Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 36


__ADS_3

"Galak amat neng Cantik" kedua pria itu mendekati Eliza dan tangan nya hendak menyentuh pipi Eliza. "Sini sama abang yuk"


"Apa yang kalian lakukan" Ucap Rayhan menepis tangan pemuda itu.


"Siapa loe, jangan ikut campur ini urusan kami atau loe mau cari mati" tantang pemuda itu.


"Saya kekasihnya, masih mau ganggu!!!" Rayhan sudah mulai tersulut amarah. Rayhan menarik Eliza ke belakang tubuhnya. Sedangkan dokter Danu juga ikut menghadang.


"Sebaiknya kalian pergi dan jangan cari masalah" Dokter Danu pun tampak sudah kesal.


"Hahaha kalian ini hanya orang yang modal tampang doang, mana mungkin bisa mengalahkan kami" Ejek salah satu pemuda itu.


"Jangan salah. Kalau hanya untuk dua orang macam kalian, cukup saya seorang saja sudah bisa mengalahkan kalian" Ucap dokter Danu yang sudah mulai maju kedepan. Mendengar ucapan dokter Danu, Rayhan tak terima.


"Hey, apa maksudnya dok!! Eliza itu pacar saya. Harusnya saya yang melindungi dia" Kesal Rayhan menarik dokter Danu yang sudah maju.


"Saya juga bisa melindungi nona Cantik, jadi biar saya saja yang hadapi mereka" Dokter Danu pun ikut menarik Rayhan yang akan maju. Terjadilah perdebatan antara dua rival itu.


" Ya tuhan, dalam keadaan seperti ini pun masih juga bertengkar" Kesal Eliza sambil menepuk jidatnya. Tanpa di sadari kedua rival yang sedang asyik berdebat itu, kedua orang pemuda tadi mulai melancarkan aksinya menyerang Rayhan dan Dokter Danu.


BUUGH........


 


BUUGH........

__ADS_1


 


BUUGH........


Seketika Rayhan dan dokter Danu tercengang kaget, sungguh tak percaya dengan apa yang mereka saksikan di hadapannya. Eliza menghajar kedua pemuda itu sampai KO.


"Eliza bisa lindungi diri sendiri" Ucap Eliza mengebaskan kedua tangannya setelah menghajar kedua pemuda itu lalu mengambil bungkusan yang ia beli di warung tadi dan berlalu meninggalkan kedua rival itu yang masih mematung tidak percaya.


Eliza sudah duduk di dalam mobil sambil memakan roti yang ia beli. Ia tidak memperdulikan kedua rival itu yang sudah ikut masuk ke dalam mobil.


"Kamu hebat sayang, saya sampai gak percaya ternyata kamu bisa menghajar mereka" Puji Rayhan pada Eliza.


"Nona Cantik saya jadi makin kagum sama kamu. Kamu ternyata bisa bela diri" Ucap dokter Danu sudah mulai melajukan mobilnya kembali.


"Saya dulu pernah ikut kelas taekwondo dan dapat juara satu saat lomba antar sekolah dok" Ucap Eliza.


Malam semakin larut, mobil dokter Danu saat ini sudah berada di depan kontrakan Eliza.


"Ya sudah, Eliza masuk dulu ya kak Ray. Terima kasih ya dokter" Pamit Eliza


"Sama-sama nona Cantik" Jawab dokter Danu.


"Hati-hati di rumah ya sayang" Rayhan pun masuk dalam mobil setelah memastikan Eliza masuk kedalam rumah kontrakannya. Dokter Danu pun melajukan mobilnya mengantarkan Rayhan.


***************

__ADS_1


Ke esokan harinya Eliza sudah mulai berkerja lagi. Sampai di perusahaan, ia melihat suasana begitu ramai dengan berita hangat kematian Rayhan.


"Eliza, apa kabar? ada apa dengan kaki dan tangan kamu" Tanya Randy saat bertemu Eliza di pintu lift.


"Baik pak, ini kemarin habis kecelakaan waktu naik sepeda motor" Jelas Eliza pada Randy.


"Kok bisa Za?"


"Bisa pak, ini buktinya" Tunjuk Eliza polos pada kaki dan tangannya. Randy tersenyum mendengar jawaban Eliza, ia lupa kalau wanita yang di hadapannya ini begitu polos. "Maksud saya, apa penyebabnya sampai kamu mengalami kecelakaan"


"Oh itu, waktu saya naik sepeda motor tiba-tiba ada anak kecil lari ke jalan mengambil bola. Akhirnya saya banting stir dan nyungsep deh. Hehe" Ucap Eliza sambil tersenyum. Randy sudah lama mengincar Eliza, ia adalah seorang playboy. Semua wanita yang ada di perusahaan bisa dengan mudah terpikat dengan wajah tampan dan bujuk rayunya.


Hanya Eliza, karyawan baru yang belum bisa ia dapatkan. Eliza begitu spesial di hati Randy karena hanya wanita itulah yang tidak mudah di rayu dengan uang apalagi dengan kata-kata.


"Oh iya pak, apa benar pak Rayhan sudah meninggal?" Tanya Eliza berpura-pura tidak tahu.


"Ya, mobil pak Rayhan meledak masuk jurang. Sampai sekarang masih di lakukan pencarian jasadnya" Jawab Randy tanpa rasa bersalah.


"Trus apa yang akan terjadi dengan perusahaan ini pak?" Tanya Eliza lagi sembari masuk dalam lift saat pintu sudah terbuka dan kebetulan hanya mereka berdua yang berada di dalam lift sekarang.


"Tentu saja perusahaan ini akan hancur tanpa seorang pemimpin. Apalagi berita kematian pak Rayhan sudah tersebar ke telingga para penanam saham di perusahaan ini"


"Jadi, bagaimana selanjut pak" Eliza masih terus berusaha menggali informasi pada Randy.


"Besok akan di adakan pertemuan dengan para pemilik saham di perusahaan ini. Jika dari pihak pak Rayhan tidak ada kejelasan kepemimpinan baru, maka kemungkinan para pemilik saham akan mengambil saham mereka dan itu akan membuat perusahaan ini hancur" Ucap Randy dengan seringai dibibirnya.

__ADS_1


"Lantas apa yang akan bapak lakukan kalau perusahaan ini hancur?" Randy mulai maju mendekati Eliza, sedangkan Eliza refleks mundur sampai tubuhnya membentur tembok lift. Satu tangan Randy sudah berada di tembok lift menahan tubuhnya yang berada di hadapan Eliza.


"Kenapa kamu ingin tahu Za" Tanya Randy mengeryitkan dahinya.


__ADS_2