
"Bagai mana Kabarmu?" tanya Darsi
"Aku baik tuan, sudah sangat baik malah" jawab Almira, dengan senyuman yang mengembang, entah mengapa Almira merasa suasana hatinya menjadi hangat saat melihat Darsi ada dihadapannya.
"Ekem" Suara deheman papa Iskandar terdengar saat memasuki ruang tamu
"Assalamualaikum Tuan" sapa Darsi
"Waalaikum salam" jawab Papa Iskandar
"Silahkan duduk Tuan" Ucap Almira
"Terimakasih" Seru Darsi
"Mau minum apa Tuan?" Tanya Almira
"Em Apa saja" Jawab Darsi
Lantas Almirapun pergi ke dapur untuk menyiapkan dua cangkir Kopi untuk Darsi dan Papanya.
Suasana nampak tegang antara Darsi dan Papa Iskandar, tidak ada yang memulai pembicara antara mereka sampai suara Almira membelah ketegangan saat itu.
"Silahkan diminum Tuan" Ucap Almira
"Terimakasih" Jawab Darsi
"Em Tuan saya datang ke sini ingin menjenguk Almira, sepertinya Almira sudah sembuh" Seru Darsi pada papa Almira
"Iya seperti yang kau lihat" Ucap papa Iskandar
__ADS_1
"Almira kapan kamu akan kembali bekerja?" Tanya Darsi
"Aku belum mengizinkan Almira untuk bekerja kembali!" seru papa Iskandar menjawab pertanyaan Darsi.
"Pa, aku udah sembuh dan aku akan kembali bekerja" Pinta Almira
"Hem sebenarnya yang bos disini siapa?" Ucap Darsi dalam hati
Papa Iskandar hanya memandangi Darsi dengan tatapan yang tidak terbaca
Darsi yang ditatap jadi merasa bingung sendiri,
"Tuan maaf tapi Almira sepertinya harus segera masuk ke kantor kalau dia memang sudah sembuh, karna kantor juga membutuhkan pekerja supaya bisa terus maju, Saya akan memberikan Almira waktu dua hari untuk mempersiapkan diri" Ucap Darsi
"Kenapa dia terus memandangiku seperti itu, kalau aku tidak suka pada putrinya mungkin sudah ku tunjukkan siapa diriku padanya" Ucap Darsi lagi dalam hati
"Kau bisa main catur?" Tanya papa Iskandar tiba-tiba
"Baiklah ayo kita pergi ke taman belakang aku tantang kamu main catur" Ucap papa Iskandar
"pa, emang papa hari ini gak kerja?" Tanya Almira.
"Hari ini aku tidak akan Pergi bekerja" Jawab Papa Iskandar sambil berlalu pergi.
"Em Tuan,...--" Ucap Almira ragu
"Aku temani papamu dulu" Ucap Darsi memotong ucapan Almira
Darsipun berjalan menyusul papa Iskandar yang sudah terlebih dulu pergi.
__ADS_1
Permainan caturpun dimulai, satu jam berlalu
"Skak" Ucap Darsi karna berhasil mengalahkan papa Iskandar
"Bagaimana kau bisa menang kau pasti curang Iya kan?" Tanya papa Iskandar sewot karna tidak terima kalah,
Papa Iskandar adalah orang yang menggemari permainan catur, dan selama ini belum ada yang sanggup mengalahkan permainan catur papa Iskandar di daerahnya.
"Tuan aku menjalankan sesuai dengan atauran, di mana letak kecuranganku?" Tanya Darsi
"Kalau begitu kita ulangi lagi permainannya!" Ucap papah Iskandar
" Baiklah" ucap Darsi pasrah.
Papa Iskandar melihat Darsi yang sedang menyusun bidak catur hanya tersenyum dia merasa kali ini menemukan lawan yang sepadan dengan dirinya.
"Kita mulai?" Seru papa Iskandar semangat
Darsi hanya menjawab dengan anggukkan kepala. lama mereka bermain catur, papa Iskandar berkali-kali dikalahkan Darsi, dan Darsipun jadi ikut Merasa bersemangat karna terus menerus dapat mengalahkan papa Iskandar.
Saat Darsi hendak memindahkan bidak catur untuk mengahiri permainan dengan kemenangan mutlak di tangannya, tapi tiba-tiba pergerakan tangannya terhenti di udara saat mama Jainab meneriaki Almira untuk memberitahukan kedatangan reno
"Almira ada nak Reno datang ni sayang" seru mama Jainab
Teriakan mama Jainab yang terdengar di telinga Darsi langsung membuat Darsi berhenti bergerak seperti patung dengan tangan melayang di atas papancatur
Papah Iskandar yang melihat perubahan atas sikap Darsi hanya memandang dengan pandangan yang hanya di pahami oleh dirinya sendiri.
"Skak" Ucap Darsi tanpa tersenyum,
__ADS_1
***
Jangan lupa voteya