
Dengan rasa sakit akibat luka tembakan di punggungnya, Zia berusaha keras untuk berlari walau darah sudah membasahi seruh punggungnya
"Ayo nyonya" Pinta Zia pada wanita tua itu
"Aku lelah nak" Ucap Wanita tua, sambil berhenti sejenak
"Tidak nyonya kita harus cepat pergi dari sini" Ucap Zian cemas
"baiklah ayo" jawab wanita tua
"hey kalian berhenti" teriak salah satu preman
Mendengar itu Zia dan wanita tua itu berlari lebih cepat lagi tanpa melihat jalan, tanpa mereka sadari ada sebuah mobil merah melaju dengan kecepatan penuh mengarah pada mereka hal yang tak terdugapun terjadi Zia langsung mendorong tubuh rentan wanita tua itu dari sampingnya dan.....
Brakk...
belum sempat Zia menghindar, mobil itu menabrak tubuh Zia keras hingga terpental kebahu jalan
"Tidakkkk..." teriak wanita tua itu histeris
Mobil yang menabrak Zia pun berhenti, sangpengemudi keluar dari dalam mobil dan melihat keadaan Zia
__ADS_1
Dengan sisa kesadarannga Zia melihat seorang wanita muda di depannya yang tengah berdiri memandanginya "Sisil.." Ucap Zia lemah sambil mengangkat satu tangan kearah sisil, sungguh Zia berharap sisil mau menolongnya, tapi sayang ternyata sisil memilih lari meninggalkan Zia
"Mau kemana kamu? Kamu sudah menabrak dan kamu harus tanggung jawab" Ucap Wanita tua yang sedang mencoba menghalangi sisil untuk kabur
Tapi sayang tubuh lemah wanita tua itu tidak sebanding dengan sisil, sisil langsung mendorong wanita tua itu dan dia langsung masuk kedalam mobilnya serta melarikan diri dengan kecepatan penuh
Wanita tua itu melangkah mendekati Zia, dan memangku kepala Zia di pahanya "Bertahanlah nak, bertahan aku mohon" pinta wanita tua itu sambil terisak
Hujan semakin deras membasahi tubuh Zia menambah sakit dan perih pada setiap luka di tubuhnya, darah mengalir deras dari kepala dan punggung Zia, menjadikan hujan itu serasa hujan darah
"Bunda... Mungkinkah ini saatnya kita bertemu?" Tanya Zia dalam hati "inikah saatnya" ucapnya lagi sampai ahirnya kesadaran Zia benar-benar hilang
Kenzo lari ke arah wanita tua yang sedang memangku Zia
"Oma" Ucap Kenzo cemas, Ya wanita Tua yang sejak tadi di tolong Zia adalah Oma Mariam, Oma dari Kenzo dan Ibu dari Daddy Darsi
"Kenzo, tolong dia, dia yang sudah menyelamatkan Oma" Pinta oma sambil menangis
"Tenanglah oma kita akan membawanya ke rumah sakit" Ucap kenzo
Kenzo mengambil alih tubuh Zia dari Oma Mariam, betapa kagetnya Kenzo saat melihat wanita yang tidak sadarkan diri itu adalah wanita yang dia rasa kenal
__ADS_1
"Dia? Bukankah dia adalah wanita si pemilik toko cake?" tanya kenzo dalam hati
Tanpa berpikir panjang Kenzo langsung memangku tubuh Zia dan memerintah kan Nik untuk menjaga oma Mariam
Setelah Zia dan oma Mariam masuk ke dalam mobil, kini mobil itu melaju dengan kencang ditengah hujan menuju RS. Sesampainya di rumah sakit Zia langsung di larikan ke UGD
Darsi, Almira, Han dan Lucy pun sudah datang ke RS memenuhi lorong UGD, menanti keadaan Oma Mariam dan keadaan Zia.
Oma mariam dinyatakan baik-baik saja tapi kecemasan masih belum sirna dari raut wajahnya, dia begitu takut menanti kabar dari ruang oprasi, kini Zia tengah di oprasi untuk mengangkat peluru di punggungnya
Tiga jam sudah tapi Zia masih belum selesai di oprasi, lama mereka menunggu hingga ahirnya dokter keluar dari dalam ruang oprasi
"Dokter salim bagai mana keadaannya?" Tanya Almira
"Oprasinya lancar, Beruntung pelurunya tidak sampai menembus ke jantung, tapi..." Dokter salim menggantung ucapannya
"Tapi apa?" Tanya Almira lagi
"Karena pasien kehilangan banyak darah di kepala dan karena benturan yang cukup keras juga di kepalanya mengakibatkan kondisi pasien saat ini Koma"
"Koma?" Tanya Oma mariam tak percaya
__ADS_1