
Malampun tiba, saatnya pesta resepsi pernikahan yang harusnya menjadi pesta untuk Almira dan Aditya kini menjadi pesta pernikahan untuk Almira dan Darsi.
Dengan kekuasaan yang Darsi miliki Darsi mengubah setiap nama Aditya menjadi namanya taklupa Darsipun menganti baju resepsi Almira, dia merubah semua tema pernikahan Almira dalam sekejap mata bak sulap saja, Almira bahkan dibuat takjub dengan apa yang dilakukan Darsi.
Darsi dan Almira telah selesai bersiap Darsi tak berkedip memandangi Almira yang begitu terlihat cantik dengan Gaun putih yang mewah taklupa kerudung yang dihias dengan mahkota cantik yang tertata rapih di kepalanya memberikan kesan anggun dan elegan bagi Almira, ya Walaupun gaun Almira terbilang gaun pernikahan dadakan karena Darsi menganti gaun pernikahannya yang sebelumnya.
"Tuan apakah ada yang salah" tanya Almira terheran
"em... Tidak ada hanya.... " Darsi menggantung kalimatnya karena ada suara yang menghentikannya bicara
"Jadi kau di sini anak kurang ajar" suara seseorang membelah kegugupan antara Darsi dan Almira
"Ibu?" ucap Darsi
"Dasar anak kurang ajar" ucap ibu Mariam sambil memukuli Darsi
"Ah.. Ibu sakit, ibu ah.. Ampun"
"Biarkan ini hukuman bagimu karena telah berani menikah tanpa meneritahukanku terlebih dahulu"
"Ibu tenanglah ibukan belum pulih betul ibu baru sembuh, marah tidak baik untuk kesehatan ibu" ucap Han menenangkan ibunya sekaligus menyelamatkan Darsi dari amukan ibunya
__ADS_1
Almira hanya tertunduk melihat kejadian di hadapannya, jujur dia merasa bersalah karena telah membuat Darsi harus menikahinya.
Darsi yang melihat Almira hanya menunduk saja langsung menghampirinya dan menarik tangannya supaya mendekat pada ibunya
"Ibu ini Almira istriku" ucap Darsi memperkenalkan
"Nyonya" sapa Almira sambil mengulurkan tangannya pada ibu Mariam,
"Jadi kau wanita yang sudah merebut hati anakku?" jawab Ibu Mariam tegas
Almira hanya mampu menundukkan kepalanya, karena dia mulai merasa bahwa dia tidaklah pantas menjadi istri dari Darsi
"Jadi ini menantu ibu cantik sekali, dengarkan ibu sayang Darsi orangnya sangat kaku, dan agak menyebalkan, dia juga agak jail dan yang lebih parah sebenernya dia anak yang manja" Ucap ibu Mariam
"Ibu..." Ucap Darsi yang tidak terima disebut manja
Seketika suasana jadi lebih hangat karena apa yang mereka takutkan ternyata tidaklah terjadi
"kamu harus banyak sabar menghadapinya, dia juga sering telat makan bahkan kadang jarang makan, dan yang lebih parah dia itu gila kerja sampai dia jarang tidur dan baru bisa tidur kalau sudah mimum obat tidur, ibu harap kamu bisa merubah kebiasaan buruknya itu ya sayang" ucap Ibu Mariam lagi
Almira hanya menjawab dengan anggukkan kepala dan senyuman saja karena dia bingung harus mengakatakan apa pada ibu mertuanya
__ADS_1
"Kalau dia tidak mau mendengarkanmu kamu cukup menjewer telinganya seperti ini" ucap lucy menimpali
"Ah... Ah... Kak ini sakit kak aduh telinganku bisa putus.." Ucap Darsi mengaduh
Semua yang ada di sana langsung tertawa melihat Darsi kesakitan
"Aku doakan anakmu mirip denganku" ucap Darsi kesal sambil memegangi telinganya
"Apakau bilang... " Teriak Han
"Wowowoo... Tenang aku hanya bercanda hehe.. Lagipula apa salahnya si mirip denganku, akukan sangat tampan" kilah Darsi
"Tapi aku ayahnya tidak terima kalau anakku mirip denganmu" sanggah Han
"Iya .. Iya... Mirip denganmu Han" ucap Darsi
"Kaka ipar" teriak Ucap Laky sambil memeluk Almira dan hal itu sukses mendapat pukulan dari Darsi
"Kau baru datang dan main langsung peluk saja" ucap Darsi
"Hehe.. Maaf kak"
__ADS_1