
Setelah pintu terbuka Laki-laki tadi langsung masuk dan di ikuti Diandra yang masih berdiri di ambang pintu, dilihatnya Nik yang sedang berdiri membelakangi Diandra. Nik sedang menghadap pada rak penyimpanan berkas-berkas penting sambil melihat salah satu berkas yang ada di tangannya.
"Alvin simpan saja semua berkasnya di atas meja, dan jangan lupa siapkan laporan ke uangan bulan ini, aku ingin memeriksanya setalah makan siang kau boleh pergi istirahat sekarang." Ucap Nik tanpa menoleh ke arah Alvin dan Diandra.
"Jadi namanya Alvin" ucap Diandra dalam hati.
"Baik tuan kalau begitu saya Permisi" ucap Alvin melangkah pergi.
Melihat Alvin akan pergi dari ruang Nik, Diandra langsung saja panik dan mencoba menahan Alvin untuk tidak pergi.
"Tunggu" ucap Diandra tanpa suara tapi Alvin dapat memahami perkataan Diandra.
"Ada apa nona" ucap Alvin dengan suara keras.
"Ya ampun kenapa dia malah bersuara sih, gak bisa banget ya ngebaca situasi, dasar tidak peka" gerutu Diandra dalam hati sambil menepuk dahinya sendiri.
Mendengar Alvin berbicara lantas Nik pun langsung menoleh ke arah sumber suara, dilihatnya wajah yang dia rindukan ada di hadapannya.
"Nona muda anda di sini?" tanya Nik.
"Emm.." Jawab Diandra mati kutu.
"Kau boleh pergi Alvin" ucap Nik.
"Baik tuan permisi" jawab Alvin.
Diandra menahan diri agar tidak terlihat gelagapan di dahapan Nik, apa lagi saat melihat Nik mulai melangkah mendekat kearahnya.
"Apa yang membuat anda datang kemari?" tanya Nik sambil menahan senyum.
"Aku... Aku di.. Di... Diminta kakak mengantarkan ini" ucap Diandra gagap sambil memberikan bungkusan makanan yang dia bawa.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya Nik pura-pura bodoh.
"Apa kau tidak lihat itu apa, itu makanan" ucap Diandra ketus.
"Aku tahu ini makanan tapi maksudnya apa? Lagi pula aku tidak minta di bawakan makanan!" ucap Nik.
"Kenapa kau banyak tanya sekali, terima saja dan makanlah, maka semuanya akan selesai." elak Diandra.
"Apa benar tuan Kenzo mengirimkan ini untuk ku tanpa tujuan apapun?" ucap Nik penuh selidik.
"Aku tidak tahu" jawab Diandra.
"Kalau begitu aku kan menghubungi tuan kenzo dan mengatakan terimakasih atas makan yang dia kirimkan padaku" ucap Nik penuh maksud.
Mendengar itu Diandra langsung kaget dan gemetar ketakutan, "Ya ampun mati aku kalau dia beneran menghubungi kakak" ucap Diandra dalam hati.
Nik pun menyimpan bungkusan makanan itu di atas meja lalu duduk di atas sofa yang tersedia di ruangan Nik.
Nik mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya dan berpura-pura mencoba menghubungi Kenzo, pada saat Diandra melihat Nik mengangkat ponselnya mendekat ke arah daun telinganya, Diandra langsung gemetar ketakutan dan dengan sepontan dia Langsung merampas ponsel Nik dan menyembunyikannya di belakang punggungnya.
Nik tidak menjawab dia hanya memandang wajah Diandra lekat, dilihatnya wajah itu tengah ketakutan atas apa yang dia lakukan, dan itu nampak jelas di wajah Diandra.
"Kau boleh membuangnya jika kau tidak suka dan aku akan pergi tapi jangan katakan pada kakak ya aku mohon" pinta Diandra lagi.
Tapi Nik masih belum menjawab dan hal itu membuat Diandra tambah bingung dan tidak bisa berpikir jernih.
"Baiklah aku akan membawa makannya pergi, anggap saja ini tidak terjadi, anggap saja kau sedang bermimpi buruk dan... Aku tidak akan melakukan hal kurang ajar ini lagi aku janji." Ucap Diandra sambil mengambil kembali bungkusan makanan yang dia bawa dan mencoba keluar dari sana secepat mengkin.
Tapi belum sempat Diandra melangkah pergi Nik sudah menarik tangannya dan mendudukan Diandra di sampingnya.
"Kau sudah jauh-jauh datang kemari dan kau juga berbohong padaku, maka kau harus di beri hukuman." Ucap Nik sambil tersenyum ke arah Diandra.
__ADS_1
Melihat senyuman di wajah Nik membuat Diandra semakin merasa takut dan bertambah malu pada Nik.
Diandra sungguh menyesal dan merutuki kebodohannya yang sudah datang membawakan Nik makan siang, rasanya Diandra benar-benar ingin menghilang saja dari sana.
Nik mengambil kembali bungkusan makanan dari tangan Diandra dan membukanya.
"sepertinya ini enak" ucapnya.
"Sekarang suapi aku" ucap Nik lagi.
"Hah... Tidak mau" tolak Diandra ketus.
"Kau harus mau karena itu adalah hukuman untukmu" ucap Nik penuh maksud.
"Apa mana bisa seperti itu" protes Diandra.
"Baiklah kalau begitu tuan Kenzo akan..." belum sempat Nik menyelesaikan perkataannya, Diandra sudah mengambil alih bungkusan makanan tersebut dari tangan Nik.
Melihat itu Nik senangnya bukan main.
"Baca doa dulu" ucap Diandra galak.
"Yang ikhlas dong" gerutu Nik.
"Hemmmmmmmm... Baca doa dulu ya" ucap Diandra dengan nada lembut yang dia paksakan lalu kembali menunjukkan wajah galaknya.
"Seyum dikit pasti tambah nikmat deh makannya" ucap Nik dan langsung mendapatkan tatapan galak dari Diandra.
Nik hanya terkekeh pelan melihat wajah Diandra yang penuh dengan rasa kesal, hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Nik.
πΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Jangan lupa Vote dan like nya ya yang banyakk teman-teman
Terimakasih ππ