Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 52


__ADS_3

Suara deru sepatu bergesekan dengan lantai rumah sakit menandakan kepanikan seseorang yang terus menelusuri lobi rumah sakit. Di depan ruang IGD langkah kaki Ron dan John terhenti menghampiri seorang wanita paruh baya. Ron berjongkok di depan wanita paruh baya itu yang duduk di bangku tunggu pasien dengan baju yang penuh dengan bekas noda darah.


"Mom ada apa? apa yang terjadi? Mom tidak apa-apa?" Pertanyaan beruntun di lontarkan Ron sembari terus memeriksa keadaan wanita yang di sayanginya itu. Nancy masih terus menangis sesenggukan, berusaha menenangkan diri mengatur nafas untuk bisa menjawab pertanyaan anaknya. Nancy benar-benar syok dengan kejadian itu.


Meskipun merasa sedikit lega karena melihat tidak ada luka di tubuh Mamanya, tapi Ron masih benar-benar khawatir melihat Mamanya yang terlihat begitu ketakutan. Ron pun mensejajarkan tubuhnya, duduk di samping Nancy mendekap tubuhnya dan berusaha menenangkannya. "Don't worry, everything will be okay Mom (Jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja Mom)"


"I'am afraid......very afraid Ron (Saya takut...... sangat takut Ron)" Ucap Nancy dengan sekuat tenaga. Perasaan syok, takut dan merasa bersalah pada gadis yang menolongnya bercampur jadi satu. Tangannya bergetar bayangan Eliza menyelamatkanya hingga Eliza tertabrak mobil itu masih terus berputar di pikirannya seperti roll film.


Ron masih terus berusaha menenangkan wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini. Ron baru kali ini melihat Mamanya kacau dan sangat ketakutan.

__ADS_1


"Jika tidak ada gadis itu, Momy pasti sudah tiada Ron" Nancy masih terus sesenggukan berusaha bercerita pada Ron. Dan akhirnya dengan susah payah Nancy berhasil menceritakan semua kejadiannya pada Ron.


Ron yang mendengarpun merasa sedih dan harus berterima kasih pada gadis itu. Ron masih tidak percaya di zaman sekarang ini yang di penuhi dengan orang mementingkan diri sendiri ternyata masih ada seseorang yang rela mengorbankan dirinya untuk orang lain terlebih pada orang yang tak di kenal. Ron jadi kembali teringat dengan Eliza gadis penyelamatnya yang juga rela menyelamatkan nyawanya tanpa memperdulikan dirinya sendiri.


Suara pintu IGD di buka membuat Ron dan Nancy seketika berdiri. Dari pintu IGD tampak dua orang dokter keluar dengan perdebatan. Salah satu di antaranya terlihat cemas dan panik. " Maaf dokter sepertinya kita belum bisa melakukan tindakan apa-apa, gadis itu kehilangan banyak darah dan stok darah di rumah sakit ini sedang kosong"


"Saya akan berusaha bagaimanapun caranya saya akan mendapatkan donor darah itu untuk nona Cantik" Ucap dokter Danu yang terlihat kacau dan di wajahnya tersirat rasa khawatir yang begitu dalam.


Nancy menangis histeris sambil mendekap tubuh Eliza. Semua yang berada di tempat kejadian segera memanggil ambulance. Eliza di bawa kedalam mobil ambulan bersama Nancy yang ikut serta di dalamnya, Nancy tak henti-hentinya merapal doa untuk gadis penyelamatnya.

__ADS_1


Mobil Ambulance yang membawa Eliza sudah tiba di rumah sakit, Eliza di bawa segera ke ruang IGD. Kebetulan saat itu dokter Danu yang sedang bertugas.


"Kasus kecelakaan dok, apa kita menunggu prosedur polisi" Ucap salah satu perawat.


"Jika berurusan dengan nyawa, jangan pernah menunggu apapun, Tugas kita adalah berusaha menyelamatkan nyawa pasien" Ucap Dokter Danu tegas berjalan menuju ruang IGD di ikuti dengan beberapa perawat. Dokter Danu adalah dokter muda yang berhati baik, ia menjalankan sumpahnya sebagai dokter dengan prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa pasien.


Betapa terkejutnya dokter Danu saat membuka pintu IGD melihat wanita yang ia sayanginya itu berada di atas ranjang rumah sakit dengan banyak darah. Ia pun panik " Nona Cantik" Teriak dokter Danu tersirat rasa khawatir dan cemas membuat semua perawat kaget dan heran. Dengan segala kemampuannya, dokter Danu yang di bantu beberapa dokter dari tim medis lainnya memeriksa Eliza dengan seksama.


"Bertahan nona Cantik.....bertahan" Dokter Danu masih terus memberikan pertolongan ketika denyut nadi Eliza mulai melemah, " Ya Tuhan, hamba tidak berharap banyak untuk bisa memiliki nona Cantik, tapi setidaknya berikan hamba kesempatan, untuk selalu bisa melihat nona cantik baik-baik saja dan bahagia. Aamiin" Seutas doa di panjatkan dokter Danu di dalam hati dengan tulus sembari terus melakukan pertolongan pada Eliza.

__ADS_1


Flash back off.


__ADS_2