Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 98


__ADS_3

------__Flash back on__--------


BARON WIJAYA adalah seorang ketua dari geng mafia yang cukup ternama di negara Perancis. Saat itu Baron singgah di kota YY untuk membangun sebuah perusahaan. Di kota YY ia bertemu dengan seorang gadis cantik dan polos bernama Fadiyah. Dengan segala kelicikan akhirnya Baron berhasil menikahi Fadiyah yang jati dirinya adalah seorang anak tunggal dari pengusaha sukses di kota YY.


Orang tua Fadiyah sama sekali tak merestui hubungan anaknya dengan Baron wijaya yang terkenal sebagai laki-laki kejam apalagi seorang ketua dari geng mafia. Saat itu Fadiyah begitu buta akan cinta dan rayuan manis dari Baron hingga ia rela meninggalkan kedua orang tuanya demi bisa bersama Baron.


Setelah menikahi Fadiyah Baron mulai menunjukkan sikap aslinya. Baron laki-laki yang arogan, ia menginginkan dua anak laki-laki dari Fadiyah. Baron ingin kelak jika mempunyai dua anak laki-laki maka ia akan menjadikan kedua anak laki-lakinya itu sebagai pengganti dirinya di dunia mafia.


Setahun setelah pernikahan, anak laki-laki pun terlahir dari kehamilan pertama Fadiyah yang di beri nama Reza wijaya. Kelahiran Reza membuat Baron merasa sangat senang. Baron begitu menyanyangi Reza.


Reza sudah tumbuh menjadi anak-anak berusia 8 tahun ketika Fadiyah kembali hamil anak kedua mereka. Baron ingin anak keduanya itu juga laki-laki.


Saat hamil besar Fadiyah yang pulang dari berbelanja di sebuah mall tak sengaja berjumpa dengan mantan kekasihnya dulu, yang sudah lama tak bertemu. Na'as pertemuan Fadiyah dan mantannya yang secara kebetulan itu di ketahui oleh Baron hingga Baron murka dan menuduh Fadiyah berselingkuh darinya.


Baron tidak hanya menuduh Fadiyah berselingkuh tapi juga meragukan anak yang berada di dalam kandungan Fadiyah.


Fadiyah berusaha untuk tegar menghadapi sikap Baron yang selalu kasar pada dirinya hingga saat ia melahirkan Eliza Wijaya.


Baron tidak mau mengakui Eliza sebagai anaknya. Sejak kecil Eliza selalu mendapat perlakuan buruk dari Baron. Baron hanya menyayangi Reza.


Baron sering kali pulang dalam keadaan mabuk dan memukuli Fadiyah sebagai pelampiasan kekesalan jika dirinya mengalami masalah dalam bisnisnya. Eliza yang berusaha melindungi Mamanya pun tak luput dari pukulan Baron. Melihat mama dan adiknya yang mendapat pukulan, Reza pun tak tinggal diam, ikut membela keduanya.


"Kak, kenapa papa membenci Eliza dan mama" tangis Eliza dan mamanya yang keduanya berada dalam pelukan Reza. Reza tidak bisa menjawab pertanyaan Eliza karena dirinya juga merasa bingung.


"Gadis kecilku, kamu yang sabar ya mungkin itu karena papa di bawah pengaruh minuman keras" Ucap Reza menenangkan adiknya. Fadiyah sejenak mengusap air matanya dan melepas diri dari pelukan anaknya Reza.


"Ini semua salah mama sayang" Ucap Fadiyah pada kedua anaknya. "Papa kalian salah paham pada mama" Fadiyah pun menjelaskan semuanya.

__ADS_1


"Papa seharusnya mempercayai mama dan bukan bersikap seperti itu" Ucap Reza membuat Fadiyah kembali berbicara.


"Papa kamu juga ingin mama melahirkan anak laki-laki saat itu tapi Tuhan berkehendak lain, Mama beruntung di berikan anak cantik dan baik seperti kamu sayang" Ucap Fadiyah yang sama sekali tidak ada penyesalan melahirkan anak perempuan bukan anak laki-laki seperti yang di inginkan Baron.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari-hari pun berlalu dengan perlakuan Baron yang semakin menggila. Baron yang perusahaanya mengalami penurunan, memaksa Fadiyah kembali pada kedua orang tuanya untuk meminta warisan harta yang nantinya akan di gunakan Baron untuk menopang kerugian perusahaannya.


