
CEKLEK..... pintu ruangan Eliza berada terbuka.
"Jolie"......Suara Nancy membuka pintu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Eliza yang saat ini duduk dipinggiran ranjang dan Rayhan sudah duduk di kursi yang berada dekat ranjang Eliza.
-------__Flash back on__--------
Pagi hari telah tiba Ron tersadar dari bangunnya merasakan pusing pada kepala karena semalam telah mabuk berat. "Nak kamu sudah bangun, kenapa muka kamu nak" tanya Nancy khawatir berada di sebelah ranjang anaknya yang terlihat kacau, bau alkohol, muka lebam, rambut acak-acakan di tambah lagi ia tidur dengan masih mengenakan kemeja kantor yang terlihat kusut akibat berkelahi dengan Rayhan kemarin.
"Mom, bantu Ron. Ajak Jolie kembali Mom" Ucap Ron memeluk Momy nya. Ron meskipun licik dan kejam tapi ia mempunyai sisi lain yaitu jika di hadapkan pada Momy dan wanita yang di cintainya, ia akan berubah menjadi lembut karena perasaan cinta yang ia rasakan.
"Jadi kamu sudah menemukan Jolie Nak?" Nancy perlahan melonggarkan pelukan mereka. Ron mengangguk dan mengusap wajahnya pelan. Nancy terlihat berbinar. Kepergian Eliza atas ijinnya, membuat ia merasa bersalah dan khawatir dengan keadaan Eliza yang tiba-tiba hilang kabar. "Tentu saja Nak, Momy akan bantu. Dimana dia sekarang Nak?" tanya Nancy antusias menatap anaknya yang masih terlihat tak karuan. Ron mengambil ponselnya dan menghubungi John untuk mencari tahu keberadaan Eliza yang di bawa oleh Rayhan kemarin.
"Jolie bersama Rayhan Syarif Mom" Ucap Ron lirih setelah mematikan sambungan ponselnya. Nancy menamatkan pendengarannya mendengar nama Syarif.
"Syarif" Guman Nancy lirih raut wajahnya terlihat jelas sedang berpikir mengenali nama yang tidak asing itu.
"Ya, Rayhan Syarif anak dari tuan Syarif cucu mama" Ucap Ron tertawa lirih. Nancy serasa kembali ke masa lalu mengingat nama Syarif yang tak lain adalah anak dari suaminya tuan Bara jaya.
"Nak, apa hubungannya Jolie dan Rayhan Syarif" tanya Nancy pada Ron, ia tidak ingin Ron mengganggu keluarga Syarif karena Nancy tahu betul jika Ron begitu membenci Bara Jaya, suaminya yang sudah meninggalkannya tanpa kabar saat Ron berusia 2 tahun.
"Rayhan Syarif ingin merebut Jolie ku Mom" Ucap Ron terlihat emosi. Ron berbohong pada Nancy karena Ia tahu kalau hati Nancy Momynya sangat baik, sehingga ia tidak mungkin mengatakan jika Jolie gadis yang ia cintai selama ini ternyata adalah kekasih Rayhan. Jika Nancy tahu hal itu, pasti Momy nya akan menyuruh Ron untuk melupakan Jolie.
"Nak, Momy tidak ingin ada perselisihan antara kalian. Lupakan masa lalu nak. Jika memang benar yang kamu katakan maka Momy akan membantu kamu membawa Jolie kembali" Nancy tahu rasa cinta anaknya pada Jolie itu bukan main-main......
Ron dan Nancy akhirnya pergi ke rumah sakit setelah mendapat info keberadaan Eliza dari John. Saat tiba di rumah sakit, Ron tiba-tiba bertemu dengan dokter Danu atau lebih tepatnya dokter Danu menghadang Ron untuk menjalankan rencananya. "Tuan Ron apa kabar? Saya ingin bicara" Ucap dokter Danu yang di angguki oleh Ron dan meminta pada Nancy untuk menemui Eliza terlebih dahulu di ruangannya. "Silahkan duduk tuan Ron" Ucap dokter Danu pada Ron yang sudah berada diruang kerjanya.
"Ada apa dokter, apa yang terjadi dengan Jolie" tanya Ron khawatir karena ia belum tahu keadaan Eliza pasca kejadian kemarin.
