Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 51


__ADS_3

Pagi hari ini, dimana mentari tersenyum malu-malu di balik awan mendung membuat suasana menjadi terasa sejuk seperti udara di pegunungan. Saat ini Eliza sudah berada di taman menikmati akhir pekannya dengan sedikit berolah raga ringan.


Eliza sama sekali tidak mengetahui kejadian semalam saat Ron masuk ke dalam rumahnya, karena efek samping dari obat yang ia minum membuatnya tidur terlelap.


Sebelum pulang dari taman, Eliza mengendarai motor maticnya menuju pasar tradisional untuk membeli persediaan bahan makanan yang telah habis di rumah.


Baru saja Eliza memarkirkan motor maticnya, secara tak sengaja ia menoleh melihat seorang wanita cantik paruh baya, bermata biru memiliki kulit putih khas seperti milik orang asing atau bisa di sebut bule. Wanita itu berjalan keluar dari pasar tradisional dengan berbagai barang belanjaan yang di bawakan oleh seseorang di belakangnya. Wanita itu nampak berpenampilan sederhana tapi berkesan anggun.


Tatapan mata Eliza, kini beralih pada sebuah mobil pick up yang melaju kencang bertepatan dengan wanita itu yang akan menyeberang jalan menuju sebuah mobil yang berada di seberang.


"Tante Awas" Teriak Eliza berlari ke arah wanita paruh baya itu, Eliza menarik wanita itu sehingga tubuh wanita itu beralih kepinggir jalan selamat dari tabrakan mobil pick up itu. Lagi-lagi Eliza menjadi gadis penyelamat bagi seseorang tanpa memperdulikan dirinya yang kali ini menjadi korban menggantikan wanita paruh baya itu. Eliza sudah tak sadarkan diri, banyak darah yang mengalir di sekitarnya.


Wanita bule paruh baya itu menangis, berteriak histeris meminta tolong sambil mendekap tubuh Eliza.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Praang...... Sebuah gelas jatuh terurai di lantai. Rayhan seketika merasakan sakit di dadanya. "Eliza" Desis Rayhan seketika mengingat kekasih yang di cintainya itu. "Ya Tuhan, kenapa perasaan ku tidak enak seperti ini. Lindungi Eliza dan keluargaku" Doa Rayhan yang saat ini sedang berada di sebuah perusahaan sahabatnya di kota YY.

__ADS_1


"Ada apa? " Tanya sahabat Rayhan yang melihat Rayhan gelisah.


"Tidak, hanya saja mendadak perasaanku jadi tidak enak. Saya permisi mau menelpon dulu ya" Rayhan beranjak dari duduknya melangkah menjauh keluar dari ruangan sahabatnya. Berkali-kali Rayhan menghubungi Eliza tapi ponselnya tidak aktif. Rayhan semakin cemas, ia pun menghubungi Adik dan Mamanya dan ternyata mereka baik-baik saja.


Akhirnya Rayhan pun menghubungi Reno dan meminta Reno untuk melihat keadaan Eliza di rumah kontrakannya. Selesai menghubungi Reno, Rayhan yang masih dengan perasaan cemas kembali keruangan sahabatnya itu.


Rayhan pergi ke kota YY, ia tak lupa selalu membawa kalung Eliza yang di berikan perawat rumah sakit waktu itu. Rayhan memang sengaja belum mengembalikan kalung itu pada Eliza, ia menunggu waktu yang tepat. Di genggamnya terus kalung Eliza itu, sembari kembali melangkah menuju sahabatnya itu.


Seorang OB yang telah selesai membersihkan pecahan kaca dari gelas yang di jatuhkan Rayhan itu secara tak sengaja menabrak tangan Rayhan yang memegang kalung Eliza sehingga kalung Eliza terjatuh tepat di kaki sahabatnya Rayhan.


"Kalung ini............ " Ucap sahabat Rayhan mengambil kalung Eliza yang terjatuh dari tangan Rayhan.


Di sisi lain ada Ron yang sejak pulang dari rumah Eliza semalam lebih memilih menyibukkan diri di dalam perusahaannya FERNADES GROUP.


Ron masih berkutat dengan pekerjaannya, bayangan Eliza tak henti-hentinya menghantui di benaknya. Ron meraup wajahnya kasar, "Aku harus bagaimana Jolie, kau benar-benar bisa membuatku gila. Huh" Desis Ron yang tak henti-hentinya menginggat Eliza.


DRRRRT...... DRRRT.....

__ADS_1


Ponsel Ron berbunyi, Ron pun menekan tombol hijau di layar ponselnya dan mengarahkan benda pipih itu di telingganya.


"Apaaaa....... " Teriak Ron segera beranjak dengan langkah kaki cepat di ikuti John meninggalkan perusahaan dengan wajah panik.


.


.


.


.


Author : Napa loe John, muka di hitam-hitamin kayak gitu.


John : Bukan di hitam-hitamin, memang sudah hitam dari sononya thor. John lagi sedih thor, yang like cerita Author cuman sedikit...


Author : Sabar......ada yang bilang sedikit demi sedikit nanti jadi gunung.

__ADS_1


John : Bukit thor.....bukit..... bukan gunung.....


Author. : Sama aja, bukit sama gunung saudaraan......😜😜


__ADS_2