Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
Episode 43


__ADS_3

Hari sudah sudah mulai gelap dan sang surya sudah mulai kembali ke tempat peraduannya, jam kantorpun sudah habis, para karyawanpun sudah mulai berhamburan keluar dari Perusahaan Malik Grup,


"Alhamdulillah ahirnya selesai juga, waktunya pulang" Ucap Almira antusias


Langkah kaki Almira memandunya pergi untuk meninggalkan Kantor, akan tetapi suara tak asing berhasil menghentikan langkahnya .


"Hey kau," Almira menoleh ke sumber suara, "iya tuan" jawab Almira


"Aku ingin berkas laporan perusahan X ada di emailku malam ini, mengerti?" tanya Darsi


"Baik Tuan, ada lagi yang lain?" tanya Almira


"Cukup" jawab Darsi singkat "pupanglah" titahnya lagi.


Saat Almira hendak berbalik mendadak Almira kehilangan keseimbangannya karna seseorang sengaja menyenggol bahunya kuat


Dengan sigap Darsi menangkap tubuh Almira, sejenak pandangan mereka terkunci, mereka saling memandang satu sama lain. Sampai sura seseorang menyadarkan pikiran mereka berdua


"DARSI" teriak Clara.


Darsipun membantu Almira berdiri


"Apa kau tidak punya mata menabrak orang sembarangan" ujar Darsi


"Kenapa kau mencabut kontrak kerja sama kita Darsi," Tanya Clara.


"Oh kau sudah tau ya padahal tadinya aku ingin menggumumkannya di rapat pemegang saham besok."


"Kenapa, kenapa Darsi?" bentak Clara


"Karna kau tau jawabannya aku tidak mau berurusan denganmu lagi" Jawab Darsi datar

__ADS_1


"Sudahlah, jangan mengagguku aku lelah ingin pulang" Ucap Darsi sambil melangkah meninggalkan Clara


"Jika kau membatalkan sepihak kontrak kerjasama kita, aku pastikan kau akan membayar finalti yang sangat mahal Darsi" acam Clara.


Ancaman Clara berhasil menghentikan langkah kaki Darsi dan membuatnya berbalik menghadap Clara lagi, Clara yang melihat Darsi berbalikpun merasa menang berpikir ancamannya berhasil menakuti Darsi


"lakukanlah aku tidak peduli berapapun akan aku bayar, jika itu bisa membuatku hidup tenang jauh dari wanita seperti mu"


"Marco bayarlah berapapun harga finaltinya" titah Darsi


"Baik Tuan" Jawab Meco.


Darsipun melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Clara dengan segala kekesalannya.


"Siall" Umpat Clara


Almira yang sedari tadi hanya menyaksikan pertikayan itupun berhambur pergi karna tidak mau terlibat dalam masalah mereka.


Drttt Drttt Han nama yang tertera di layar Hp.


("Hallo,) Darsi


("Darsi cepat kerumah sakit Ibu masuk Rumah sakit") Han


("Apa...? Bagai mana bisa) Darsi


("Nanti aku jelaskan, Cepatlah datang) Han


("Baiklah aku akan segera kesana") Darsi


Panggilanpun terputus

__ADS_1


"Putar Arah kita ke Rumah sakit sekarang" Printah Darsi


"Baik Tuan" Jawab Marco


Sesampainya di Rumah Sakit Darsi segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju IGD tempat ibunya berada, disana sudah ada Ayah, Lucy, Han Laky yang sedang menunggu


"Bagai mana keadaan Ibu?" Tanya Darsi


"Dokter masih memeriksanya" Jawab Han


"Bagai mana ibu bisa masuk Rumah Sakit" Tanya Darsi lagi


"Ibumu jatuh di Kamar mandi Darsi, ayah menemukannya sudah pingsan dan belumuran darah" kali ini ayah yang menjawab


"Astagfirulloh" Ucap Darsi


Setelah lama menunggu Dokterpun keluar dari IGD


"Bagai mana keadaan istri saya Dokter?" tanya Tuan Ibrahim


"Keadaan Ibu Mariam sekarang sudah stabil hanya saja belum sadarkan diri karna pengaruh obat bius, beliau terluka cukup parah di bagian kepala jadi kami harus menjahit kepalanya sebanyak 21 jahitan, menimbang luka beliau yang sangat parah untung saja cepat di bawa ke Rumah sakit tepat waktu, kalau terlambat sedikit saja mungkin beliau tidak akan tertolong" ujar Dokter Radit.


"Alhamdulillah" Ucap semua


"Dokter pasien sudah sadar" Ucap suster yang baru saja keluar dari IGD


"Pasien sudah sadar kami akan memindahakan pasien ke kamar inap jadi silakan menunggu di kamar inap saja jika ingin menemui pasien" seru Dokter Radit


"Baik Dok trimakasih" ucap semuanya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2