
Pagi hari mentari sudah bersinar menggantikan posisi bulan yang berjaga di malam hari. Rayhan dan Eliza kembali tertidur setelah menjalankan sholat subuh bersama.
Saat pukul delapan pagi Eliza terbangun merasakan lelah pada tubuhnya karena semalam Rayhan benar-benar mengajaknya olah raga malam lagi. Ia terus memandangi suaminya, sungguh laki-laki tampan di hadapannya ini tidur seperti tidak merasakan lelah sedikitpun.
"Sayang kenapa memandangiku seperti itu, apa masih kurang yang semalam" Ucap Rayhan masih memejamkan mata menggoda istrinya itu.
"Kak Ray, sudah bangun" Kaget Eliza. "Kak Ray selalu saja bikin Eliza malu di depan kakak" Kesal Eliza menggeser tidurnya merubah posisi menjadi memunggungi Rayhan.
Melihat tingkah istrinya itu Rayhan tergelak, "Sayang kenapa mesti malu sama suami sendiri. saya sangat mencintaimu, saya tidak ingin ada rasa canggung dan malu di antara kita karena saya adalah suamimu" Ucap Rayhan memeluk Eliza dari belakang.
"Kak Ray"
"Apa sayang" Jawab Rayhan sembari memejamkan mata mengeratkan pelukannya.
"Kak, Entah mengapa Eliza merasa sebenarnya paman Ron itu orang yang baik. Hanya Saja entah seperti ada kebencian serta dendam yang dia pendam dan itu di tujukan pada kak Ray sekeluarga" Ucap Eliza yang mengingat ucapan Ron pada dirinya saat hilang ingatan.
Rayhan mengecup pipi Eliza. "Sayang kenapa kamu memuji Ron membuat saya cemburu" Ucap Rayhan mendapat pukulan lembut di tangannya yang melingkar di perut Eliza.
"Eliza serius" Eliza berdecak membuat Rayhan menghela nafas.
"Entahlah sayang. Sejak pertama kali bertemu dengan Ron, saya juga melihat itu. Entah kebencian apa yang dia pendam pada saya. Saya tidak pernah merasa mengenalnya" Rayhan juga merasa bingung dengan Ron yang mengusik kehidupannya di tambah lagi Ron yang juga terlihat sangat mencintai istrinya.
__ADS_1
" Kak" Ucap Eliza yang membuyarkan lamunan Rayhan.
"Apa sayang" Rayhan masih merasa nyaman dengan posisinya yang tidur sembari memeluk erat istrinya.
"Eliza harus kembali sekarang sebelum paman Ron kembali" Eliza beralih merubah posisinya menghadap pada Rayhan. Tatapan mata itu bertemu, dan....
Cup..... Eliza pertama kalinya berinisiatif mencium kening Rayhan. Hati Rayhan seketika berbunga dengan momen langkah itu, Ia pun membalas menghujani Eliza dengan ciuman bertubi-tubi hingga membuat Eliza berteriak.
"Ampun kak......Ampun " Keduanya tertawa bahagia.......
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Eliza saat ini sudah kembali ke kediaman Ron setelah di antar Rayhan secara sembunyi-sembunyi. "Sayang, kamu sudah kembali" Tanya Nancy saat Eliza sudah berada di dalam rumah.
"Tidak apa-apa sayang, kamu sudah makan"
"Sudah Mom"
"Ya sudah, kamu istirahat dulu. Kalau butuh apapun cari Momy di kamar ya sayang" Ucap Nancy pada Eliza yang mengangguk. Eliza beranjak menuju ke ruang kerja Ron ketika Nancy sudah meninggalkannya.
Eliza membuka pintu ruang kerja Ron dan melangkah masuk. Seperti kata teman Rahyan, Eliza mencari buku kunci itu dengan memilah satu persatu buku-buku yang ada di lemari itu dan ternyata benar ada satu buku yang tidak bisa di ambil, Eliza mulai menekan buku itu hingga lemari bisa bergerak bergeser sendiri.
__ADS_1
Eliza perlahan berjalan memasuki ruang rahasia yang mulai tampak sebuah lorong dengan sedikit pencahayaan. Eliza terus melangkah menelusuri lorong-lorong itu. Eliza begitu heran kenapa bisa ada ruang seperti ini di kediamanan Ron.
Eliza terus berjalan hingga Akhirnya menjumpai sebuah pintu dan mulai membuka nya. Seketika Eliza membulatkan mata membungkam mulutnya tidak percaya dengan penglihatannya. Terdapat bermacam-macam jenis senjata api termasuk senjata api rakitan di dalam ruangan besar itu. Eliza sejenak berpikir, apa yang harus ia lakukan.
Eliza pun mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ia mulai menekan tombol video dan merekam semua yang ada dalam ruangan besar itu. Eliza masih tidak percaya kalau Ron ternyata mempunyai bisnis gelap senjata api.
Selesai merekam Eliza beralih melihat ada sebuah pintu, ia pun mulai bergegas membuka pintu itu. Eliza begitu terkejut karena pintu itu ternyata menghubungkan dengan sebuat jalan keluar yang terdapat kendaraan truk sebagai pengangkut. Eliza melangkahkan kakinya hendak melihat lebih jauh lagi tempat itu tapi seketika langkahnya terhenti ketika samar-samar terdengar langkah kaki dan suara orang berbicara......
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1
...Jangan lupa beri like dan komen ya..... Terima kasih.... love you allππ...