
"Sayang" Rayhan menempelkan hidungnya menguyel-uyel pipi Eliza yang sedang tidur lelap. "Manis sekali istriku ini kalau sedang tidur, sangat menggemaskan" Ucap Rayhan yang memberikan ciuman bertubi-tubi pada istrinya itu.
"Kak Ray, Eliza ngantuk" Guman Eliza yang merasa terganggu merubah posisi tidurnya memunggungi suaminya yang tak henti menggodanya.
Rayhan pun tersenyum dan beranjak memindah posisinya yang kembali menghadap Eliza.
"Sayang, bangun sudah pagi." Rayhan kembali mendaratkan ciuman bertubi-tubi membuat Eliza terbangun dengan mata masih mengantuk.
"Kak Ray, Eliza hari ini libur, ujian akhir kan sudah selesai dan lagi Eliza benar-benar ngantuk gara-gara semalam kak Ray bikin Eliza terjaga" Rengek Eliza yang mengusap-usap matanya berusaha untuk meredakan kantuknya. Rayhan tertawa mendengar ucapan polos Eliza karena memang sejak menikah Rayhan selalu saja tidak bisa menahan diri jika bersama dengan istrinya yang sangat di cintainya itu. Setiap hari ia selalu mengajak istrinya olah raga malam.
"Sayang, kamu lupa ya. Hari ini kita ada fitting baju pengantin dan foto prewedding " Ucap Rayhan mencubit gemas pipi Eliza. Seminggu lagi Rayhan dan Eliza akan mengadakan resepsi pernikahan mereka yang sudah di rencanakan dan di persiapkan 3 minggu yang lalu.
"Kak Ray, kenapa sih kita harus mengadakan acara resepsi pernikahan, bukannya yang terpenting kan kita sudah menikah" Gerutu Eliza bangun dari tidurnya, duduk dengan tangan mengusap-usap mata seperti anak kecil membuat Rayhan benar-benar gemas dan ingin sekali menerkamnya lagi seperti yang ia lakukan semalam sampai menjelang subuh.
"El sayang, resepsi pernikahan kita juga penting biar semua tahu kalau kamu istri sah dari Rayhan Syarif" Ucap Rayhan ikut duduk di samping Eliza. "Ya sudah sayang, kamu cepet mandi sana atau mau aku mandiin?" Tawar Rayhan dengan senyum seringai membuat Eliza segera mungkin turun dari ranjang dengan mata masih mengantuk.
" Gak mau, Eliza bisa mandi sendiri" Seru Eliza bergegas ke kamar mandi sedangkan Rayhan tersenyum bahagia melihat tingkah istrinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat ini Rayhan dan Eliza sudah berada di butik ternama di kota XX lengkap dengan studio foto untuk prewedding mereka. Setelah fitting baju pengantin kini Rayhan sudah tampak tampan dengan jasnya sedangkan Eliza masih ditangani oleh para perias.
Selang beberapa waktu Elizapun sudah tampak sangat cantik dengan riasan dan gaun untuk prewedding mereka membuat Rayhan tak ingin ada yang melihat kecantikan istrinya selain dirinya.
Rayhan dan Eliza menjalani pemotretan prewedding begitu mesra membuat semua yang melihat tampak kagum pada kedua pasangan yang cantik dan tampan itu.
Setelah selesai menjalani pemotretan, Rayhan pun mengajak Eliza pergi ke perusahaannya karena ia ada miting dengan klien yang tidak bisa di tunda siang ini.
__ADS_1
"Sayang kamu mau menunggu di sini atau mau ikut saya mitting"Tanya Rayhan membelai rambut Eliza yang berada di pangkuannya. Saat ini keduanya sudah berada di dalam kantor ruangan Rayhan.
"Emangnya boleh ikut kak? Eliza suntuk kalau harus menunggu di sini sendirian" Eliza mengalungkan kedua tangannya di leher Rayhan membuat Rayhan semakin mengeratkan tangannya yang saat ini sudah beralih melingkar pada pinggang Eliza.
"Tentu saja boleh sayang, sekalian nanti akan ku perkenalkan pada klienku kalau kamu adalah istriku" Ucap Rayhan yang tidak tahu siapa klien yang harus ia hadapi nanti.
Tok.....
tok......
"Permisi tuan Ray" Terdengar suara Reno asisten Rayhan dari balik pintu setelah suara ketukan.
"Masuk Ren" Ucap Rayhan setelah Eliza menggeser duduknya di samping dirinya.
" Tuan, klien kita sudah tiba dan saat ini mereka sudah menunggu di ruang mitting" Ucap Reno setelah membuka pintu, masuk kedalam ruangan Rayhan.
