Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
Episode 42


__ADS_3

Ting.


Bunyi ponsel Darsi yang di letakan di atas meja.


Papah Iskandar bisa melihat jelas isi pesan yang masuk di hp Darsi, isi pesan itu membuatnya sangat terkaget.


CEN LEE


"Tuan, misi telah selesai, bukti telahku kirim ke email anda." Isi pesan dari orang suruhan Darsi


Sebagai seorang Polisi besar Papah Iskandar tau betul nama-nama Detaktif rahasia yang dilindungi negara, mereka ditugaskan untuk menjadi Detaktif profesional dan handal.


Dan papah Iskandar tau betul siapa itu Cen lee, karena sebelumnya mereka pernah dekat.


"Mungkinkah Cen lee yang ku kenal?" Tanya papah Iskandar dalam hati


Darsi melangkah kembali ketempat duduknya, dipandanginya benda pipih miliknya itu dan dia tersenyum puas.


"Maaf Tuan sepertinya saya tidak bisa melanjutkan permainan ini, karna saya masih ada pekerjaan, jadi saya undur diri lebih dulu." Ujar Darsi


"Kau sudah mau pupang padahal permainannya belum selsai," Ucap papah Iskandar


"Mungkin kita akan bermain lagi dilain kesempatan Tuan Reno," Ucap Darsi


"Akan ku tunnggu kesempatan itu ada." Ucap Reno.


"Tuan untuk Almira saya tetap akan memberikan waktu 2 hari untuk beristirahat, agar dia bisa masuk kembali ke kantor." Ucap Darsi


"Kalau lebih dari dua hari?" tanya papah Iskandar

__ADS_1


"Makan saya akan memecatnya" Jawab Darsi


Papah Iskandar hanya tersenyum mendengar pemaparan Darsi.


"Baiklah Tuan saya permisi" Ucap Darsi lagi


"Hem" jawab papah Iskandar


Papah Iskandar dan Renopun mengantarkan Darsi sampai pintu depan sesaat Darsi berpamitan pada Mamah Jainab dan Almira, yang sekarang juga ikut mengantarkan Darsi sampai teras depan rumah


Sesampainya di depan rumah ada Laki-laki bertubuh tegap atletis dan tak kalah keren dari Darsi menunggu di samping mobil Darsi.


"Almira kenalkan dia Marco, Asisiten pribadiku" Ucap Darsi memperkenalkan Marco pada Almira


"Em... Bukankah tuan Han itu... -" Ujar Almira terpotong oleh Darsi


Almira mengerti betul apa yang Darsi maksud


"Hallo nama saya Almira." Tanya Almira


"Hallo nona" jawab Marco singakat.


"saya pamit Assalamualaikum" Ucap Darsi


"Wassalamu'alaikum" Jawab semua


"Ayo pergi" Ujar Darsi sambil melangkah medekati mobil dan marco membukan pintu mobil untuk Darsi.


Setelah pintu mobil ditutup tanpa mengatakan apapun marco hanya membungkukkan badan dan masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Sepeninggalnya Darsi, Reno merasa sangat geram karena lagi-lagi dia harus melihat kepergian Darsi dengan keren, sementara dirinya hanya akan mendapatkan pengusiran dari papah Iskandar, sebelum itu terjadi Renopun berniat untuk pulang.


"Om tante saya permisi pulang." Ucap reno


"Loh nak reno kok buru-buru kan baru datang." Tanya mamah Jainab


"Iya tanten maaf, soalnya saya juga harus kembalikan ke kantor." Jawab Reno


"Kalau begitu saya permisi Om Tante, Al aku pulang ya" Ucap Reno


Renopun pergi dari rumah Almira.


***


Dua hari telah berlalu dan Almirapun sudah kembali ke kota J, dan dia sudah mulai bekerja lagi di perusahaan Malik Grup


"hem aku rindu sekali suasana kantor, tapi aku tidak rindu setumpuk pekerjaan ini" Gerutu Almira


"kalau kau terus menggerutu, yang anda semua berkas itu tidak akan pernah selesai kau kerjakan" Ujar Marco yang tiba-tiba datang menghampiri Almira.


"Kau..." ucap Almira


"Ini semua jadwal Tuan Dari hari ini, aku hanya membantumu hari ini saja karna kau baru masuk lagi, selebihnya kerjakan sendiri dan jangan ada kesalahan sedikitpun kau mengerti" Titah Marco tegas dan datar.


"iya Tuan saya mengerti, Terimakasih atas bantuan anda sebelumnya" Ucap Almira


"Hem" Jawab Marco sambil berlalu pergi meninggalkan Almira


Ya Ampun itu manusia apa kulkas dingin bangat? Almira

__ADS_1


__ADS_2