Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 60


__ADS_3

Nik yang sadar akan apa yang dia lakukan sungguh tidak bisa mengendalikan dirinya lantaran tubuhnya berkata hentikan tapi hatinya berkata lanjutkan.


Alhasil Nik memilih meneruskan apa yang sedang dia lakukan pada Diandra, dia memeluk Diandra erat karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang langka ini.


Setalah cukup lama Nik baru melepaskan Diandra, karena Diandra terus menerus menepuk-nepuk bahunya, dan itu membuat Nik sadar bahawa Diandra sudah mulai kehabisan nafas karena ulahnya.


Baik Nik maupun Diandra sama mengatur nafas mereka, sambil sama-sama menenangkan deru jantung mereka yang berdetak lebih cepat.


Diandra menatap Nik dengan tatapan seolah akan membunuhnya, tapi bukannya takut Nik malah terkekeh pelan.


"Kembali lah ke kamar, aku akan mengambilkan air minum untukmu." Ucap Nik.


Tapi Diandra tidak menjawab dia masih memasang mode galak pada Nik.


Nik yang merasa keadaan sudah sangat berbahaya untuknya, dengan menepis rasa ragu Nik menggendong Diandra dan membawanya kembali ke dalam kamarnya.


Diandra berusaha memberontak dan minta di turunkan, "Kak Nik apa-apa sih, turunin gak?" protes Diandra.


"Kalau kau bicara dengan nada sekeras itu maka seisi rumah ini akan bangun karena suaramu itu" jawab Nik sambil melangkah menaiki tangga ke lantai dua.


"Turunin gak?" keluh Diandra.


"Mau di turunin, okh aku turunin" jawab Nik sambil membuat Diandra seolah hampir terjatuh karena nik akan melepaskan kedua tangannya dari badan Diandra.


Hal itu sukses membuat Diandra ketakutan dan malah memeluk Nik, dan Nik pun tentu senangnya bukan main, karena aksinya menankuti Diandra berhasil.


Nik membuka kamar Diandra dan mendudukannya perlahan di tepi rajang, Diandra pun melepaskan pelukannya dari Nik saat dirasa sudah aman.

__ADS_1


"Kau..." Ucap Diandra sambil memukuli Nik dengan tangannya.


"Ah... Nona ini sakit" keluh Nik saat Diandra memukulnya tanpa ampun.


Nik menahan kedua tangan Diandra dengan tangannya, "Nona hentikan ini sakit" ucap Nik.


"Salah sendiri berani mencuri ciuman pertamaku" jawab Diandra sambil melotot galak.


Nik tidak menjawab dia hanya tersenyum menanggapi keluhan Diandra.


"Kembalikan ciuman pertamaku, dasar pencuri." Ucap Diandra lagi.


"Kembalikan?" tanya Nik sambil tersenyum penuh makna.


"Iya" jawab Diandra tanpa berpikir jernih.


Nik kembali mengecup bibir Diandra, mata Diandra membola lebar menatap tajam kearah Nik.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Diandra.


"Mengembalikan apa yang kau pinta" ucap Nik tanpa rasa bersalah.


"Iya.. Tapi" jawab Diandra yang mulai sadar akan ke bodohannya.


"Apa masih kurang?" tanya Nik.


"Hah.." jawab Diandra.

__ADS_1


Tapi tak di dengar Nik, dan Nik malah kembali mencium Diandra mesra penuh kelembutan, setalah itu Nik melepaskannya sambil menatap lekat kedua mata Diandra.


"Tidurlah ini sudah malam, aku akan kembali mengambilkan air minum untukmu." Ucap Nik sambil mengecup kening Diandra penuh kasih sayang.


Diandra tak menjawab dia hanya membisu sambil melihat kepergian Nik, tak berapa lama Nik sudah kembali dengan satu gelas berisikan air putih untuk Diandra.


"Minumlah dulu" pinta Nik.


"Tolak Diandra tolak, kau harus marah pada Nik." Ucap Diandra dalam hati.


Tapi tangannya terulur sambil menerima gelas berisikan air dari Nik.


"Diandra bodoh kamu, kenapa malah di terima sih" keluh Diandra dalam hati sambil meminum air pemberian Nik.


Nik mengambil kembali gelas dari tangan Diandra setelah Diandra minum, dan menyimpannya di atas nakas.


"Tidurlah" ucap Nik sambil kembali mencium dahi Diandra, lalu memastikan lampu.


"Selamat malam" ucap Nik lagi sambil berjalan keluar dari dalam kamar Diandra dan menutup pintunya rapat.


Setalah kepergian Nik Diandra menjerit dalam hati dan merutuki apa yang dilakukan Nik di dalam hatinya.


"Ih... Kak Nik kurang ajar, kak Nik nyebelin." ucap Diandra kesal.


Berbeda dari Diandra Nik terlihat begitu sangat bahagia, bahkan senyum di bibirnya semakin mengembang.


"Malam ini aku akan tidur dengan nyenyak, ahh... Senangnya, huh.... Ampuni hambamu ini ya Allah, tapi aku begitu bahagia." Ucap Nik sambil menutup mantanya untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2