Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 135


__ADS_3

"Kak Ray....." Lirih Eliza melihat suaminya keluar dari mobil bersama Reno.


"Keluar kau tuan Baron...." Teriak Rayhan yang tampak emosi, ia sudah tidak bisa lagi bersikap sopan pada papa mertuanya itu yang begitu tega terhadap anak kandungnya.


Rayhan mendekati mobil Baron, melihat itu Eliza seketika keluar dari mobil.


"Kak Ray, Eliza bisa jelasin" Ucap Eliza melangkah mendekati Rayhan. Sedangkan Baron masih dengan kepura-puraannya turun dari mobil di bantu oleh Rudi.


"Cukup sayang, kamu jangan mau di bodohi oleh laki-laki itu" Ucap Rayhan menatap Eliza.


"Kak, papa sedang sakit keras dan Eliza ingin mengantar papa melakukan operasi di luar negeri" Ucap Eliza memegang lengan Rayhan mencoba menjelaskan.


"Dan kamu percaya itu sayang?....." Tanya Rayhan mengernyit.


Eliza mengangguk. "Eliza percaya karena biar bagaimanapun Papa Baron adalah papa Eliza, mana mungkin papa bohongin anak kandungnya" Ucap Eliza meskipun sebenarnya ia memiki keraguan pada Baron tapi lagi-lagi kebaikan hatinya menutupi itu semua karena tidak adil rasanya jika pada semua orang ia adalah gadis penyelamat sedangkan ia berdiam diri ketika papanya sakit. Di tambah lagi ia tidak ingin menjadi anak durhaka.


"Jika benar papamu sakit lantas kenapa tidak memberitahuku terutama kakakmu?"


"Itu karena papa melarangku, karena papa tidak ingin ada yang tahu penyakit jantungnya apalagi kak Reza juga belum bisa memaafkan papa"


Rayhan menghela nafas. "Sayang jangan biarkan kebaikan hatimu menjadikan dirimu bodoh" Ucap Rayhan merasa kasihan pada istrinya yang dengan mudah di bodohi oleh Baron.


"Aku yang salah tuan Rayhan" Sahut Baron yang duduk di kursi roda mendekati keduanya dengan bantuan Rudi.


Rayhan menyeringai, "Kau dan asistenmu sungguh hebat papa mertua dalam berakting. Harusnya kalian menjadi artis" Sindir rayhan pada keduanya


"Kak, jangan bicara seperti itu sama papa" Eliza mencoba menenangkan Rayhan.


"Sudahlah nak, tidak apa-apa. Papa tidak ingin kamu dan suamimu bertengkar" Baron masih berpura-pura, ia masih tidak ingin menyerah demi bisa mendapatkan kekuasaan yang di janjikan Ron.


"Sudahlah tuan Baron hentikan kebohonganmu" Sudah tidak ada lagi kesabaran di diri Rayhan jika menyangkut keselamatan istrinya. "Tadinya aku ingin memperbaiki hubunganmu dengan istriku saat kau menyelamatkanya dari mobil waktu itu tapi sangat di sayangkan semua itu adalah palsu" Ucap Rayhan.


"Apa maksud kak Ray? Papa lagi sakit kak bersikaplah sopan" Ucap Eliza yang masih mempercayai kebohongan Baron.

__ADS_1


"Maaf sayang, dengan berat hati aku harus mengatakan bahwa papamu selama ini membohongimu. Dia masih sama seperti dulu tidak pernah berubah hanya demi ambisinya untuk mendapat harta dan kekuasaan bahkan anak sebaik dirimu pun rela ia korbankan" Ucap Rayhan yang sebenarnya tak tega mengatakan kebenaran tentang Baron pada istrinya.


"Kak Ray salah, papa sudah berubah. Benarkan pa?" Tanya Eliza menoleh pada Baron.


"Tentu nak, papa menyayangimu" Ucap Baron meyakinkan Eliza. "Papa bisa mengerti jika suamimu tidak mudah percaya pada papa" Baron berpura-pura terlihat menyedihkan dengan memegangi dadanya seolah merasakan sakit membuat Eliza menjadi cemas.


"Papa tidak apa-apa?" Tanya Eliza khawatir hendak mendekati Baron tapi di cegah Rayhan dengan menarik Eliza ke sisinya.


"Hentikan tuan Baron, aku sudah muak dengan semua kebohonganmu?" Ucap Rayhan membuat Eliza merasa sedih.


"Kak Ray....!" Teriak Eliza menatap suaminya tapi tidak membuat Rayhan bergeming.


Rayhan kemudian menjentikkan tangannya. "Ren...." Rayhan memberi kode pada Reno yang sedari tadi berdiri di dekat mobil.


"Baik tuan..." Ucap Reno menunduk kemudian melangkah membuka pintu belakang mobil Rayhan dan menarik seseorang yang dalam keadaan babak belur, tubuh terikat dan lapban menutup mulutnya .


"Kau tahu siapa dia sayang?" Tanya Rayhan membuat Eliza mengernyit memori ingatannya mulai mengenali laki-laki yang berada di tangan Reno sedangkan Baron seperti kalah telak, merasa kaget dengan tertangkapnya anak buahnya itu.


