Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 76


__ADS_3

Perlahan Eliza memasuki pagar rumah kontrakan di ikuti Rayhan di belakangnya. Sekilas potongan-potongan ingatan tentang rumah itu muncul dalam fikirannya. Eliza sejenak terdiam di depan pintu rumah, "Tuan bukankah ini rumah saya dan....." Eliza berusaha mengingat sesosok wanita yang sering bersama dengannya dirumah itu.


"Laila" Sahut Rayhan mendekati Eliza, "Dia adalah sahabat baik kamu sayang, meskipun saya belum pernah berjumpa dengannya" Jelas Rayhan. Eliza memang merasa tidak asing dengan nama Laila, samar-samar bayangan wajah wanita itu sedikit muncul. "Saat ini sahabat kamu itu sedang berada di luar kota sayang" Eliza terdiam sejenak lalu mengarahkan pandangannya pada Rayhan yang membuka pintu. "Ayo sayang" Eliza perlahan mengikuti langkah Rayhan masuk ke dalam rumah.


Eliza mengedarkan pandangannya melihat ke segala arah, bayangan-bayangan dirinya yang melakukan segala aktifitas di rumah itu mulai muncul. Suara Laila yang meneriaki namanya pun mulai terdengar ditelinga. "Aah" Eliza memegangi kepalanya yang mulai terasa sakit karena ia terlalu memaksakan fikirannya untuk mengingat.


Melihat itu Rayhan merasa cemas. "Sayang, kamu tidak apa-apa" Rahyan menarik tubuh Eliza untuk duduk di sofa. "El sayang, jangan terlalu di paksakan untuk mengingat, pelan-pelan saja sayang" Rayhan pun beranjak mengambilkan Eliza air minum didapur. Semenjak Eliza tidak tinggal di rumah kontrakannya itu, Rayhan membayar ART untuk membersihkan rumah kontrakan Eliza setiap hari agar selalu terawat.


"Di minum sayang" Rayhan memberikan segelas air putih pada Eliza. Perlahan air putih itu masuk kedalam tenggorokan Eliza membuatnya sedikit merasa tenang dari sakit kepalanya. "Gimana, sudah mendingan" Tanya Rayhan dan Eliza mengangguk perlahan. "Kalau gitu kita pulang ya?" Eliza lagi-lagi hanya mengangguk sebagai jawaban. Rayhan dan Eliza pun beranjak dari rumah kontrakan itu.

__ADS_1


Saat ini Eliza masih terdiam dengan fikirannya yang masih terus berputar mencoba mencari memori-memori ingatan yang telah hilang, sampai secara tak sengaja Eliza yang duduk di samping Rayhan yang sedang fokus menyetir itu melihat telapak tangan kanannya yang terdapat ada goresan luka.


Entah kenapa Eliza baru menyadari ada goresan luka di tangannya, ia pun mengangkat tangannya menatap goresan luka itu secara intens. "Goresan luka itu, sayalah penyebabnya" Eliza mengeryitkan dahi mendengar ucapan laki-laki di sampingnya itu.


Rayhan menepikan mobilnya di pinggir jalan untuk berhenti. Perlahan Rayhan menggeser duduknya menghadap Eliza lalu ia meraih tangan kanan Eliza dan mencium bekas goresan luka itu. "Goresan luka ini karena kamu menolong saya saat kecelakaan maut itu terjadi dan saat itulah pertemuan pertama kita sayang" Rayhan tersenyum mengingat pertemuan pertama mereka yang sangat berkesan meskipun saat itu maut sedang mengintai nyawa mereka berdua.


Lagi-lagi sepenggal memori ingatan Eliza mulai berkecamuk dalam fikirannya. Ia pun menatap wajah Rayhan dan benar saja ia melihat samar-samar Rayhan yang terluka parah, di kepala dan lengannya terlihat darah menetes. Eliza perlahan melepas pegangan tangan Rayhan kemudian tangannya terangkat menyentuh wajah Rayhan.


Wajah ini kenapa aku ingin menyentuhnya, kenapa degup jantungku selalu berdetak kencang setiap berada di dekat tuan Ray dan kenapa setiap perkataan tuan Rayhan, aku selalu merasakan itu benar-benar seperti pernah terjadi dan samar-samar muncul di ingatanku sedangkan setiap perkataan paman Ron kenapa aku sama sekali tidak merasakan apapun. Berbagai pertanyaan muncul di benak Eliza yang masih berusaha mencari ingatannya.

__ADS_1


Mendapat perlakuan dari Eliza seperti itu membuat Rayhan merasa senang dan degup jantungnya semakin berdetak kencang bersautan dengan degup jantung Eliza. Rayhan lagi-lagi tidak bisa menahan hasratnya yang ingin sekali mencium gadis yang sedang menyentuh wajahnya saat ini. Rayhan perlahan mendekatkan wajahnya pada Eliza, Ia pun mencium kening Eliza cukup lama untuk mengutarakan betapa besar rasa cinta dan sayangnya pada Eliza. Elizapun memilih memejamkan mata ia bisa merasakan rasa sayang yang begitu besar mengalir dalam ciuman itu.


"Maafkan saya sayang" Ucap Rayhan menghela nafas melepas ciumannya di kening Eliza. "Kamu gak marah kan sayang?" tanya Rayhan lagi tidak ingin menyakiti Eliza. Eliza menggelengkan kepala membuat perasaan Rayhan jadi lega, ia tidak ingin Eliza berpikiran buruk tentangnya karena yang ia lakukan hanya ingin menunjukkan betapa besar rasa cintanya pada Eliza.


Rayhan kembali melajukan mobilnya menyusuri jalan tapi tak selang berapa lama tiba-tiba ada sebuah mobil menghentikan mobil Rayhan, membuat Rayhan seketika mendadak menginjak rem hampir menabrak mobil yang berhenti di depannya itu....


Bersambung........


Sedikit bocoran ya..... di episode selanjutnya memori ingatan Eliza akan kembali pulih.......ikutin terus ceritanya jangan lupa tinggalkan like...... jaga kesehatan.....love you All 😍😍

__ADS_1


__ADS_2