
Sejuknya udara di pagi hari diselingi dengan kabut putih membuat pemandangan semakin indah di sebuah taman yang berada di halaman depan rumah megah dan mewah. Di sebuah bangku terlihat seorang gadis duduk termenung, pandangannya menatap beragam bunga-bunga di taman. Desiran angin pagi menerpa helaian rambut panjang nan indah itu membuat pesona kecantikannya semakin terpancar.
Seutas senyum tersirat di bibir Ron mendekati gadis yang di cintainya.
"Jolie sayang, kenapa duduk disini. Udara nya dingin tidak baik untuk kesehatanmu sayang" Ucap Ron melepas jas yang ia kenakan dan memakaikannya pada Jolie yang tak lain adalah Eliza. Tak ada suara, gadis itu hanya tersenyum sebagai jawaban.
Ron melihat kemana arah mata gadis itu menatap. Perlahan Ron berjalan mendekati tempat bunga-bunga yang bermekaran itu, tangannya hendak terangkat ingin memetik salah satu dari bunga indah itu.
"Jangan paman" Cegah Eliza setengah berteriak. Seketika tangan Ron terhenti, mengerutkan dahi dan menoleh pada Eliza,
"Kenapa sayang? bukankah kamu menyukainya" Tanya Ron heran.
"Bunga itu indah jika berada pada tangkainya, jangan di petik paman. Saya memang suka bunga tapi saya tidak mau bunga itu layu dan mati" Ucap Eliza dengan tersenyum.
"Baiklah sayang" Ron mendekati Eliza, tangannya terangkat membelai lembut rambut Eliza. "Bunga itu cantik seperti dirimu sayang"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Flash back on.
"Jolie" Ucap Ron setelah Eliza kembali sadar saat di rumah sakit sepeninggal dokter Danu yang bertolak ke Korea.
"Anda siapa?" Tanya Eliza yang masih menatap bingung di sekitarnya. Ron mendekat, duduk di pinggiran kasur tempat Eliza berada. Ron memegang tangan Eliza.
"Kamu tidak ingat aku sayang" Ucap Ron menatap Eliza yang hanya menggeleng perlahan. "Aku kekasihmu sayang, laki-laki yang kamu cintai" Ucap Ron meyakinkan gadis itu. Eliza masih diam membisu, ia masih mencerna kata-kata Ron.
__ADS_1
"Nama kamu adalah Jolie, Kita saling mencintai sayang. Kamu suka memanggil saya paman, panggilan kesayangan" Ucap Ron berbohong. Entah mengapa Ron suka dengan panggilan Paman pada dirinya, yang gadis itu ucapkan waktu pertama kali mereka bertemu.
"Kenapa aku tidak ingat apapun" tanya Eliza. memegang kepalanya yang terasa berdenyut.
" Jangan di paksakan untuk mengingat sayang, kamu sedang sakit" Ron meraih tangan Eliza. "Sekarang kamu harus percaya sama saya ya sayang, saya benar-benar tulus mencintai kamu" Eliza menatap mata Ron, mungkin benar terlihat ketulusan cinta Ron yang besar hanya saja itu tidak membuat hati Eliza berdebar kencang seperti saat bersama Rayhan.
Hari-hari Eliza yang memiliki memori kosong pun, sedikit demi sedikit di isi dengan memori kebohongan yang di ciptakan oleh Ron.
Dan sejak saat itu Ron menutup semua akses tentang Eliza. Identitas Eliza di rubah menjadi Jolie. Nancy yang tidak mengetahui apapun hanya mempercayai anaknya Ron. Ron membawa Eliza pulang ke rumahnya. Setiap hari seorang dokter pribadi datang untuk memeriksa kondisi Eliza. Ron ingin Eliza sembuh tapi tidak dengan ingatannya itulah yang di perintahkan pada dokter pribadinya. Entah mengapa cinta yang begitu besar di barengi dengan sebuah obsesi terhadap Eliza membuat dirinya melakukan segala cara agar Eliza bisa berada di sisinya.
Flash back off.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sayang kamu kenapa? " Tanya Nancy pada Eliza yang secara tiba-tiba memeluknya yang saat ini sedang memasak di dapur. Nancy wanita sederhana memiliki hati yang baik, meskipun di rumah itu banyak pelayan tapi Nancy lebih senang memasak sendiri untuk dirinya dan anaknya. Nancy juga tidak pernah tahu, banyak sekali kejahatan yang telah di lakukan oleh anak tunggalnya itu.
Kasih sayang Nancy yang tulus pada Eliza, membuat Eliza merasa memiliki seorang ibu lagi. "Apa kamu jenuh berada di rumah terus sayang?" tanya Nancy yang membalas pelukan Eliza sembari membelai rambut Eliza. Ron yang berada di belakang kedua wanita yang di cintainya itu pun tersenyum dengan melipat tangan di depan dada, bersandar pada tembok dapur, dengan perasaan bahagia masih terus memperhatikan keduanya.
Eliza mengangguk. "Ron, bukankah besok kamu bilang ada acara pertemuan akhir tahun bagi para pembisnis di hotel XX yang terkenal dengan pantainya yang indah itu" Tanya Nancy menoleh pada Ron di ikuti Eliza.
"Kenapa memangnya Mom?" Tanya Ron mendekati Nancy dan Eliza.
"Ajaklah Jolie ikut bersamamu, kasihan dia pasti jenuh di rumah" Pinta Nancy membuat Ron berpikir sejenak.
Acara itu hanya di hadiri oleh para pemimpin-pemimpin perusahaan jadi tidak mungkin staf seperti Abdul berada di sana. Mungkin aku bisa mengajak Jolie. Pikir Ron. Ia tidak ingin membiarkan Eliza bertemu dengan Abdul, laki-laki yang di anggapnya sebagai kekasih Eliza yang bisa membuat ingatan Eliza kembali pulih.
__ADS_1
"Baiklah Mom" Ucap Ron kemudian menoleh pada Eliza. " Kamu boleh ikut Jolie sayang" Eliza terlihat tersenyum, ia merasa senang......Akhirnya bisa melihat dunia luar yang sama sekali belum ia ketahui semenjak kehilangan memori ingatannya. " Ingat Jolie, jangan pernah dekat-dekat apalagi berbicara pada orang asing" imbuh Ron pada Eliza......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..........
Jangan lupa torehkan like ya...... Author dalam keadaan tidak enak badanpun akan berusaha bersemangat memberikan yang terbaik buat para Readers tercinta....... jaga kesehatan kalian...... love you All 😊😊