Rayhan beranjak dari duduknya di ikuti Eliza. "Baiklah Ren, mari kita temui mereka" Ucap Rayhan pada Reno kemudian menoleh pada istrinya. "Ayo sayang" Ajak Rayhan menggandeng tangan Eliza. Ketiganya melangkah menuju di mana ruang mitting berada.
"Selamat siang nyonya Bella" Ucap Reno menyapa terlebih dahulu klien itu setelah masuk ke dalam ruang mitting di ikuti Rayhan dan Eliza yang seketika kaget mendengar nama Bella di tambah lagi melihat jelas wanita yang menjadi klien perusahaan Rayhan.
"Siang tuan Reno" Ucap Bella menjabat tangan Reno dan di ikuti asistennya Bram seorang pria tampan yang berwajah blesteran Perancis. "Tuan Rayhan sepertinya kita memang berjodoh ya" Ucap Bella dengan seringai menatap Rayhan menyodorkan tangannya setelah menjabat tangan Reno membuat Eliza semakin kesal. Rayhan tak menanggapi omongan Bella, ia berusaha bersikap profesional karena biar bagaimanapun Bella adalah kliennya yang harus di hormati.
"Maaf nyonya Bella, silahkan" Ucap Rayhan setelah menjabat tangan Bella. Bella terlihat tersenyum tak ingin melepas tangan Rayhan tapi sentakan tangan Rayhan membuatnya mau tidak mau melepas pegangan tangannya.
"Hai Eliza, apa kabar" Sapa Bella kemudian menoleh pada Eliza yang terlihat kesal dan cemburu di wajah cantiknya. Bella menyalami Eliza dan di ikuti dengan Bram yang tampak sedari tadi tidak melepas pandangannya menatap Eliza seperti ada ketertarikan membuat Rayhan merasa geram.
"Mari silahkan duduk, kita mulai acara mittingnya" Ucap Reno mencairkan suasana yang memanas itu. Mereka pun duduk ditempat masing-masing. "Tuan Ray, nona Bella ini adalah perwakilan dari perusahaan BAROWIJA GROUP. Perusahaan beliau nantinya akan menanamkan investasi saham pada anak perusahaan kita yang berada di kota YY." Ucap Reno menjelaskan.
Rayhan mengangguk, dan mitting itupun berlangsung selama satu jam dengan ketidak nyamanan yang di rasakan oleh Eliza dan Rayhan karena Bella terus menerus menatap Rayhan dan sesekali mengedipkan mata ketika Rayhan berbicara padanya.
Eliza yang menyadari hal itu, ingin rasanya ia menghajar wanita genit seperti ular betina itu tapi ia berusaha bertahan.
__ADS_1
"Tuan Rayhan, semoga dengan kerja sama perusahaan ini kedepannya kita bisa semakin dekat ya" Ucap Bella lagi-lagi tanpa malu mengedipkan satu matanya pada Rayhan dengan seringai di bibirnya.
"Maaf nyonya, kedepannya saya berharap anda bisa menjaga batasan di mana kita adalah sebatas rekan bisnis yang saling menguntungkan" Sahut Rayhan terlihat kesal masih berusaha menjaga emosinya. Rayhan juga tak melepas pandangan pada Bram yang terlihat menatap intens Eliza dengan senyum seringai yang tampak di bibirnya. "Sepertinya rapat harus kita akhiri sampai di sini dan terima kasih nyonya Bella atas waktunya" Ucap Rayhan mengakhiri mitting itu.
"Sama-sama tuan Rayhan" Mereka semua pun berjabat tangan dan beranjak meninggalkan ruang mitting. Bella memang seperti tidak tahu malu, saat berjalan keluar ruang mitting ia sengaja berpura-pura terjatuh oleh sepatu hak tingginya saat berada di dekat Rayhan sehingga refleks Rayhan menolongnya dengan memegangi pundaknya.
Eliza berdecak kesal melihat pemandangan itu, Rayhan segera melepas pundak Bella dan meraih tangan Eliza yang hendak melangkah pergi meninggalkan mereka. "Terima kasih tuan Rayhan sudah menolong saya" Ucap Bella memegangi pundaknya yang di sentuh Rayhan saat menolongnya.
Rayhan tak menjawab, "Kami permisi" Pamit Rayhan menggandeng tangan istrinya meninggalkan Reno mengantar kepergian Bella dan Bram yang beranjak keluar....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
__ADS_1
Baru kali ini Author tahu kalau ada pelakor genit sekali...... 🤔🤔 Tapi kalau pelakor gak genit mana bisa juga merebut suami orang.........🤣🤣
Para Readers tercinta semoga terhibur, Author akan berusaha berikan yang terbaik......love you All 😍😍