Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 21


__ADS_3

"Eliza belum lapar Kak" Ucap Eliza.


"Meskipun belum Lapar tapi kamu harus makan" Ucap Rayhan mengambil mangkuk bubur di napan Eliza. "Atau mau aku suapi" Rayhan hendak menyodorkan sendok bubur ke mulut Eliza.


" Mana ada, aku kan bukan anak kecil. Aku bisa makan sendiri Kak" hendak mengambil sendok di tangan Rayhan.


" Udah nurut aja, saya suapi" Rayhan pun menyuapi Eliza. Terlihat wajah Eliza merona malu.


" Kak Ray kita makan berdua ya buburnya. Kakak kan belum makan juga" Eliza mengambil alih sendok di tangan Rayhan dan menyuapkan pada Rayhan tanpa memberi kesempatan Rayhan untuk menolak.


" Makasih ya" Wajah Rayhan tampak bersinar karena merasa senang mendapat suapan dari Eliza. "Ya sudah sekarang kamu lanjutin makannya, saya mau telp Reno" Rayhan pun beranjak keluar ruangan mengeluarkan benda pipih dari sakunya dan menghubungi Reno untuk meminta di bawakan baju ganti dan membelikan baju untuk Eliza. Setelah menghubungi Reno, kini Rayhan beralih menghubungi Mama nya agar tidak cemas pada dirinya yang tidak pulang semalam.


Ketika Rayhan sedang sibuk menelpon, datang seorang dokter muda yang di temani perawat masuk ke ruangan Eliza.

__ADS_1


" Selamat Pagi " Sapa dokter Danu mengeryitkan dahi menatap pasien barunya. "Nona Cantik" Ucap dokter Danu kaget melihat ternyata pasien barunya adalah Eliza, gadis yang ia sukai semenjak pertama kali bertemu.


" Pagi dokter, sus" Eliza tersenyum mengenali dokter yang berada di hadapannya.


" Ternyata pasien baru yang terkena alergi makanan itu, kamu Nona cantik? "Ucapan dokter Danu membuat Eliza malu karena semenjak pertama kali bertemu, dokter muda itu selalu memanggil Nona cantik padanya.


"Haha, iya dok itu saya" Ucap Eliza dengan tersenyum. Rayhan yang sudah selesai menelpon pun kembali ke ruangan Eliza. Ia sempat terdiam melihat pemandangan di depan nya. Dokter Danu sedang memeriksa Eliza. Ia bisa merasakan tatapan suka Dokter muda itu pada Eliza membuat rasa cemburu di hatinya.


Rayhan pun dengan sedikit menahan rasa kesal mendekati mereka.


"Oh Pak Rayhan. Maaf kemarin Dokter Deni mendadak ada urusan keluarga jadi saya menggantikan beliau" Ucap dokter Danu masih memeriksa Eliza."Ok Nona cantik ada yang di keluhkan? " Tanya dokter Danu pada Eliza.


"Masih terasa gatal-gatal dok di kulit saya, sedikit pusing tapi yang paling sakit itu ini dok"Tunjuk Eliza pada tangan nya yang terpasang jarum infus.

__ADS_1


"Haha. Nona Cantik masih takut jarum suntik juga. Sabar ya, insyaAllah kalau besok keadaan kamu sudah baik kamu diijinkan pulang tapi dengan syarat" Ucap dokter Danu tanpa memperhatikan sudah sekesal apa orang yang berada di dekat mereka.


" Syarat apa dok?" Eliza merasa bingung.


" Waktu itu kan saya minta no hp kamu tapi belum sempat kamu berikan" Rayhan sungguh rasanya tidak bisa menahan emosi mendengar ucapan dokter muda itu, tapi dia berusaha terus bertahan karena ia tidak ingin membuat keributan karena kecemburuan nya.


"Ah iya dok, tapi untuk apa ya dok" Eliza bertanya dengan polosnya. Rayhan sudah tidak bisa menahan diri lagi, ia pun memilih meninggalkan mereka dan pergi ke kantin membeli makanan tanpa pamit pada Eliza.


" Hei, kita kan berteman. Apa gak boleh saya meminta no hp kamu"


" Boleh kok dok" Ucap Eliza tersenyum. Mereka pun bertukar no hp. Suster yang melihat pun tersenyum melihat dokter muda itu seperti tertarik pada pasien nya. Karena selama berkerja, ia jarang melihat dokter muda itu dekat dengan wanita manapun.


" Ya sudah kamu istirahat, kalau ada apa-apa panggil saya" Pamit dokter Danu bersama perawat.

__ADS_1


"Terima kasih dok" Eliza mengedarkan pandangan nya ke semua ruangan tapi tak melihat Rayhan. Eliza bangun dari ranjangnya dan membawa tiang infus untuk pergi ke kamar mandi. Ia merasa masih pusing dan tubuhnya masih lemah sehingga secara gak sadar ia hampir terjatuh, untung dengan sigap seseorang menangkap tubuhnya.


__ADS_2