Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 38


__ADS_3

" Apaaa....." Rayhan hampir tersedak mendengar ucapan Eliza.


" Kak Ray, jangan berteriak. Eliza jadi kaget" seru Eliza menghentikan makannya.


"Maaf sayang, menganggetkanmu"


"Akan ku beri pelajaran Randy, beraninya menyentuh Eliza ku" Kesal Rayhan.


"Sudahlah kak, Eliza gak apa-apa. Sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana rencana kakak besok" Ucap Eliza mengambilkan Rayhan minum. Rayhan pun meminum air itu.


"Kamu tenang saja" Rayhan tampak berpikir.


Setelah keduanya selesai makan Rayhan pun pamit pada Eliza. "Saya pulang dulu ya El, kalau kamu butuh apa-apa kamu hubungi saya" Rayhan beranjak keluar rumah di ikuti Eliza di belakangnya.


Saat di depan rumah Eliza melihat ke samping, terlihat rumah kontrakan kosong di sebelah rumahnya sedang di bersihkan oleh dua orang laki-laki paruh baya.


"Sepertinya Eliza punya tetangga baru kak" Guman Eliza.

__ADS_1


"Iya sayang kamu memang punya tetangga baru dan tetangga baru kamu itu masih muda dan tampan" Ucap Rayhan dengan seringai di bibirnya.


"Dari mana kakak tahu" bingung Eliza.


"Karena saya lah tetangga baru kamu" Rayhan mencubit kecil hidung mancung Eliza.


"Hah....maksudnya, kak Ray ngontrak di rumah itu"Tunjuk Eliza kaget pada rumah kontrakan di sebelah rumahnya.


"Iya sayang. Salam kenal, saya tetangga baru kamu" Goda Rayhan meninggalkan Eliza yang terdiam.


Malam hari Rayhan sudah menghubungi Reno. Bersama Reno ia sudah mengatur rencana untuk pertemuan besok.


Saat ini di tempat miting perusahaan Rayhan, sudah berkumpul para pemilik saham. Disana ada Reno yang menggantikan Rayhan sebagai wakil dari perusahaan Rayhan. Ada juga Randy.


"Selamat pagi semua, di sini saya sebagai wakil dari tuan Rayhan akan menggantikan beliau selama beliau belum kembali. Jadi dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya persilahkan bila ada yang ingin di sampaikan dari semua pihak. Silahkan" Ucap Reno membuka acara pertemuan itu.


"Maaf tuan Reno, apa maksud anda menunggu tuan Rayhan kembali? Bukankah tuan Rayhan sudah meninggal dalam kecelakaan itu" Ucap wakil dari perusahaan PRIMA GROUP.

__ADS_1


"Maaf tuan, memang betul mobil yang di kendarai tuan Rayhan mengalami kecelakaan tapi sampai saat ini bukan kah dari pihak kepolisian belum ada kepastian bahwa tuan Rayhan meninggal"


"Jadi menurut anda, kami harus menunggu kepastian dari polisi. Bagaimana jika akhirnya memang tuan Rayhan benar-benar meninggal. Apa yang terjadi dengan saham kami pada saat itu jika perusahaan ini hancur tanpa seorang pemimpin"


"Maaf tuan, tapi perusahaan ini masih baik-baik saja dan akan tetap baik-baik saja ke depan nya" Ucap Reno meyakinkan.


"Meskipun anda seyakin itu, tapi tidak dengan kami. Jadi kami memutuskan untuk mencabut saham kami dari perusahaan ini" Ucap dari salah satu pemilik saham.


"Iya benar kami juga ingin mencabut saham kami" Semua para pemilik saham tampak berdiskusi.


"Maaf tuan-tuan bisakah kalian semua memberikan waktu bagi perusahaan kami"


"Maaf tuan Reno, sepertinya kami tidak bisa mengambil resiko dengan memberikan kalian waktu. Keputusan kami sudah bulat" Reno tampak kecewa dengan keputusan para pemilik saham. Akhirnya Reno pun mengambil keputusan.


"Baiklah jika itu adalah keputusan anda semua, perlu di ingat bagi anda semua pemilik saham yang sudah mencabut saham anda semua dari perusahaan kami, kami harap ke depan nya tidak ada penyesalan bagi kalian" Ucap Reno penuh penekanan.


"Sejujurnya saya pribadi kecewa, karena anda semua dengan mudah mencabut saham tanpa memberikan waktu pada kami, apa anda semua tidak ingat dengan kebaikan tuan saya selama ini pada perusahaan kalian" Imbuh Reno tampak membuat semua terdiam mencerna kata-kata Reno. Di sebuah ruangan Rayhan dan Eliza sedang melihat di layar monitor memantau keadaan di ruang miting yang terpasang CCTV.

__ADS_1


Rayhan masih menunggu kedatangan Ron yang di perkirakan pasti akan muncul setelah Reno mengambil keputusan itu. Rayhan percaya jika Randi pasti sudah memasang penyadap suara di dirinya agar Ron bisa mendengar percakapan mereka. Dan benar saja tak selang beberapa lama, datang seseorang dengan di dampingi dua orang pengawal pribadi disampingnya sedang tampak berjalan menuju keruang miting.


__ADS_2