
Perlahan tapi pasti Kenzo memindahkan kepala Zia ke atas bantal, setalah berhasil Kenzo turun dari tempat tidur dan bergegas pergi ke kamar mandi, waktu menunjukkan pukul 10.00 siang Kenzo bersiap untuk pergi bersama Nik untuk meninjau pembangunan Hotel baru keluarga Maliq.
Setelah dirasa rapih Kenzo berniat membangunkan Zia dan berniat berpamitan sebelum pergi, akan tetapi dia urungkan karena melihat Zia begitu nyenyak tidur, akhirnya Kenzo pun pergi tanpa berpamitan pada Zia, dia turun dari kamar untuk menemui Nik yang sudah datang sejak tadi.
Di ruang tamu Diandra masih setia mengajari Ziko bermain piano, walaupun hati dan pikirannya tertuju pada satu nama yaitu Nik.
Diandra menoleh ke arah tangga yang memang langsung terhubung ke ruang keluarga, di lihatnya Kenzo turun dari atas dengan balutan jas yang terlihat begitu rapih di tubuhnya.
"Kakak?" sapa Diandra saat melihat Kenzo turun.
"Kakak mau ke mana?" tanya Diandra.
"Kakak akan pergi meninjau pembangunan, oh ya.. Dimana Nik?" tanya Kenzo sambil mencarinya di sekitar ruang tamu.
"Kakak akan pergi bersama kak Nik?" tanya Diandra.
"Memangnya bersama siapa lagi kalau bukan dengannya" jawab Kenzo.
"Aku akan mencarinya kakak tunggulah di sini dengan kak Ziko" pinta Diandra.
__ADS_1
"Baiklah" jawab Kenzo.
"Kak Ziko tunggu sebentar ya, aku haus mau mengambil minum sambil memanggil kak Nik untuk kak Kenzo, okh?" bujuk Diandra.
"Hanya sebentar" ucap Diandra lagi sambil berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Ziko.
"Hufff... Akhirnya.." Ucap Diandra sambil melangkah pergi keruang makan.
Dilihatnya Nik tengah sibuk dengan Laptopnya dengan di temani secangkir kopi di sampingnya.
Perlahan Diandra mencoba melangkah mendekati Nik, sambil memegangi dadanya yang terasa berdebar begitu hebat.
"Ada apa dengan udara di rumah ini kenapa sekarang rasanya sesak sekali ya?" ucap Diandra dalam hati.
Diandra merubah langkahnya berbalik badan hendak kembali ke ruang tengah tapi baru beberapa langkah Diandra mulai ingat bahwa dia harus memanggil Nik untuk kakaknya.
"Sial" gerutu Diantara dalam hati sambil kembali melangkah ke arah Nik.
"Eh tunggu" (Menghentikan langkahnya) "masa bodo amat, kenapa juga aku harus memanggil dia buat kakak, lupakan saja." Ucap Diandra dalam hati dan kembali berubah arah untuk masuk ke ruang keluarga.
__ADS_1
"Tunggu Diandra" (kembali menghentikan langkahnya) "tadikan yang nawarin untuk memanggil kak Nik kan kamu, kalau kak kenzo marah gimana coba? Yaa ampunn!" gerutu Diandra lagi sambil bulak balik antara mendekati Nik atau tidak.
"Bodo amat biarkan saja" ucap Diandra Final sambil melangkah kembali ke ruangan keluarga.
Akan tetapi baru beberapa langkah Diandra berjalan Diandra sudah menghentikan kembali langkahnya tatkala Nik memanggilnya.
"Nona apa kau tidak punya pekerjaan sampai harus bulak balik di sana?" tanya Nik.
Dengan reflek Diandra menghentikan langkahnya dan mengambil nafas terlebih dahulu, lalu baru Diandra berbalik badan ke arah Nik.
"Siapa juga yang bulak balik? Gak ada tuh!" jawab Diandra so cool.
"Hemm.." Ucap Nik seolah sedang mengejek Diandra.
Diandra yang kesal akan jawaban Nik langsung berdiri tegap dan membuang semua rasa malunya lalu berkata..
"Kakak memanggilmu dia menunggu mu di ruang keluarga" ucap Diandra sambil berlalu pergi.
"Apa anda hanya ingin mengatakan itu saja sejak tadi sampai anda harus modar mandir di sana sejak tadi?" ejek Nik.
__ADS_1
Diandra merasa malu dan kesal karena ternyata Nik mengetahui apa yang dia lakukan, tanpa mendengar apa yang di katakan Nik Diandra langsung pergi kembali ke ruang keluarga dengan secepat mungkin.
"Melihatmu seperti itu membuatku gemas nona" ucap Nik.