Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
Episode 44


__ADS_3

Ibu Mariam sudah di pindahkan ke kamar VIP Rumah Sakit, semua anggota keluarga masuk ke kamar ibu Mariam,


"Sayang bagian mana yang sakit, katakan padaku" tanya ayah Ibrahim


"Aku tidak papa" Jawab ibu mariam lemah


"Darsi?" suara ibu mariam memanggil


"Iya bu" Jawab Darsi


"Darsi maukah kau mengabulkan 1 keinginan ibu?" Tanya ibu Mariam


"Apapun, pasti akan aku lakukan, katakanlah bu"


"Ibu ingin melihatmu menikah Darsi, sebelum ibu benar-benar pergi kabulkan permintaan terahir ibu" pinta ibu Mariam


DEG...


Darsi bingung harus menjawab apa, dia tidak tau harus mengatakan apa,


"Darsi?" Tanyanya Ibu Mariam


"Kau akan mengabulkan keinginan ibumu inikan, Ahhh.... " tiba-tiba Ibu Mariam mengaduh sakit sambil memegangi kepalanya.


"Ibu, Ibu kenapa?" Tanyanya Darsi, dan semua panik


"Sayang sudahlah kau jangan dulu banyak bicara, kau harus istirahat" Ucap Ayah Ibrahim


"Aku akan panggilkan Dokter" seru Han.

__ADS_1


"Darsi, kau akan mengabulkan ke inginan ibukan" Tanya ibu mariam lagi


"Iya bu tentu aku akan mengabulkan permintaan ibu, jangan pikurkan itu aku pasti akan menikah aku janji" ucap Darsi.


Dokter Datang bersama Han di belakangnya langsung memeriksa keadaan Ibu Mariam, dan menyuntikan obat penenang untuk ibu Mariam agar ia beristirahat,


Setelah Ibu Mariam terlelap karna obat yang sudah diberikan, dokterpun berujar


"Kondisi Pasien masih sangat lemah, apalagi pasien memiliki Riwayat penyakit Jantung keadaan pasien saat ini belum bisa dikatakan baik, tolong jangan membuat pasien tertekan, sebisa mungkin berikan pasien kabar bahagia, dan hal yang membuat pasien bahagia, itu akan mampu membuat pasien bisa cepat pulih"


"Baik Dok trimakasih" Ucap Han.


****


Clek....


"Lah kenapa pintunya tidak terkunci, duh perasaan tadi dikunci kok, em... Apa jangan-jangan ada maling masuk ya," Ucap Almira


"Ahhhh" teriak Almira


"Almira ini papa" Ucap papah Iskandar


"Sayang kamu gak apa-apa?" tanya mama Jainab


"Mama, Papa ihh apaan si bikin kaget aja, datang gak bilang" Ujar Almira.


"Kamu tuh yang kenapa, dihubungin gak bisa dari tadi" keluh Mamah Almira


"Masa si ma" ucap Almira sambil mencari hpnya di dalam tas, "oh hehe pantesan hpnya mati mah, abis baterai" hhehe

__ADS_1


"Em pantesan" Ucap mama Jainab


"Mama sapa papa kesini naik apa kok mobil papah gak ada?" tanya Almira


"Tadi mobil papa mogok di tengah jalan, jadinya kita naik taxsi ke sini dan mobil papah dibawa kebengkel" jawab mamah Jainab


"Oh pantesan" ujar Almira.


"Nak kamu mandi trus istirahat sana pasti cape kan, nanti mama bawain makan malam ke kamar" ucap mamah Almira


"Em ya udah kekamar dulu ya mah, pah" Ujar Almira


"Iya sayang" ucap keduanya


Huffffh, Darsi membuang nafasnya kasar dia bingung harus bagai mana,


"Kau lamar saja gadis itu" ucap Han sambil menepuk pundak Darsi,


"Tidak semudah itu, bagai mana kalau dia menolak" ucap Darsi frustasi


"Trus kau mau meminta wanita lain yang belum jelas untuk menjadi istrimu, aku tidak akan mengizinkannya"


"Dengar Almira gadis yang baik, kau tau jelas asal usul keluarganya, kau hanya perlu mendekatinya dan katakan kau ingin menikahinya lagipula kau mencintai gadis itu bukan" ucap Han


"Aku memang mencintainya tapi aku juga tidak bisa memaksanya untuk menikah denganku, ahhhk aku pusing..." seru Darsi


"Darsi kau cobalah dulu jujur dengan perasaanmu padanya, sebelum terlambat, aku hanya tidak mau kau menyesal dikemudian hari" seru Han


"Dengarkan kata-kataku ini temui dia dan katan perasaanmu padanya setelah itu ajak dia menikah, jika kau tidak mau melakukannya untuk dirimu sendiri lakukan untuk ibu, permintaan ibu." Pinta Han

__ADS_1


"Aku akan memikirkannya"....


__ADS_2