Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 58


__ADS_3

Satu minggu berlalu Nik tidak bisa mengawasi langsung kedekatan Diandra dengan teman laki-lakinya, karena Nik di haruskan pergi keluarga negri untuk urusan pekerjaan bersama Kenzo.


Nik hanya bisa menunggu kabar dari anak buahnya saja dan tidak dapat melakukan lebih karena keberadaannya yang sedang di luar negri membuat dirinya tidak leluasa mengawasi Diandra.


❤️❤️❤️❤️


"Zia kamu kok makan banyak banget sih, udah kaya orang yang tidak di kasih makan selama setahun tahu gak?" ucap Iren yang merasa aneh dengan perubahan cara makan Zia.


"Kakak memang makan banyak akhir-akhir ini kak Iren, kak Kenzo saja selalu muntah-muntah kalau liat kak Zia makan banyak " jawab Ziko.


"Kenzo sering sering muntah? Itu beneran Zia?" tanya Iren.


"Suamiku hampir tiap hari muntah di pagi hari, bahkan Suamiku itu harus berangkat ke kantor agak siang di setiap harinya karena selalu muntah-muntah" jawab Zia sambil memakan kembali cake coklat ke mulutnya.


"Zia apa kamu hamil?" tanya Iren.


"Hamil?" ucap seseorang yang baru datang.


Zia, Ziko, dan Iren melihat ke arah sumber suara yang tiba-tiba datang.


"Mommy?" ucap Zia.


"Sayang kamu... Kamu hamil?" tanya mommy Almira.


"Enggak mom aku gak hamil, tahu ini Iren suka asal kalau bicara" jawab Zia merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Zia aku tuh gak asal bicara ya, kalau orang lain lihat cara kamu makan ya pasti mereka juga bakal ngira kamu lagi hamil" ucap Iren.


"Sudah dari pada kita menerka-nerka mending kita ke Dokter saja, biar pasti hasilnya" jawab mommy Almira.


"Enggak mom jangan, lagian aku gak hamil, aku juga gak muntah-muntah, katanya kan kalau orang lagi hamil suka muntah-mutah, ni aku enggak mom" tolak Zia.


"Kamu emang gak muntah-muntah Zia tapi suami kamu yang muntah-muntah, kan ada tuh suami yang ngalamin fase muntah-muntah gantiin istrinya" jawab Iren.


"Iren benar, akan baik jika kita memeriksakan keadaanmu ke Dokter" ucap mommy Almira.


"Tapi mom suamiku kan lagi di luar negri jadi aku periksanya nanti saja ya sama dia" ucap Zia beralasan.


"Zia justru malah bagus suami kamu gak ada saat kamu di periksa, ni ya kalau kamu beneran hamil dia akan sangat bahagia kalau tahu kamu hamil, dan jika kamu tidak hamil kamu gak usah ngasih tahu dia." Ucap Iren.


"Sudahlah ayo kita pergi" ucap mommy Almira tak terbantahkan.


Kini Zia sudah memasuki ruangan dokter kandungan Zia hanya duduk saja tanpa mengatakan apapun, sementara Iren duduk menunggu di luar ruangan.


"Nyonya besar suatu kehormatan anda datang menemui saya" ucap Dokter raya selaku dokter kandungan.


"Jangan begitu formal, saya datang bersama menantu saya, tolong periksa dia." Ucap Mommy Almira.


"Tentu, nyonya muda, boleh saya tahu keluhannya apa?" tanya Dokter raya.


"Saya tidak mengalami keluhan apapun dokter" jawab zia gugup.

__ADS_1


"Kalau begitu boleh saya tahu sejak kapan terahir kali anda me**truasi?" tanya dokter raya ramah.


"Em.." Zia nampak berpikir sejenak untuk menjawab.


"Saya lupa Dokter" jawab Zia.


"Tidak masalah nyonya, mari ikut saya kita lakukan periksaan lanjutan" ucap dokter raya.


Dengan perasaan cemas dan gugup Zia mengikuti semua intruksi dokter Raya, dia berbaring di atas rajang yang tersedia.


Sementara dokter raya, dia melakukan pemeriksaan dengan menyeluruh, hingga akhirnya dokter raya tersenyum begitu lebar pada Zia dan mommy Almira,


"Nyonya anda bisa melihat titik hitam di layar itu yang berbentuk bulat kecil seperti kacang?" tanya Dokter Raya.


"Alhamdulillah" ucap mommy Almira yang memang sudah mengerti arti dari titik kecil tersebut.


"Apa itu dokter?" tanya Zia.


"Nyonya muda, selamat anda akan jadi seorang ibu, dan itu adalah calon bayi anda yang sekarang ada di rahim anda" ucap Dokter raya.


"Benarkah dokter?" tanya Zia tak percaya, matanya yang sudah berkaca-kaca menandakan betapa dia sangat terharu dan bahagia.


"Benar nyonya muda, kalau menurut hasil pemeriksaan usia kandungan anda menginjak empat minggu" jawab dokter raya.


"Alhamdulillah, mommy aku hamil" ucap Zia bahagia.

__ADS_1


"Iya sayang Alhamdulillah" jawab mommy Almira.


"Suamiku aku hamil, kita akan jadi orang tua, aku tidak sabar menanti kepulanganmu, dan memberi kabar kehamilanku padamu, cepatlah pulang" ucap Zia dalam hati.


__ADS_2