
Saat Zia akan mengetuk pintu kamar inap Ayahnya tiba-tiba kenzo menghentikan langkahnya.
Drettt Drett
Satu panggilan masuk di ponsel Kenzo
***Oma Mariam* ❤️**
Nama yang muncul di layar ponsel
"Dari Oma, kau masuk terlebih dahulu tidak apa-apakan?" Tanya Kenzo
"Iya tidak apa-apa" Jawab Zia
Tok tok tok
Zia mengetuk pintu kamar inap ayahnya lalu setelah itu Zia masuk dengan menutup kembali setengah pintun
"Assalamualaikum" Ucap Zia
"Waalaikum salam" jawab semua
Di dalam kamar inap Ayahnya ada Ibu tiri dan sisil yang sepertinya memang sudah menunggu mereka
Ayah Agung terbaring di atas tempat tidurnya, Ibu tiri Helena duduk di samping tempat tidur ayah Agung sedang Sisil dia duduk di Sofa dengan sesekali menyisir rambutnya yang panjang dengan Jari tangannya,
__ADS_1
Sisil sungguh-sungguh mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Kenzo hal itu terlihat jelas dari baju seksinya yang berwarana merah yang dia pakai, sungguh baju itu tidak layak untuk di kenakan di rumah sakit tapi Zia memilih mengabaikan sisil dan menyapa ayahnya
"Ayah bagaimana kabar ayah sekarang? Ayah sakit apa sampai harus di rawat di rumah sakit?" Tanya Zia lembut
"Ayah hanya..." Ucapan Ayah agung terpotong
"Di mana suamimu Zia?" Ucap Sisil dengan begitu ketus
"Iya di mana suamimu? jangan-jangan kau istri yang tidak di anggap ya?" Tanya Ibu Helena
"Sutt jaga bicara kalian" Ucap Ayah Agung
"Ayah baik-baik saja hanya penyakit orang tua saja" Ucap Ayah agung sambil tersenyum
"Iya Kak Zia Ayah tidak apa-apa kau tidak perlu hawatir" Ucap Sisil dengan tiba-tiba berbicara manis
"Sayang" Ucap kenzo dengan tersenyum sambil menatap Zia lembut
"Ah... Ayah ini suamiku dan suamiku ini Ayahku, Ibu dan Adik tiriku sisil" Ucap Zia memperkenalkan mereka
"Hem" Jawab Kenzo datar
Lalu setelah itu suasana jadi hening tidak ada pembicaraan lagi, karena keadaan yang tiba-tiba jadi terasa tegang Kenzo sungguh tidak tersenyum sedikitpun pada Ayah, Ibu dan Sisil. Aura dingin yang menyeramkan begitu terasa menerkam berasal dari Kenzo dan Nik yang mulai mengintimidasi Ayah, Ibu dan Sisil termasuk Zia yang menjadi bingung harus mengatakan apa dan berbuat apa.
Sisil merasakan ketakutan mendera dirinya tangannya sedikit bergetar namun dia abaikan dan berusaha untuk tenang dan mencuri kesempatan agar bisa mendekati Kenzo
__ADS_1
Dengan menepis rasa rakutnya Sisil tersenyum menggoda pada Kenzo dan menghampirinya
"Kenalkan namaku sisil adik dari Kak Zia istrimu" Ucap Sisil tanpa rasa malu dia berusaha menggoda Kenzo dengan melenggak-lenggokkan badannya sambil mengulurkan tangannya untuk bisa bersalaman dengan Kenzo
Kenzo yang sudah sangat Jengah mengabaikan uluran tangan Sisil dan menatap lembut Zia sambil tersenyum
"Sayang bisa kita pergi sekarang?" Tanya Kenzo
Melihat dirinya diabaikan Sisil mulai terbakar emosi dengan kasar dia membalikkan badannya dan kembali ke posisinya semula
"Aku harus pegi ke kantor" Ucap Kenzo lagi
"Ah iya sebentar" jawab Zia
"Ayah aku pamit semoga Ayah cepat sembuh" Ucap Zia
"Terimakasih Zia, oh iya bagaimana keadaan Ziko?" Tanya Ayah
"Dia baik-baik saja selama aku masih hidup tidak akan ada yang harus di hawatirkan lagi untuk Zia dan Ziko, karena bagiku mereka adalah segalanya. Jadi bersikaplah seperti biasanya, lagipula bukankah kalian sudah sangat senang saat kalian tahu bahwa Zia sudah meninggal dan Ziko yang tidak pernah kembali karena sudah kalian buang" Ucap Kenzo tegas dan penuh sindiran
"Jangan kalian pikir aku tidak tahu apa yang sudah kalian lakukan pada istruku dan adik iparku di masa lalu" Ucap Kenzo lagi sambil menatap tajam pada Ibu Helena
Sisil, Ibu Helena, Ayah Agung dan Zia langsung kaget bukan main, fasalnya ternyata kenzo sudah mengetahui semua keburukan mereka pada Zia waktu dulu
"Dan satu lagi Tuan Agung, saya minta dengan segera kalian kembalikan Hak milik Zia istriku dan Ziko adik iparku yang telah kalian rampas darinya, kau mengerti bukan tuan? jika dalam waktu dekat kalian tidak mengembalikannya maka akan aku pastikan, aku akan mengambilnya dengan paksa" Ucap Kenzo dengan seringai tipis menakutkan
__ADS_1
Mendengar itu Zia mulai merasa bingung "Hak miliku? Hak apa maksudnya suamiku?" Tanya Zia