Fadiyah menolak karena setelah ia pergi dari kedua orang tuanya, ia bersumpah pada dirinya sendiri tidak akan membuat orang tuanya terlibat dengan Baron yang kejam. Baron semakin emosi hingga akhirnya mengusir Fadiyah dan Eliza dari kediamannya. Reza yang ingin ikut dengan kedua wanita yang di sayanginya itupun mengurungkan niatnya setelah mendapat ancaman dari Baron yang akan membunuh keduanya jika Reza ikut pergi.


Eliza dan Fadiyah menelusuri jalan tak tentu arah dan tempat tujuan. Eliza melihat mamanya yang sudah terlihat lelahpun akhirnya meminta Fadiyah untuk duduk di sebuah halte karena dirinya akan membelikan air mineral dan sedikit makanan untuk mamanya.


Saat akan menyebrang jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang menuju ke arah Eliza. "Eliza anakku awas" Teriak Fadiyah mendorong Eliza hingga dirinyalah yang tertabrak mobil itu.


"Mama.......!!!" Teriak Eliza yang beranjak bangun menghampiri Mamanya yang sudah berlumuran darah. Mobil yang menabrak Fadiyah pun terus melaju meninggalkan keduanya hingga sampai datang kerumunan orang dan mobil ambulance membawa Fadiyah kerumah sakit.


"Maaf Nona, mohon anda lunasi biaya administrasi untuk melakukan tindakan operasi bagi pasien" Ucap Dokter yang menangani kondisi Fadiyah.


"Pa, mama saat ini sedang kritis dirumah sakit. Eliza mohon berikan Eliza uang untuk biaya operasi mama Pa" Pinta Eliza pada Baron.


"Atas dasar apa aku harus memberimu uang untuk wanita yang sama sekali tidak mematuhi perintah suaminya" Ucap Baron bersikap acuh pada Eliza. Mendengar itu Eliza merasa hatinya seperti di sayat tapi bagaimanapun caranya ia harus bisa mendapatkan uang itu dari Baron.


"Eliza mohon Pa...... Kasihan mama, dia itu istrimu" mohon Eliza sembari berlutut menangis merangkul kaki Baron. "Tolong mama Pa..... hiks..... hiks......" Eliza masih merangkul kaki Baron.


"Pergilah, aku tidak punya uang untuk Wanita itu" Baron mendorong Eliza dari kakinya hingga terduduk.


"Kak Reza......kakak...... tolong mama kak" Teriak Eliza pada Reza yang terdiam karena sebelumnya Baron lagi-lagi mengancam akan menghabisi Eliza dan Fadiyah jika Reza membantu keduanya.

__ADS_1


Di depan Baron Reza mengikuti kemauan Papanya hingga membuat Eliza begitu kecewa dan membenci Reza karena beranggapan Reza sudah tidak mau menolong dan perduli lagi pada dirinya dan mamanya.


Dengan tangan kosong Eliza kembali ke rumah sakit di mana mama nya berada. Eliza menghampiri ranjang di mana Fadiyah berbaring. "Maafkan Eliza ma.....hiks..... hiks...."


Fadiyah dalam keadaan kritis berusaha berucap. "Ja...ngan sedih sayang, ja....ga dirimu baik-baik." Ucap Fadiyah lirih kemudian terdengar Fadiyah mengucapkan kalimat syahadat di iringin dengan hembusan nafas terakhir Fadiyah yang menutup mata untuk selama-lamanya melepas lelah yang di alaminya selama ini.


"Mama.....!!!!!..... jangan tinggalkan Eliza" Teriak histeris gadis remaja yang baru lulus SMU itu menangisi kepergian Mamanya untuk selama-lamanya.


"Kau puas Baron Wijaya" Ucap Eliza yang kembali menemui Baron setelah selesai pemakaman mamanya. "Mulai hari ini namaku adalah Eliza Fadiyah bukan lagi Eliza Wijaya karena mulai detik ini aku bukan lagi anak dari Baron Wijaya" Ucap Eliza lantang dengan mata penuh kebencian menatap Baron.


Baron hanya terdiam menatap Eliza tanpa penyesalan sedikitpun.


Eliza setelah kepergiaan Mamanya, ia terus bertahan hidup hingga akhirnya bertemu dengan Laila yang dulunya adalah kakak kelas sekaligus sahabat baiknya. Laila mengajak Eliza pindah ke kota XX dimana ia bekerja agar sahabatnya itu melupakan semua kisah kelam yang ia alami di kota YY.


-------__Flash Back off__-------


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung........


__ADS_2