
Satu bulan berlalu dengan cepat hubungan Kenzo dan Zia terjalin semakin harmonis di setiap harinya bahkan Kenzo pun tidak merubah panggilannya pada Zia dia masih setia dengan selalu memanggilnya sayang atau istriku
Sebulanpun berlalu dengan cukup berat bagi Diandra karena sepulangnya dari Rumah sakit dia masih harus berjuang untuk melakukan terapi di kedua kakainya, perjuangan Diandra pun mengalami perkembangan, kini Diandra bisa mulai berjalan lagi tapi masih harus di bantu dengan jangka (tongkat alat bantu berjalan) itupun tidak bisa bertahan lama karena hanya baru satu kaki kiri Diandra yang bisa di bilang cukup baik
Sebulan tidak cukup baik juga di alami sisil lantaran dia berulang kali berusaha mendekati Kenzo namun selalu berujung dengan pengusiran
"Sisil kamu ini kok malah tidur lagi sih?" Tanya Ibu Helena
"Aduh ibu, terus mau ibu aku ngapain?" Tanya Sisil
"Ya kamu usaha lagi dong buat dapatin hati Tuan Kenzo" Ucap Ibu
"Ya ampun bu, aku Sudah melakukan segala cara, buat dapetin hatinya tapi lihat sampai sekarang aku masih belum mendapatkan apapun jangankan dapat perhatian dapat lirikan saja tidak bu" Keluh Sisil
"Ya kamu usaha lagi dong jangan nyerah" Ucap Ibu
"Bu aku udah cape deketin dia susah baget bu beneran, apalagi menghadapi orang yang bernama Nik ya ampun dia adalah orang yang paling mengerikan yang pernah aku temui" Ucap Sisil
__ADS_1
"Kamu tidak akan berhasil hanya dengan menemui dia di kantornya, tapi kamu harus merubah caranya dengan menemuinya di rumahnya" Ucap ibu memberi ide
"Maksudnya?" Tanya sisil
"Kamu temui dia di rumahnya dengan berpura-pura untuk menemui Zia atau Ziko" Ucap Ibu
"Tapi bagaimana caranya aku bisa tahu di mana rumah mereka?" Tanya sisil
"Mikir dong makanya mikir" Keluh ibu
"Ah, Kamu ikutin kemana perginya Zia" Ucap ibu lagi
"Hem kamu tuh bodoh baget sih, ya kamu ikutinlah dia dari Toko Cake Yummy, bukankah itu toko miliknya, kalau menyebut nama Toko Yummy itu, ibu rasanya sesek banget lantaran kita selama ini sudah di bodohi sama si Zia itu, dulu dia bilang cuman bekerja di sana, hah padahal kenyataannya Zia adalah pemilik tokonya, sungguh menyebalkan" Ucap ibu
"Iya ibu benar selama ini kita sudah di tipu sama Zia bahkan berita kematiannya juga adalah penipuan belaka untuk kita" jawab sisil
"Tapi ibu kata temanku Zia jarang sekali ada di toko itu, jadi sangat sulit menemuinya, dan aku gak mau ya nungguin dia seharian di luar toko kan panas" Ucap Sisil lagi
__ADS_1
"Kalau begitu kamu ikuti Iren aja, dia pasti sangat tahu betul di mana rumah Zia sekarang" Ucap Ibu
"Ibu benar, dari pada menunggu di Toko cake lebih baik aku mengikuti ke mana Iren pergi itu lebih menjamin keberhasilan bukan" Ucap sisil yang kembali bersemangat untuk mendapatkan Kenzo
"Itu baru anak ibu, ayo sekarang mandi lalu kita bergerak dengan cepat" Ucap ibu
"Baiklah bu" jawab sisil
♦️♦️♦️♦️
"Bagaimana, apakah tuan agung sudah siap mengembalikan Semua harta milik Istriku dan Ziko?" Tanya Kenzo
"Belum tuan, dia masih meminta perpanjangan waktu setidaknya sampai dia mendapatkan pekerjaan lain" Jawab Nik
"Ini sudah satu bulan dan dia masih belum mau mengembalikan semua hak milik Istriku dan Ziko, dia benar-benar sudah tidak bisa di beri hati" Ucap Kenzo geram
"Ambil paksa semua Harta atas nama Istriku dan Ziko yang sudah mereka rampas dari istriku dan adik iparku selama bertahan-tahun, kita sudah cukup memberikan mereka waktu untuk mengembalikan semua harta itu, tapi mereka malah mengabaikan kesempatan yang di berikan" Ucap Kenzo lagi dengan menahan amarahnya
__ADS_1
"Jika dalam waktu dua hari mereka tidak mengembalikan harta milik Istriku dan adik iparku, Usir mereka dari rumah istriku dan jangan pernah memberikan mereka belas kasih sedikitpun, setidaknya itu akan setimpal dengan apa yang pernah mereka lakukan dulu pada Istriku dan Ziko" Perintah Kenzo
"Baik Tuan" jawab Nik