
"Bidadari cantik, ayolah jangan melawan".....
"Kalian jangan mendekat" Eliza mengeratkan pegangan tangannya pada batang kayu itu bersiap untuk memukul. Kedua pemuda yang berjaket hoodie dan yang satunya berjaket levis itu sama sekali tak bergeming malah semakin mendekati kedua gadis itu.
BUUGH..... Satu pukulan terpaksa Eliza layangkan pada pemuda yang berjaket hoodie. Memori ingatan Eliza memang telah hilang tapi tidak dengan tubuhnya yang mempunyai kemampuan bela diri yang secara alami refleks melawan kedua pemuda itu.
"Boleh juga cantik" Ucap pemuda berjaket hoodie yang terkena pukulan Eliza mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Pemuda bertubuh tinggi kekar itu terlalu kuat untuk Eliza hadapi apalagi di saat seperti saat ini tiba-tiba Eliza merasakan sakit pada kepalanya, mungkin efek dari obat penghambat pemulihan ingatan yang terus menerus di berikan oleh Ron membuat satu tangan Eliza terangkat memegangi kepalanya.
Aduh kenapa di saat seperti ini kepalaku harus sakit..... Bathin Eliza mengerjapkan matanya menahan sakit, mencoba bertahan.
"Lari..... larilah sejauh mungkin" Ucap Eliza menoleh pada gadis SMU itu yang bersembunyi di belakang Eliza. Gadis itu menggelengkan kepala, mana mungkin dia meninggalkan wanita yang telah menolong dirinya sendirian dalam situasi bahaya menghadapi kedua pemuda itu. "Cepatlah lari, selamatkan dirimu" Suara Eliza meninggi, membuat gadis SMU itu kaget.
"Tapi bagaimana dengan kakak" Gadis itu menangis ragu untuk menuruti perintah Eliza, tapi mungkin ada benarnya juga jika lari karena ia punya kesempatan untuk mencari bantuan.
"Kamu panggil aku kakak kan, jadi patuhi perintah kakakmu ini" Ucap Eliza kembali meyakinkan gadis SMU itu agar pergi menyelamatkan diri, karena dengan sakit kepala yang ia rasakan saat ini membuat Eliza ragu apakah dirinya bisa bertahan menghadapi kedua pemuda itu di tambah lagi kedua pemuda itu sepertinya juga memiliki kemampuan bela diri apalagi tubuh keduanya tinggi dan kekar. "Lariii....." Teriak Eliza menekankan kata nya, membuat gadis itu berlari sekuat mungkin dengan sisa tenaga yang ia miliki.
"Cantik, rupanya kamu ingin bersenang-senang dengan kami sendiri ya !" Kedua pemuda itu membiarkan gadis SMU itu pergi karena sekarang di hadapan mereka sudah ada gadis yang jauh lebih menarik bagi mereka berdua.
Kini tinggal Eliza seorang berhadapan dengan kedua pemuda itu. "Aah..." Desis Eliza merasakan sakit di kepalanya yang semakin menjadi. "Kalian jangan mendekat atau aku pukul seperti teman kalian" Pertahanan Eliza mulai sedikit lemah karena pandangan matanya mulai sedikit kabur, tapi ia harus bertahan dalam hati ia tak henti berdoa semoga Allah SWT segera memberikan pertolongan pada dirinya.
"Pukul saja cantik, kami tidak selemah si cungkring" Kedua pemuda itu tergelak meledek temannya yang bertubuh kurus itu terkapar di tanah akibat pukulan dari gadis cantik di hadapan mereka ini.
__ADS_1
"Sialan loe berdua. Teman macam apaan kalian mentang-mentang badan gue minimalis bukan nya di tolongin malah mau senang-senang sendiri" Ucap Pemuda cungkring yang terkapar akibat pukulan Eliza sembari bangkit dan memegangi tengkuk lehernya yang masih terasa sakit. "Wah kalau yang ini namanya ikan kakap broo" Ucap pemuda itu yang baru melihat Eliza, gadis yang membuatnya jatuh tersungkur.
"Ayolah cantik, kita bertiga akan membuatmu senang sampai kamu puas" Seringai sudah tercetak jelas pada ketiga bibir pemuda itu. Eliza masih menahan sakit dikepalanya, batang kayu yang ia pegang erat pun ia layangkan kembali untuk memukul.
Pukulan batang kayu itu mendarat tapi tidak di wajah ataupun kepala melainkan di genggaman pemuda yang berjaket hoodie. "Kamu semakin menggairahkan cantik kalau seperti ini" Pemuda itu menarik batang kayu itu hingga terlepas dari genggaman Eliza dan membuangnya.
Eliza beringsut mundur. "Kalian jangan mendekat" Ucap Eliza.
"Cantik bagaimana kita bisa bersenang-senang kalau tidak berdekatan" Pemuda berjaket hoodie itu menarik dan menangkap tubuh Eliza,
"Jangan sentuh saya" Ucap Eliza dengan sisa tenaganya menahan sakit di kepala, Eliza menendangkan kakinya sekuat mungkin pada sela paha pemuda itu.
"Ya Allah tolong saya" lirih Eliza sambil berlari tak tentu arah sejauh mungkin untuk menghidari ketiga pemuda itu. Sampai di tempat yang seperti hutan, Eliza terjatuh di semak-semak rumput akibat kakinya di cekal oleh pemuda yang berjaket levis.
"Mau lari kemana cantik, kita bersenang-senang dulu baru boleh pergi" Pemuda berjaket levis itu dengan nafas memburu melepas jaketnya dan kaos yang ia pakai.
"Aku mohon lepaskan saya" Tangis Eliza pecah di tambah lagi pemuda yang sudah bertelanjang dada itu menarik kencang lengan baju Eliza sehingga bagian pundak sampai punggungnya robek. "Jangan, saya mohon jangan sentuh saya" Eliza menangis sembari menggelengkan kepala, ketakutan yang benar-benar ia rasakan karena kini pemuda yang bertelanjang dada itu sudah berdiri di atas tubuh Eliza bertumpu pada lututnya hendak mencium bibir Eliza. Eliza masih menangis terus berusaha mendorong tubuh laki-laki itu.
"Keparat....!!!!!!!, Berani-beraninya menyentuh Elizaku" Sebuah tendangan keras melayang pada pemuda bertelanjang dada itu hingga terpelanting dan darah segar keluar dari mulutnya........
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...........
Pada penisirin kan...... Ayo coba tebak siapa yang nolongin Eliza...... buat yang ngikutin terus pasti sudah tahu dong siapa yang biasanya manggil Elizaku atau El sayangku.....yang jelas bukan Pak Tarno ya....... 🤣🤣🤣
__ADS_1