Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 96


__ADS_3

Plakkk....


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Tania yang basah dengan air mata, hingga membuat Tania bungkam seketika.


Semua napak terkaget saat melihat Dokter Salim menampar Tania dengan begitu keras.


"Ayah..." Ucap Tania lirih.


"Minta maaflah Tania sekarang" ucap Dokter Salim sambil membuang wajahnya.


Tania nampak Diam dan tidak mengatakan apapun.


"Tania" bentak Dokter Salim.


"Dokter Salim tenanglah dulu" potong mommy Almira.


Dokter Salim napak membuang napasnya dengan kasar, di detik berikutnya Dokter Salim berkata,


"Aku benar-benar meminta maaf atas apa yang putriku lakukan, aku sungguh-sungguh minta maaf, terutama padamu Nik, kau yang paling di rugikan di sini, tolong maafkan putriku." Ucap Dokter Salim dengan menekan semua rasa malunya.


Nik yang di tanya pun hanya diam saja karena dia sendiri sebenarnya sangatlah marah sekali, namun dia mencoba untuk menahan emosinya agar tidak marah, karena kalau dia marah dapat dia pastikan Tania akan habis di tangan Nik saat itu juga.


"Darsi?.... " tanya Dokter Salim dengan sejuta rasa malunya.


Belum sempat Dokter Salim mengatakan melanjutkan perkataannya, karena tiba-tiba ponsel mommy Almira berdering cukup keras mengalihkan konsentrasi semua orang pada Mommy Almira.


"Assalamualaikum Kimmy Ada apa?" tanya Mommy Almira pada Kimmy melalui ponselnya.


"Mommy Kak Zia mengalami kontraksi, sepertinya akan melahirkan sekarang, saat ini aku sendang dalam perjalanan membawa kak Zia kerumah sakit" jawabnya dari sebrang telepon.


"Apa Zia akan melahirkan sekarang?" pekik mommy Almira kaget.

__ADS_1


Mendengar itu sontak semua orang pun ikut kaget.


"Kau sudah menghubungi Kenzo?" tanya Mommy Almira lagi.


"Sudah mommy" jawab Kimmy.


"Baiklah jaga adikmu mu Zia, mommy dan Daddy akan segera menyusul ke rumah sakit" ucap mommy Almira.


"Baiklah mommy aku mohon cepatlah, aku tidak bisa mengatasi ini sendirian, aku takut" ucap Kimmy dari sebrang tlpn.


"Tenanglah sayang, kamu pasti bisa, Mommy akan segera sampai" ucap mommy Almira menenangkan.


"Baiklah mommy Assalamualaikum" Ucap Kimmy.


"Waalaikum salam sayang" jawab mommy Almira.


"Daddy...?" Tanya Mommy Almira pada Daddy Darsi.


"Kita kerumah sakit sekarang" jawab Daddy Darsi cepat dan di angguki mommy Almira.


"Baiklah Tuan" jawab Nik.


"Kita akan selesaikan semua ini setelah Nona Zia melahirkan Dokter Salim, dan untukmu Tania jangan pernah mencoba untuk lari dari kesalahan yang sudah kau perbuat, kau mengerti?" tanya Nik dengan sarkas.


"Aku akan pastikan Putri ku akan bertanggung jawab Nik kau tidak perlu hawatir, aku yang akan menjaminnya" ujar Dokter Salim penuh ketegasan.


"Baiklah Dokter Salim kali ini aku akan berusaha mempercayaimu sekali lagi" jawab Nik.


Mendengar itu Dokter Salim merasa sangat terhina, tapi apa boleh di buat, nyatanya putrinya sendiri yang telah merusak nama baiknya, dan kepercayaan semua orang kepadanya, sakit dan hancur rasanya karena apa yang dia jaga selama ini di hancurkan putrinya dalam hitungan detik.


"Kita tidak punya waktu, sebaiknya kita cepat pergi Sayang" ucap mommy Almira, gurat kecemasan jelas tergambar di wajah cantiknya.

__ADS_1


"Baiklah ayo" ucap Daddy Darsi.


"Tania ikut ayah pulang sekarang" ucap Dokter Salim marah.


Daddy Darsi, Mommy Almira, Dokter Salim, dan Tania pun mulai meninggalkan tempat makan tersebut menuju tempat tujuan mereka masing-masing.


Sedangkan Nik nampak sedang menahan Diandra agar tidak pergi dari tepat itu.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Nik.


"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan, kak Nik" jawab Diandra sambil menekan semua rasa yang berkecambuk di dalam hatinya.


"Tidak bisakah kau memberikan aku satu kesempatan lagi Diandra, kau sekarang sudah tau semua kebenaran di balik setiap penolakan yang aku berikan padamu dulu." Jelas Nik memohon.


"Mudah sekali kau meminta sebuah kesempatan Kak Nik setalah kau menorehkan sejuta rasa sakit yang kau berikan dulu." Jawab Diandra.


"Tapi...." Ucap Nik teropong.


"Kak Nik pikir aku begitu picik, yang tidak akan bisa menerima keadaan kakak yang sedang sakit? Kakak pikir aku sejahat itu? Yang akan meninggalkan kakak disaat aku tau kakak sakit?, katakan apa kakak pikir aku serendah itu?" tanya Diandra sedikit membentak karena kecewa.


"Andai kakak sekali saja jujur padaku saat itu, aku pasti tidak akan merasa sekecewa ini kak Nik, dan mungkin aku adalah satu-satunya orang yang akan begitu bahagia karena mengetahui kakak tidak lah sakit." Ujar Diandra lagi dengan suara rendah penuh kekecewaan.


"Tapi nyatanya kakak bahkan tidak bisa melihat betapa aku sangat mencintaimu dengan tulus, kau selalu mengabaikan cinta ku dan pergi setalah menyakitiku" ucap Diandra lagi dengan mata yang mulai berkaca-kaca bahkan nada bicaranya mulai sedikit bergetar.


Melihat itu Nik melepaskan tongkat penyangga kakinya hingga jatuh kelantai dan menarik Diandra masuk kedalam pelukannya.


Diandra nampak memberontak dan berusaha melepaskan pelukan Nik dari tubuhnya, namun usahanya sia-sia karena pelukan tangan Nik begitu kuat mengurung tubuh kecilnya di balik tangan kekakar milik Nik.


"Lepaskan, hiks.. hiks.. " ucap Diandra mulai sedikit terisak.


Nik tidak menjawab.

__ADS_1


"Aku bilang lepas.. Hiks... Hiks..." Ucap Diandra lagi dengan suara yang mulai bergetar karena menangis.


Lagi-lagi Nik tidak menjawabnya dan malah memeluk Diandra erat sambil sesekali mengusap lembut punggung Diandra berharap agar Diandra bisa lebih tenang.


__ADS_2