Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 86


__ADS_3

"Jolie sayang, kau bicara dengan siapa?" Suara Ron terdengar dari balik pintu bersamaan dengan ketukan.


"Udah dulu ya kak, ada yang datang" Pamit Eliza pada Rayhan memutuskan sambungannya kemudian menyimpan ponselnya.


Ceklek....


"Paman, ada apa?" tanya Eliza berpura-pura saat membuka pintu melihat Ron yang berada di balik pintu.


"Jolie, kamu bicara dengan siapa?" Ron mengedarkan pandangannya ke dalam kamar Eliza.


"Apa maksud paman" Eliza berpura-pura tidak mengerti.


"Aku seperti mendengar kau sedang berbicara" Ron masih menyelidik.


"Paman, kepalaku memang sering sakit tapi kenapa paman tega mengira aku berbicara sendiri. Apa Paman mengira aku sudah gila" Eliza berpura-pura sedih dan marah. Melihat itu Ron menjadi tidak senang.


"Jolie, bukan begitu maksudku sayang" Ron memegang pundak Eliza. "mungkin saya salah dengar. Kamu jangan sedih ya, apalagi marah" Ron membelai rambut Eliza, membuat Eliza merasa risih apalagi saat tangan Ron sudah menakup wajahnya. Ingin rasanya menepis tangan itu.


Ron mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir Eliza tapi perlahan Eliza melepas tangan Ron dari wajahnya dan mendorong Ron untuk menjauhinya. "Paman, mau apa?" tanya Eliza membuat Ron tersenyum.


"Tentu saja ingin mencium mu sayang" Ucap Ron jujur yang memang begitu tergoda ingin mencium bibir gadis yang di cintainya itu.


"Paman tidak boleh mencium ku" Ujar Eliza membuat Ron menajamkan matanya menatap gadis yang di cintainya itu.


"Kenapa tidak boleh, kita kan saling mencintai sayang" Ron tahu kalau Eliza mencintai Rayhan. Tapi saat ini Ron ingin Eliza yang hilang ingatan bisa mencintainya agar suatu ketika jika ingatan Eliza kembali, dirinya sudah bisa menggantikan posisi Rayhan di hati Eliza.


"Tentu saja tidak boleh, kita ini bukan muhrim paman" Jawab Eliza polos. Ron tertawa lirih, ternyata itu yang menjadi alasan gadis yang di cintainya itu menolak ciumannya. Sungguh polos gadis ini. Guman Ron dalam hati.


"Sayang jika itu alasannya, aku akan segera menjadikanmu muhrim ku" Ucapan Ron sontak membuat Eliza kaget. "Aku akan segera menikahimu sayang" Lanjut Ron tersenyum menyeringai melihat wajah kaget Eliza yang membulatkan matanya.


"Paman, jangan bercanda." Eliza merasa takut bagaimana jika Ron benar-benar melakukan ucapannya. "Oh iya Paman, kapan saya mulai bekerja" Eliza berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


"Jolie, kamu bekerja nanti saja ya setelah saya pulang dari perancis"


"Memangnya paman mau ke perancis?" tanya Eliza, jika benar Ron ke luar negeri maka Eliza mempunyai kesempatan untuk menyelidiki ruang rahasia yang berada di ruang kerjanya itu.


"Iya Jolie besok pagi, ada pekerjaan yang harus saya kerjakan di sana. Saya usahakan dua hari sudah kembali. Apa kau mau ikut" Ron ingin mengajak Eliza, ia tidak ingin kejadian saat ia pergi ke perancis yang lalu terulang kembali.


"Tidak paman" Jawab Eliza lengkap dengan gelengan kepala.


"Baiklah, kamu boleh tidak ikut tapi kamu jangan pergi meninggalkanku lagi. Saya ingin saat kembali nanti kamu harus berada disini" Ucap Ron serius menatap Eliza.


"Tentu saja paman"


"Ya sudah sekarang kamu tidur sudah malam" Ron mengusap lembut pipi Eliza kemudian menutup pintu kamar Eliza.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi-pagi Eliza dan Nancy sudah berada di depan pintu rumah mengantar kepergian Ron bersama John yang akan ke perancis. "Ingat ya Jolie, saat aku kembali kamu harus tetap ada di rumah. Jangan pergi lagi seperti waktu itu" Titah Ron pada Eliza, sedangkan Nancy tersenyum melihat anaknya yang begitu takut kehilangan Eliza.


Ron pun pamit pada Nancy sebelum masuk ke dalam mobil bersama John. Mobil Ron melaju meninggalkan kediamannya.


Ini kesempatanku mencari tahu ruang rahasia itu..... Bathin Eliza yang penasaran.


Nancy dan Eliza pun masuk ke dalam rumah. "Jolie, Momy tinggal ke kamar dulu ya sayang" Ucap Nancy berlalu meninggalkan Eliza yang mengangguk.


Eliza melangkah kan kaki perlahan menuju ruang kerja Ron. Eliza membuka pintu ruang kerja itu dan masuk ke dalamnya. Di depan lemari rak buku itu, Eliza mengedarkan pandangannya, ia bingung bagaimana cara membuka lemari itu. Ia mencoba menggesernya tapi tidak bisa.


Apa mungkin ada cara sendiri agar pintu lemari itu bisa bergeser.


"Aah bagaimana ini....." kesal Eliza, sia-sia ia menunggu Ron pergi. Padahal ini adalah kesempatan yang sangat baik. Eliza sejenak berpikir.


Dreet..... dreet...

__ADS_1


Ponsel Eliza berbunyi, panggilan masuk dari Rayhan.


"Assallamualaikum istriku, bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Rayhan setelah Eliza menggeser tombol hijau pada layarnya.


"Eliza baik-baik saja kak" jawab Eliza.


"El sayang, saya melihat mobil Ron keluar dari kediamannya dan anak buahku memberi kabar kalau dia pergi ke bandara. Apa dia keluar negeri? " Tanya Rayhan yang selama Eliza berada di rumah Ron ia tak henti-hentinya mengawasi pergerakan Ron.


"Iya kak, Ron pergi ke perancis" Ucap Eliza.


"Sayang apa kita bisa bertemu?" Tanya Rayhan pada istrinya.


Tunggu apa sebaiknya aku foto dan Video lemari ini. mungkin kak Ray bisa tahu cara membukanya. Pikir Eliza.


"Eliza minta ijin pada Momy dulu ya kak" Ucap Eliza karena ia tidak ingin membuat wanita yang baik hati itu cemas jika ia pergi tanpa pamit.


"Baiklah sayang, jika Momy Ron itu tidak mengijinkan biarkan suamimu ini yang datang kesana" Ucap Rayhan yang membuat Eliza menjadi takut, jika Rayhan menemuinya di rumah Ron pasti akan membuat rencananya gagal.


.


.


.


.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2