
Mobil Rayhan melaju kencang setelah menggedong Eliza masuk ke dalamnya, meninggalkan Ron yang masih terduduk di jalan dengan penyesalannya karena tidak sengaja menyakiti gadis yang di cintainya.
Sampai di rumah sakit, Rayhan segera menggendong tubuh Eliza menuju ruang IGD.
"Dokter Danu, tolong kekasih saya" Teriak Rayhan pada dokter Danu yang kebetulan sedang bertugas jaga hari ini.
"Apa yang terjadi pada nona cantik, tuan Ray?" Panik dokter Danu, segera memeriksa Eliza. Rayhan yang masih di liputi penuh dengan kecemasan itu, tak ingin beranjak dari ruang IGD meskipun perawat memintanya untuk menunggu di luar ruangan.
"Bagaimana keadaan kekasih saya dok?" tanya Rayhan pada dokter Danu saat selesai melakukan pemeriksaan dan semua perawat meninggalkan mereka di ruangan itu.
"Alhamdulillah, nona cantik baik-baik saja. Sebentar lagi dia akan sadar" dokter Danu menghela nafas di ikuti oleh Rayhan merasa lega dan keduanya menatap Eliza yang sedang terbaring di ranjang. "sebenarnya apa yang terjadi tuan" tanya dokter Danu kembali menatap wajah Rayhan yang terlihat lebam akibat pertarungannya dengan Ron.
"El terkena pukulan dari Ron yang seharusnya di tujukan pada saya" Ucap Rayhan penuh dengan penyesalan karena demi dirinya Eliza harus mengalami semua ini. Rasanya Rayhan ingin saat itu menghabisi Ron jika saja ia tidak memikirkan Eliza.
"Tuan Ray, sepertinya tuan Ron begitu sangat menginginkan nona cantik" Ucap dokter Danu sembari mengajak Rayhan duduk di kursi dekat ranjang Eliza.
"Ya saya tahu dokter, dia sama halnya dengan anda juga menyukai kekasih saya" Ucapan Rayhan sontak membuat dokter Danu mengeryitkan dahi.
"Mana mungkin sama tuan, saya memang menyukai nona cantik bahkan sangat mencintainya tapi saya lebih ingin melihatnya bahagia meskipun tidak bisa memilkinya" jawab dokter Danu tak terima dirinya di samakan dengan Ron Fernandes. "Sepertinya anda harus berhati-hati dengan Ron Fernandes. Selain berbahaya, orang itu juga terlihat sangat mencintai dan terobsesi dengan nona cantik" dokter Danu meskipun pernah menjadi rival Rayhan tapi kini demi melihat kebahagiaan Eliza, ia rela melepas gadis yang di cintainya itu bersama Rayhan karena ia tahu bahwa Rayhan memang laki-laki yang sangat baik dan tulus mencintai Eliza.
__ADS_1
"Anda benar dokter, terima kasih karena sudah mengingatkan saya" Rayhan merasa kagum dengan dokter Danu karena rela melepas Eliza pada dirinya padahal ia juga bisa melihat betapa besar cinta dokter Danu pada kekasihnya itu.
Perlahan Eliza membuka mata indahnya, membuat kedua laki-laki yang sedang mengobrol di sampingnya beralih pandangan pada dirinya. "El sayang, kamu sudah sadar" Rayhan beranjak dari duduknya di ikuti dokter Danu mendekati Eliza.
Terlihat wajah cemas dari kedua laki-laki itu menatap gadis yang sama-sama mereka cintai. Rayhan segera membantu Eliza yang beranjak bangun dari posisinya berbaring. Kini Eliza sudah duduk di pinggiran ranjang menatap intens kedua laki-laki dihadapannya saat ini. Kedua laki-laki itupun saling beradu pandang merasa bingung.
Pandangan Eliza sekarang menghadap pada Rayhan, menatapnya tanpa senyum, tak lama kemudian ia beralih menatap dokter Danu. "Dokter Danu" Ucap Eliza lirih.
"Nona Cantik anda sudah kenal dengan saya" tanya dokter Danu senang.
Eliza perlahan mengangguk, " tentu saja saya kenal dok, anda kan teman saya yang pernah bilang suka sama saya tapi saya tolak" Jawab Eliza polos tersenyum. Dokter Danu seketika wajahnya memerah merasa malu tapi ia juga merasa senang karena kini Eliza sudah bisa tersenyum dan kembali seperti semula menjadi gadis polos dan lucu.
"Anda siapa tuan?" tanya Eliza menatap Rayhan intens. "Maaf tuan, saya tidak kenal dengan anda" Ucapan Eliza sontak membuat Rayhan dan dokter Danu saling menatap merasa kaget.
"Nona Cantik, kamu perhatikan baik-baik. Dia adalah tuan Rayhan kekasih kamu" dokter Danu mencoba mengingatkan tapi Eliza masih terdiam menatap Rayhan yang juga menatapnya dengan hati yang terasa sakit karena ia merasa apakah dirinya benar-benar tidak berarti bagi Eliza sampai Eliza tidak bisa mengingatnya.
Eliza perlahan menggeleng kepala sebagai jawaban. Rayhan merasa sedih, seketika air matanya menggenang di pelupuk mata hingga ia lebih memilih berbalik memunggungi Eliza sebelum terlihat air matanya mengalir. "Maaf saya permisi keluar sebentar" Ucap Rayhan akan melangkah karena air matanya sudah lolos membasahi pipinya.
"Kak Ray, mau kemana. Eliza ikut" terdengar suara gadis yang di cintainya itu dibarengi dengan sebuah pelukan hangat terasa di punggung Rayhan. "Jangan tinggalkan Eliza lagi" Tangan Eliza sudah melingkar erat di perut Rayhan dari belakang punggungnya............
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung........
__ADS_1
Ikuti terus ceritanya ya........ jangan lupa tinggalkan like..... jaga kesehatan selalu ...... love you All 😍😍