
DEEG..........
Lagi-lagi Rayhan memegang dadanya merasakan sakit, bukan sakit secara fisik yang ia rasa tetapi sakit secara naluri, ikatan cinta yang begitu besar yang Rayhan rasakan pada Eliza sehingga ia bisa merasakan jika sesuatu terjadi pada gadis yang ia cintai.
"Eliza, ada apa denganmu sayang" Rayhan sedari tadi tidak bisa merasa tenang.
Tapi kenapa Reno bilang Eliza baik-baik saja dan sedang pergi berakhir pekan ke taman tadi pagi saat ia menelpon. Bathin Rayhan.
Rayhan ingin mencoba menghubungi kembali Eliza tapi di urungkan karena saat ini sudah tengah malam. Jika saja keberadaannya di kota YY tidaklah sangat penting untuk kelangsungan perusahaannya, dia pasti sudah kembali ke kota XX untuk memeluk Eliza erat karena sudah begitu merindukan Eliza.
Akhirnya Rayhan memutuskan mengambil air wudhu,dan menjalankan sholat tahajud.
Ya Allah, seuntai kalimat doa ku panjatkan padamu, berikanlah keselamatan dan perlindunganmu pada gadis yang hamba cintai Eliza....dimanapun dia berada. Aamiin.
💮💮💮💮💮💮💮💮
Dokter Danu dan semua dokter dari tim medis berlari keruang tempat Eliza berada, setelah Ron dan seorang perawat berteriak.
Di balik jendela kaca, Ron melihat dokter Danu dan para tim medis melakukan pertolongan pada Eliza. Alat bantu DC Shock atau Alat pacu jantung pun di gunakan karena detak jantung Eliza melemah. Semua yang berada di dalam terlihat tegang, apalagi dokter Danu terlihat jelas kecemasannya yang tidak seperti biasanya saat menghadapi pasien lainnya.
Nancy mendekati Ron yang masih berdiri di balik jendela kaca. "Mom, dia adalah gadis yang Ron cari selama ini, gadis yang Ron cintai" Ucap Ron yang membuat Nancy terkejut.
__ADS_1
"Apa dia yang pernah kamu ceritakan pada Mommy, gadis yang menyelamatkanmu" Tanya Nancy pada Ron yang di balas anggukan oleh Ron.
" Ya Tuhan" Nancy mendekap mulutnya, perasaan bersalah kembali muncul. "Maafkan Mommy Nak"
"Dia gadis polos, hatinya sungguh baik Ma. Aku mencintainya Ma dan aku tidak akan melepaskannya untuk siapapun" Ucap Ron masih terus menatap ke dalam ruang Eliza.
Dokter Danu masih terus berusaha melakukan pertolongan pada Eliza, keringat di dahinya pun tak henti menetes berpapasan dengan air mata yang tak sadar ia keluarkan di tegah kepanikan dan kecemasan. "Nona cantik kamu harus kuat.....bertahanlah ku mohon......"
Suatu keajaiban, mungkin berkat kebaikan Eliza, doa Rayhan dan usaha semangat dokter Danu, membuat takdir tuhan mengembalikan denyut jantung Eliza kembali normal.
"Huh" Dokter Danu mengehembuskan nafas kasar mengetahui denyut jantung Eliza kembali normal. " Nona Cantik, kau pasien pertama yang membuatku ketakukan" Gumannya pelan tapi semua tim medis bisa mendengarnya dan menyimpulkan bahwa gadis ini memang benar-benar spesial bagi dokter muda tampan itu.
Dokter Danu Masih berada di dekat ranjang Eliza, ketika Semua para tim medis sudah keluar meninggalkan ruangan itu. Ron yang masih khawatir pun meminta ijin perawat untuk melihat Eliza. Saat ini Ron sudah berada di samping dokter Danu yang masih terus memandang wajah pucat Eliza yang tetap terlihat cantik. Ia tersenyum " Nona cantik, saya yakin kalau kamu sudah sadar pasti kamu akan mengeluh karena jarum infus di tanganmu" Ucap dokter Danu mengingat polosnya Eliza yang takut jarum suntik.
"Sepertinya dokter mengenal dekat dengan gadis ini" Tanya Ron yang mendengar ucapan dokter Danu di tambah lagi sejak awal ia sudah melihat melihat ekpresi rasa khawatir kesedihan yang terlihat jelas di wajah dokter itu.
Dokter Danu pun menoleh pada Ron. "Tentu saja saya mengenalnya tuan, bukan hanya dekat tapi saya sudah jatuh hati pada gadis penyelamat ini sejak pertama kali kami bertemu" Jawab dokter Danu to the point dengan perasaannya.
Mendengar itu, Ron merasakan rasa cemburu di hatinya. Tapi memang tidak bisa ia pungkiri bahwa gadis yang ia cintai ini sangat spesial bisa membuat siapapun jatuh hati bahkan ketika pertama kali bertemu. Jadi tak heran jika dokter muda itu juga menyukai Eliza. Batin Ron.
"Tapi sayang, Nona Cantik sudah jatuh hati pada seseorang, saya sudah terlambat. Saya ingin dia bahagia meskipun itu bukan dengan saya" Ucap dokter Danu, entah mengapa dia bisa mengutarakan isi hatinya pada Ron mungkin karena saat ini pandangannya masih terus menatap Eliza sehingga semua suara hatinya bisa keluar begitu saja.
__ADS_1
"Tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan hati seseorang dok" Ucap Ron tegas, mengingat dia juga tahu bahwa Abdul yang di cintai Eliza.
Visual mirip Rayhan dan Eliza.
Author.
Aku sangat takut sama yang namanya takdir karena bisa dengan mudah merubah kehidupan kita, menjungkir balikkan keadaan dari bahagia menjadi duka, dari duka menjadi bahagia, Tapi kini aku berusaha untuk tidak takut lagi karena aku percaya pada sang pencipta takdir. Karena di setiap takdir yang tertulis untuk kita, percayalah ada hikmah di balik itu semua. Karena aku sudah merasakan dan mengalaminya sendiri. intinya hidup, berjalanlah selalu di jalan yang benar, jalan kebaikan.........
---------Tamat-----------
PLETAAAK.......
Author : Aduuuuh, kok di jitak sih kepalaku.....😤😤
John. : Habis Author main tamat-tamat aja.....🙄🙄
Author : Sekali-kali Author pengen ngeprank, masak gak boleh.........Author kan juga pengen bercanda, habis suntuk kerja lembur jarang bisa bercanda.
John : Terserahlah loe deh thor..... kesel gue🤦♂🤦♂
__ADS_1
Author : 😁😁😁😁😁😁