kak Ray" Ujar Eliza. Erny Menyeringai emosi ia begitu membenci Eliza sedari awal bertemu, kemudian tiba-tiba ia mengambil air minum yang berada di meja dan....
Byuur......ia memyiram pada Eliza membuat Hanna terperanjak emosi melihat kakak iparnya di perlakukan seperti itu.
"Berani-beraninya kau melakukan itu pada Jolie ku......!!!!" Sebuah suara lantang dan keras mendekati di mana posisi mereka berada........
.
.
.
.
.
.
Bersambung.............
__ADS_1