
Zia, Iren dan Diandra kini tengah berbincang banyak hal, walaupun sebenarnya Diandra enggan sekali berbicara dengan Iren tapi ia paksaan demi menghargai Iren yang sudah mau menjenguknya dan sekaligus sahabat kakak iparnya
Diandra sesekali melirik Nik yang sedang begitu seriyus dengan ponselnya tanpa sekalipun menoleh padanya dan Ziko yang begitu asik dengan mainan Dinosaur yang dia bawa, sedangkan Kenzo kini tengah membersihkan diri di kamar mandi.
"Ada hubungan apa sebenarnya antara Kak Nik dan Kak Iren? Kenapa mereka begitu dekat? Mungkinkah mereka sudah.... " Ucap Iren menggantung di dalam hati
"Aku bahkan tidak sanggup membayangkan mereka bersama, tapi inilah kenyataannya Diandra kamu harus melupakan Kak Nik, dan berhentilah mengharapkan seuatu yang jelas bukan milikmu, stop Diandra stop kak Nik berhak bahagia dengan pilihannya sendiri jangan pernah kamu memaksa Nik menerima cintamu dan jangan pernah kamu halangi kebahagiaannya berhenti Diandra berhentilah" ucap Diandra dalam hati sambil memegang erat penjepit dasi milik Nik di tangannya
"Sudah malam sebaiknya kita palang" Ucap Nik setalah menyelesaikan Sholat Isyanya begituan dengan yang lainnya
"Diandra cepat sembuh ya, aku pulang dulu" ucap Iren
"Iya kak Iren makasih ya udah dateng" Ucap Diandra sambil tersenyum
"Kamu sudah seperti Adikku Diandra jadi kenapa harus berterimakasih" Ucap Iren
"Kau juga pulanglah kasian Ziko sepertinya dia sudah sangat mengantuk" Ucap Kenzo
"Eh tapi Diandra gimana?" Tanya Zia
__ADS_1
"Aku yang akan menemani Diandra, jadi kau pulanglah" Jawab Kenzo
"Iya kakak ipar pulanglah, biar kak kenzo saja yang menemaniku, aku tidak apa-apa sungguh jadi pulanglah" Ucap Diandra
Sebenarnya Zia enggan untuk pulang tapi setelah melihat Ziko yang sudah sangat mengantuk dan Kenzo yang juga sudah memintanya untuk pulang ahirnya Ziapun memutuskan untuk pulang
Zia, Ziko, Iren dan Nikpun berpamitan untuk pulang, saat Iren akan melangkah tiba-tiba kaki Iren tak sengaja tersandung kakinya sendiri dan mengakibatkan dia hampir terjatuh, Nik yang melihat Iren hampir terjatuhpun langsung menangkap tubuh Iren dengan kedua tangannya sehingga posisi keduanya menjadi seolah berpelukan
DEG...
Melihat itu seketika membuat Hati Diandra terasa hancur, nafasnya terasa sesak dan kedua matanya terasa panas air mata Diandrapun tak kuasa Diandra bendung lagi ahinya tanpa dimintapun air mata itu jatuh membasahi pipinya, Diandra langsung memalingkan wajahnya dan mengangkat selimutnya hingga menutup kepalanya
"Kalian keluarlah cepat" Pinta Kenzo dengan nada yang dingin, membuat semua orang yang ada di sana menjadi terheran
"Apa kalian tidak dengar cepatlah pergi, ini sudah malam dan adikku harus istirahat jadi cepatlah pergi" Ucap Kenzo sirkas
Setelah melepaskan Iren darinya, Nik melihat Selimut yang menutupi wajah Diandra sedikit bergetar, Nik mencoba melangkah maju ke arah Diandra tapi pada saat Nik hendak akan melangkah Iren menarik lengannya
"Nik ayo pergi" Ucap Iren sambil memeluk lengan Nik dan menariknya keluar
__ADS_1
Nik terus memusatkan pandangannya pada Diandra yang tidak kunjung menurunkan selimutnya dari atas kepalanya sambil melangkah keluar kamar
Kini semuanya sudah berada di luar kamar inap Diandra, mereka melangkah bersama menuju parkiran mobil, saat sampai di lobi RS tiba-tiba Ziko menarik tangan Zia
"Kakak aku mau buang air kecil" pinta Ziko
"Biar saya anatar" Ucap Nik
"Tidak perlu biar aku saja kalian tunggu di parkiran ya" Jawab Zia
"Tidak nona biar saya saja" tolak Nik
"Tidak kakak saja" jawab Ziko
"Baiklah Tuan Nona harap berhati-hati" Ucap Nik
Zia dan Kenzopun kembali masuk ke dalam RS keduanya berjalan ke arah ke Toilet, Zia meninggu di luar Toilet Pria, setelah selesai keduanya kembali berjalan ke arah lobi RS tapi pada saat Zia dan kenzo akan keluar dari RS tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik bahu Zia sehingga membuat keduanya saling berpandangan
"Kau?.." Ucap Zia kaget
__ADS_1