__ADS_1
"Nona Cantik baik-baik saja, hanya saja" Dokter Danu menjeda ucapannya.
"Hanya apa dokter, katakanlah" Ron terlihat penasaran.
"Tuan akibat obat sebelumnya yang di minum oleh nona Cantik di tambah lagi pukulan yang di alaminya kemarin membuat kondisi memori ingatan nona Cantik semakin memburuk" Ron terdiam mendengar penuturan dokter Danu, ia merasa bersalah karena ialah penyebab itu semua tapi di satu sisi ia merasa senang karena dengan begitu Eliza semakin melupakan Rayhan Syarif. Dengan seringai di bibirnya melihat Ron terdiam, dokter Danu kembali melanjutkan ucapannya. "Tuan Ron saat ini saran saya, jaga nona cantik. Jangan sakiti apalagi membuatnya tertekan karena jika itu terjadi bisa berpengaruh pada kejiwaannya"
"Maksud dokter? Jolie bisa gila" Tanya Ron kaget dengan penuturan dokter Danu.
" Bukan gila tapi lebih tepatnya Depresi tuan" tutur dokter Danu. "Ikuti semua keinginan nona Cantik tuan, buat dia merasa nyaman" Ron mengangguk dengan ucapan dokter Danu. Mana mungkin ia membiarkan gadis yang di cintainya itu depresi. Ia memang tega memberikan obat pelemah ingatan itu agar Eliza melupakan Rayhan tapi Ron sama sekali tidak menyangka jika obat itu akan berdampak buruk bagi Eliza.
--------------------------------
Ponsel Rayhan berdering. Sebuah panggilan masuk tertulis di layar, sehingga Rayhan perlahan melepas tangannya pada tengkuk leher Eliza menyudahi ciumannya di bibir dan beralih mencium kening Eliza. "Saya sangat mencintaimu sayang" Ucap Rayhan menatap lembut istrinya. Kemudian Rayhan pun menerima panggilan itu yang ternyata dari anak buahnya, memberitahukan kedatangan Ron.
"Ada apa kak" Tanya Eliza pada Rayhan setelah mengakhiri sambungannya.
"Dia sudah datang sayang" Terlihat gurat cemas bercampur emosi pada wajah Rayhan, begitu juga dengan Eliza. Eliza berusaha bersikap tenang, bagaimanapun rencananya harus berhasil.
Rayhan dan Eliza menoleh pada arah pintu di mana Nancy berada. Perlahan Nancy melangkah menghampiri Eliza. "Momy" Ucap Eliza yang sekarang sudah berada dalam pelukan Nancy. Rayhan yang duduk di kursi pun beranjak berdiri memandang istrinya yang berada dalam pelukan Nancy.
"Bagaimana keadaanmu sayang" tanya Nancy melonggarkan pelukannya menatap Eliza.
"Baik Mom" Jawab Eliza pada wanita baik hati dihadapannya saat ini yang sudah di anggap seperti ibu sendiri.
"Nak, apa kamu tidak merindukan Momy?" Nancy membelai rambut Eliza. "Ron sangat kacau setelah kepergianmu sayang" Lanjut Nancy. Eliza sekilas melirik pada Rayhan yang pasti penasaran dengan wanita yang berada di hadapannya saat ini di tambah lagi wanita paruh baya itu menyebut nama Ron.
"Maaf nyonya, anda siapa?" Tanya Rayhan membuat Nancy menoleh pada pria tampan itu.
__ADS_1
Nancy merubah posisi nya beralih menghadap pada Rayhan. "Saya Nancy, Momy dari Ron Fernandes. Anda siapa?" tanya Nancy yang menatap Rayhan dengan sedikit menyelidik dan dalam hatinya berpikir apakah laki-laki ini adalah Rayhan Syarif cucu dari suaminya......
"Saya Rayhan Syarif nyonya" Ucap Rayhan sopan meskipun ia tidak menyukai Ron tapi Rayhan tetap menghormati ibu dari Ron.
Nancy memandang Rayhan, ta selang beberapa lama suara pintu kembali terbuka........Ketiganya menoleh pada arah pintu di mana Ron berada.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......