
Satu hari kenzo sakit, satu hari pula Nik begitu sibuk dengan pekerjaannya, malam hari Nik kembali ke rumah Kenzo, dia memarkirkan mobilnya di depan rumah Nik, dan langsung masuk kerumah kenzo.
Ruang Kerja Kenzo adalah tujuannya saat ini, dia menaiki tangga untuk menemui Kenzo yang sedang ada di ruang kerjanya saat ini, keadaan Kenzo mulai membaik setelah di infus.
Saat Nik menaiki tangga tiba-tiba Nik merasakan pusing yang amat sangat di kepalanya sehingga membuat Nik harus menghentikan langkahnya di tengah tangga.
"Ah..." Rintih Nik memegangi kepalanya saat merasakan pusing yang tiba-tiba menghantam kepalanya.
Setalah di rasa, rasa pusing mulai mereda Nik langsung kembali melanjutkan langkahnya hingga sampailah Nik di lantai dua rumah Kenzo,
Langkahnya dan tatapannya tiba-tiba terkunci pada sosok gadis yang ada di hadapannya yang entah sejak kapan ada di sana.
Tidak bisa berbohong lagi Nik sungguh merindukan sosok gadis yang ada di hadapannya, "Diandraku" ucap Nik dalam hati.
Sungguh Nik ingin sekali melangkah kerahnya dan memeluknya erat, Nik tidak bisa mengalihkan padanganya dari Diandra, dia menatap Diandra begitu dalam, sehingga membuat Diandra menjadi salah tingkah sendiri.
Diandra langsung memalingkan wajahnya dari Nik dan berjalan kembali ke arah kamar Ziko, hati Nik terasa sakit melihat Diandra yang begitu terlihat jelas menghindarinya.
Nik memandangi Diandra yang berjalan sedikit kesulitan dengan tongkatnya, melihat itu Nik ingin sekali membantu Diandra untuk berjalan, dia begitu ingin jadi tongkat yang ada di tangan Diandra, yang begitu di pegang erat Diandra di tangannya.
__ADS_1
Nik melihat jelas Diandra begitu kesulitan berjalan dan hampir terjatuh dengan refleks dia langsung berlari kerah Diandra dan menyanggah bahu Diandra agar tidak terjatuh dengan tangannya.
"Ah..." Ucap Diandra kaget.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Nik, dengan wajah yang panik.
Diandra bisa melihat jelas wajah panik Nik padanya, dan itu terlihat begitu tulus hingga terasa menghangat di hati Diandra.
"Tidak aku tidak apa-apa, terimakasih Tuan Nik" ucap Diandra dengan wajah yang kembali dia buat ketus, setelah mendapatkan kesadarannya.
"Tuan?" ucap Nik begitu kaget mendengar Diandra memanggilnya Tuan dan bukan kakak seperti biasanya.
Nik terus memandangi Diandra yang terlihat berusaha berdiri tegak dengan tongkatnya dan berusaha menjauhkan tangan Nik dari bahunya.
"Tuan" ucap Nik saat melihat Kenzo yang tiba-tiba ada di sampingnya.
"Em... Ini file berkas yang anda minta Tuan" ucap Nik sambil memberikan beberapa berkas dari tangannya.
"Hem" jawab Kenzo sambil menerima berkas tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan anda Tuan?" tanya Nik.
"Aku sudah membaik, tapi sepertinya kau yang kurang baik Nik, wajahmu... Terlihat pucat, apa kau baik-baik saja?" tanya Kenzo penuh selidik.
Mendengar itu Diandrapun langsung melihat wajah Nik dan bener saja wajah Nik terlihat pucat.
"Ah, saya tidak apa-apa tuan, hanya belum makan saja sejak pagi" ucap Nik sambil tersenyum ke arah Diandra yang terlihat hawatir padanya.
"Kebiasaanmu itu buruk Nik, selalu saja lupa makan, padahal aku sudah menegurmu berulang kali, tapi tidak pernah kau dengar, sekarang pergilah ke dapur dan makanlah dahulu sebelum kau pulang" ucap Kenzo.
"Ah tidak terimakasih tuan, aku harus pulang, papa pasti sudah menunggu di rumah untuk makam malam bersama, anda tahu sendirikan tuan, kami hanya tinggal bedua setalah mama meninggal, jadi saya harus pulang sekarang sebelum beliau menunggu terlalu lama." Tolak Nik.
"Selalu saja menggunakan Uncle Marco sebagai alasan, tentu aku jadi tidak bisa melarangmu jika mengenai uncle Marco." Jawab Kenzo.
Nik hanya tersenyum menanggapi ucapan Kenzo lalu mengalihkan pandangannya pada Diandra yang masih terlihat cemas memandangnya, wajah cemas Diandra dapat Nik lihat dengan begitu jelas.
Rasanya Nik ingin sekali mengatakan "Aku baik-baik saja" tapi ia urungkan karena ada Kenzo di antara dirinya dan Diandra saat ini.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa Vote dan like nya ya yang banyakk ya temen-temen😍😍
Terimakasih 🙏🙏🤗🤗🤗