Mencari Gadis Penyelamatku....!!

Mencari Gadis Penyelamatku....!!
Episode 43


__ADS_3

Tok....


tok....


Suara ketukan pintu menganggetkan Ron dari lamunannya.


"Masuk" Ucap Ron.


"Maaf tuan" John masuk dengan membawa sebuah kertas di tangannya. "Ini data gadis itu tuan, dia ternyata bekerja di bagian devisi penjualan" Ucap John memberikan data itu pada Ron.


Ron pun melihat dengan seksama data dari Eliza. "Bagus John" Ucap Ron dengan seringai di bibirnya masih melihat data Eliza.


"Selain bekerja di perusahaan ini, nona Eliza juga masih kuliah tuan" Tambah John.


"Benarkah?"


"Nona Eliza kuliah di jurusan hukum. Dia tinggal di sebuah kontrakan bersama temannya. Tapi sekarang temannya di tugaskan di luar kota" Terang John.

__ADS_1


"Baiklah John, aku ingin pergi ke bagian devisi penjualan sekarang" Ucap Ron tiba-tiba.


"Baik tuan"Ron pun beranjak dari duduknya berjalan keluar ruangan di ikuti John di belakang.


Disisi lain terlihat Eliza sedang berada di ruangan dengan banyak berkas-berkas di hadapannya.


" Nih gue tambahin, kerjain semuanya kalau loe masih mau berada di sini" Perintah Erny yang sewenang-wenang pada Eliza.


"Baik mbak"Ucap Eliza menghela nafas mencoba bersabar menghadapi tingkah Erny.


"Bagus"Ucap Erny memutar badannya hendak berjalan tapi tak sengaja menabrak pak Tarno yang sedang membawa teh hangat untuk Eliza.


"Maaf Neng, bapak gak sengaja" Ucap pak Tarno memelas sambil menunduk.


"Pokoknya saya gak mau tau, bapak harus ganti rugi buat kemeja saya" Ucap Erny sama sekali tidak merasa iba pada pak Tarno. Melihat itu, Eliza pun segera beranjak dari duduknya mendekati pak Tarno.


"Sudah pak, tidak apa-apa jangan di hiraukan" Ucap Eliza menghibur pak Tarno di depan Erny. Melihat itupun Erny semakin emosi.

__ADS_1


"Loe gak usah ikut campur ya, urus pekerjaan loe sendiri" Teriak Erny pada Eliza.


"Mbak udah keterlaluan. Apa sikap seperti ini pantas mbak tunjukkan pada orang yang lebih tua. Dan lagi menurut saya bukan pak Tarno saja yang salah tapi Mbak juga" Tegas Eliza.


"Jadi loe nyalahin gue, kurang ajar loe" Satu tangan Erny sudah terangkat hendak menampar Eliza.


"Kamu cari mati ya" Ucap Ron yang datang tiba-tiba emosi menepis tangan Erny yang hampir mendarat di pipi Eliza.


"Maaf tuan" Ucap Erny gelagapan kaget dengan orang yang tiba-tiba ada di hadapannya. "Mereka yang salah tuan, OB itu kerjaannya gak benar. Baju saya jadi kotor" tunjuk Erny pada bajunya yang terkena tumpahan air teh, mencoba membela diri di hadapan Ron karena ia tahu kalau Ron adalah pemilik baru setengah dari perusahaan ini.


"Apapun itu, yang jelas saya tidak suka perlakuan kasar kamu apalagi pada Jolie" Ucap Ron geram, membuat Erny bergidik ngeri dan bingung kenapa tuan Ron memanggil Jolie pada Eliza. "Pergilah sebelum aku kehilangan batas kesabaranku"


"Baik tuan, maaf saya permisi" Ucap Erny melangkah cepat keluar ruangan karena merasa takut dengan amarah Ron.


"Sini Eliza bantuin pak" Ucap Eliza berjongkok membantu pak Tarno mengambil pecahan gelas, tanpa menoleh pada Ron yang lagi-lagi memandangnya dengan tatapan aneh.


"Ndak usah Neng, biar bapak sendiri nanti tangan Neng terluka" Tolak pak Tarno tapi tak di hiraukan Eliza yang masih terus membantu pak Tarno.

__ADS_1


"Ndak apa-apa pak, kalau terluka ya di obati"Ucap polos Eliza tersenyum. Sedangkan Ron berdiri bersandar di meja Eliza melipat tangan di dada masih terus menatap Eliza yang membatu pak Tarno.


"Aah..." Karena tidak hati-hati tangan Eliza tertancap beling cukup dalam hingga mengeluarkan darah.


__ADS_2