Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 68


__ADS_3

Tak terasa waktu terus berputar dan hari terus berganti kini usia kandungan Zia sudah memasuki bulan ke tujuh, perut ratanya kini telah membuncit menandakan colon si jabang bayi yang ada di perut Zia telah tumbuh semakin membesar.


Seiring dengan membesarnya perut Zia sikap manja Zia pun semakin menjadi-jadi pada Kenzo, membuat Kenzo kelimpangan menghadapi sikap Zia yang terus berubah-ubah setiap harinya.


Akan tetapi anehnya hal itu tidak membuat Kenzo berani untuk menolak apapun yang di inginkan Zia dan Kenzo pun bahkan hapir tak berani lagi meninggikan suaranya di depan Zia kala dia merasa kesal dengan apa yang Zia lakukan padanya.


Sikap mengalah Kenzo pada Zia, membuat dia jadi sering menggertu tidak jelas di belakang Zia dan tak jarang Nik selalu jadi sasaran pelampiasan rasa kesalnya pada Zia, dan Nik yang malang hanya mampu pasrah dan menerima semua yang di lakukan kenzo padanya.


Hari ini Kenzo, Zia dan Ziko akan pergi kerumah utama Keluarga Maliq, mengingat usia kandungan Zia yang sebentar lagi akan melahirkan membuat Kenzo harus membawa Zia dan Ziko ke rumah utama untuk tinggal di sana sementara waktu, hal itu di lakukan Kenzo atas permintaan Mommy Almira.


Sementara Zia dan Ziko begitu semangat mempersiapkan kepergian mereka untuk tinggal di rumah utama, lain halnya dengan si kepala pelayan yang menaruh rasa kagum dan sukanya pada Zia, dia nampak sedih dan berberat hati untuk di tinggal pergi oleh Zia, walaupun demikian dia sendiri tidak berani melarang majikannya tersebut untuk pergi.


"Pak syam kenapa kau terus murung sejak kemarin?" tanya salah satu pelayan.


"Nona Zia... Nona Zia..." Jawab Pak syam sendu.


"Iya nona Zia kenapa?" tanya pelayan lagi terheran.


"Nona Zia akan pergi hiks ... Hiks... Tuan Kenzo akan membawanya nona Zia pergi ke rumah utama, hiks.. Hiks... " Jelas pak syam sambil menangis.


"Ya ampun pak syam.. Kenapa kau malah menangis, lagian tuan dan nona mudakan hanya tinggal sementara di rumah utama sampai nona muda melahirkan, kau tidak perlu berlebihan pak syam." Ucap sang pelayan.


"Sementara kau bilang? Tapi bagiku itu sangat lama dan aku tidak sanggup jika tidak melihat nona Zia!" Jawab pak syam.

__ADS_1


"Ya ampun Pak syam... Kau sadar dengan apa yang kau katakan? Jangan-jangan kau suka pada nona Zia? Sadar pak syam sadar, nona muda itu istri dari majikan kita, itu artinya nona muda juga majikan kita. Jangan aneh-aneh deh pak syam kalau tuan Kenzo tahu bisa gawat, hhihh... Membayangkan kemarahan tuan kenzo saja aku tidak berani apalagi sampai harus melihat tuan kenzo marah hihhh... Takut." Ujar pelayan tersebut panjang lebar sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Ihhhh kau ini berisik sekali, aku... Tidak suka dengan nona muda, aku hanya kagum saja padanya itu saja, lagian wajar bukan kalau kita mengagumi seseorang." elak pak syam.


"Pak syam antara kagum dan suka tuh beda tipis loh" ucap sang pelayan.


"Pak syam.. Tuan memanggilmu" ucap pelayan yang lagin memotong pembicaraan.


"Ah iya sebentar" jawab pak syam.


"Sudahlah kau lanjut kerja jangan mengurusi kehidupan orang lain, cepat sana atau mau ku pecat?" ancam pak syam.


"Tidak pak, heheh ini juga mau kerja kok" jawabnya sambil berlalu pergi.


Tok tok tok...


"Tuan" ucap pak syam.


"Panggil pelayan yang lain dan bawa semua kopernya dan masukan ke dalam mobil" perintah Kenzo tanpa menoleh pada pak syam.


"Baik Tuan" jawab pak syam.


Setelah beberapa saat dua pelayan laki-laki pun datang dan membawa koper-koper kenzo, Zia dan Ziko.

__ADS_1


"Pak syam selama kami pergi, jaga rumah dengan baik." Pinta Kenzo.


"Baiklah Tuan serahkan pada saya" jawab Pak syam.


"Suamiku ayo kita berangkat" ucap Zia yang baru masuk kamar bersama Ziko.


"Iya ayo sayang, gak ada yang tertinggalkan?" tanya Kenzo.


"Sepertinya tidak" jawab Zia.


"Ya sudah ayo" ajak Kenzo sambil menggandeng tangan Zia dan menuntunnya berjalan keluar rumah.


Ziko langsung berlari masuk mendahului ke dalam mobil dan duduk di kursi depan, lalu Kenzo dan Zia juga langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.


Setelah semua sudah dalam mobil sopirpun membawa laju mobil pergi meninggalkan rumah Kenzo dan Zia, pak syam yang melihat Zia pergi tanpa mengatakan apapun padanya membuat hati Pak syam kecewa dan sedih.


"Nona kau bahakan tidak berpamitan padaku" ucap pak syam sendu.


"Memangnya untuk apa nona berpamitan pada anda pak?" tanya pelayan yang tadi.


"Kau jangan ikut campur, cepat kerja" ucap pak syam dengan tegas dan berlalu masuk ke dalam rumah.


"Pak syam.. Pak syam kelamaan menduda sih jadinya gitu ahahha... " celoteh sang pelayan.

__ADS_1


__ADS_2