*****Flash back on*****


Kecurigaan Rayhan pun terjawab saat ia berhasil menyelidiki mobil yang akan menabrak Eliza berdasarkan nomor plat yang sempat ia lihat dan setelah di selidiki ternyata adalah orang suruhan Baron.


Saat melakukan pemeriksaan kandungan Eliza di rumah sakitpun Rayhan juga tak sengaja melihat Baron hingga membuatnya yakin pasti ada sesuatu yang di rencanakan Baron sampai saat ia mendengar percakapan di mana Rudi yang memberitahu Eliza bahwa Baron sedang sakit keras.


Rayhan meragukan ucapan Rudi yang memberitahukan Eliza tentang penyakit Baron hingga ia memutuskan untuk menyelidiki. Sebagai pemilik rumah sakit, Rayhan dengan mudah dapat mencari data tentang riwayat penyakit Baron tapi hasilnya nihil. Baron memang benar-benar merekayasa tentang penyakitnya itu pada Eliza.


Tanpa sepengetahuan Eliza, Rayhan juga selalu mengirim pengawal untuk mengawasi istrinya. Dan pada saat Eliza berada di apartemen Baron pagi tadi, Rayhan langsung menuju kesana setelah mendapat laporan dari pengawal Eliza.


Rayhan sampai di apartemen Baron bersama Reno ketika seorang dokter gadungan baru keluar dari apartemen Baron.


"Cepat ikuti dokter itu dan tangkap" Perintah Rayhan pada anak buahnya di ponsel. Kemudian Rayhan hendak keluar dari mobil Reno tapi di urungkannya ketika melihat Ron baru saja tiba setelah kepulangan Eliza.


Rayhan dan Reno dengan sembunyi-sembunyi mengikuti Ron dan keduanya pun mendengar semua percakapan antara Ron dan Baron membuat Rayhan mengepalkan tangan, rahangnya mengeras, emosi sudah tak bisa terbendung lagi, seketika itu juga Rayhan hendak menghajar Ron dan Baron tapi segera di cegah oleh Reno.

__ADS_1


"Maaf tuan Ray, anda jangan gegabah" Bisik Reno memegangi Rayhan. "Kita butuh bukti kebohongan mereka agar nona Eliza percaya" Bisik Reno lagi membuat Rayhan mengurungkan niatnya itu, karena memang benar yang di ucapkan Reno.


Rayhan berpura-pura tidak tahu apapun di depan Eliza meskipun ia merasa kesal dan takut karena jika saja ia tidak tahu rencana Ron dan Baron pasti ia akan hancur karena kehilangan istri dan calon anak-anak dalam hidupnya.


*****Flash Back Off*****


"Dia kan dokter pribadi papa" Ucap Eliza menunjuk dokter gadungan itu.


"Betul sayang tapi lebih tepatnya dokter gadungan yang di bayar papamu" Ucap Rayhan mendekati dokter gadungan itu dan melepas lapban yang tertempel di mulutnya.


"Katakan siapa kau sebenarnya?" Bentak Rayhan menarik kerah baju dokter gadungan itu dengan satu tangan. Dokter gadungan itu terlihat ketakutan di tambah lagi tubuhnya penuh luka akibat pukulan dari Rayhan.


"Sa.....sa...ya..di bayar tuan Baron untuk menjadi dokter nona, supaya dapat membohongi dan meyakinkan anda agar percaya bahwa tuan Baron sakit keras" Ucap laki-laki itu terbata menahan sakit di sekujur tubuhnya.


Eliza seketika tubuhnya merasa lemas hampir terjatuh jika saja Rayhan tidak menahan tubuhnya. "Sayang...." Ucap Rayhan dengan sigap menahan dan mendekap tubuh Eliza yang lemah.


"Itu bohong kan kak, laki-laki itu sudah berubahkan" Lirih Eliza mulai menangis di pelukan Rayhan.


"Maaf sayang, itu kenyataannya. Papamu ingin membawamu keluar negeri agar bisa membawamu ke ahli hipnotis untuk melupakan masa lalumu dan menyatukanmu dengan Ron Fernandes" Ucap Rayhan. "Dan kau tahu sayang, dia melakukan itu karena ingin menukarmu dengan kekuasaan di dunia mafia yang di janjikan oleh Ron di perancis" Imbuh Rayhan membuat Eliza sudah tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengungkap rasa sakit di hatinya, Ia merasa menjadi anak yang terbuang dari ayah kandungnya sejak kecil.


Mendegar semua ucapan Rayhan, Baron mulai tersulut emosi karena ternyata ia salah sudah meremehkan laki-laki di hadapannya ini yang terkenal dengan kesabarannya.


"Ha....ha....."Tawa Baron berdiri dari kursi rodanya membuat Eliza yang berada di dekapan Rayhan menoleh pada dirinya. "Aku ternyata telah salah meremehkanmu Rayhan Syarif" Ucap Baron dengan nada sombong berdiri tegak seolah tidak ada penyesalan sedikitpun atas apa yang di lakukannya......


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2