
"Darsi aku melakukan ini semua demi kamu, demi kembali pada mu" Ucap Clara manja
"Hahah.... Maaf nyonya irawan saya sudah tidak berminat kembali pada anda" Jawab darsi datar.
"Oh ya.... Lantas kenapa kamu belum menikah sampai saat ini jika belum mampu melupakanku" Tanya Clara percaya diri
"Nyonya Irawan harus anda tau aku belum Menikah bukan karena belum bisa melupakanmu, tapi aku sedang berhati-hati supaya tidak terjebak lagi pada wanita rendah yang sama sepertimu". Jawab Darsi tegas dan dingin.
Clara yang mendengarpun langsung tersulut emosi namun ia berusaha menahannya.
"Sudahlah jika tidak adalagi pekerjaan silahkan pergi dari sini". ucap Darsi.
Tapi Clara tidak bergeming
"Baiklah kalau begitu Han ayo kita pergi dari sini."
"Baik Tuan" Jawab Han.
Almira yang Sejak tadi menyanksikan ketegangan itupun langsung mengikuti Darsi dan Han pergi dari Ruang rapat itu meninggalkan Clara dan Sekretarisnya.
Almira yang memandangi punggung Darsipun bertanya tanya-tentang hubungan Darsi dan Clara tapi dia tidak berani menanyakannya.
Sangking terlalu lama termenung memikirkan Darsi dan Calra, ia sampai tidak sadar bahwa Darsi tengah berhenti mendadak dan membalikan badannya,
Almira yang belum menyadari itu tak sengaja langsung menabrak dada bindang Darsi dengan cukup keras
Bruggg
"Ah"... Ucap Almira spontan dan mundur teratur sambil menunduk
__ADS_1
"Maaf tuan".
"Hemmmmf" Darsi menarik Nafasnya kasar,
"Kenapa kamu begitu hobi sekali menabrakku? atau membuat ulah di depan ku dasar wanita aneh" , gerutu Darsi
"Maaf tuan anda yang berheti mendadak"
Ucap Almira sambil menampilkan serum terpaksanya
"Huh kamu selalu saja menjawab pertanyaanku" Keluh Darsi kasar.
Almira yang mendengar perkataan darsi hanya berengut sambil memonyongkan bibirnya seperti anak kecil.
Darsi yang melihat itupun merasa gemas dan ingin sekali melahap bibir itu,
Han yang menyadari itu hanya tersenyum saja, karna Darsi belum menyadari bahwa selama ini dia Sudah jatuh cinta pada Almira.
"Sudahlah, Bawa semua berkastadi, Datanglah keruangku dan atur jadwal untukku besok". sambil berlalu meninggalkan Almira dengan deru Jantung yang sudah tak terkendali
"Baik tuan" Ucap Almira
Han ikut masuk kedalam Ruangan Darsi
Darsi menyandarkan badannya dikursi kebesarannya Sambil memegang dadanya.
Han yang melihat itu langsung bertanya
"kamu tidak apa-apa?" Tanya Han
__ADS_1
"Huh sepertinya aku harus kedokter" , ucap Darsi yang membuat Han langsung cemas.
"Memangnya kamu kenapa?", Tanya han cemas.
"Ahir-ahir ini jantungku selalu berdetak lebih cepat, dan seperti mau copot saja, Sialnya hal itu selalu terjadi pada saat aku sedang didekat si cewe aneh itu, Itulah kenapa aku selalu menjauhinya" , ucap Darsi panjang lebar.
"Sepertinya wanita itu selain Aneh juga membawa penyakit" Ucap Darsi lagi
"Hhahahahaha" ....
Han yang mendengar keluhan Darsi
Sontak langsung tertawa terbahak-bahak
Darsi dibuat bingung dengan apa yang dilalukan Han
"Kenapa kamu malah tertawa?" Ucap Darsi kesal sambil melemparkan pulpen pada han
"Ya... Ampun Darsi Adikku, Dengar itu bukan penyakit tapi itu tandanya kamu sedang jatuh Cinta pada Almira Hahahah" Sambung Han sambil tertawa lagi.
"Apa? Hahah aku, jatuh cinta pada wanita aneh itu, Hoh tidak mungkin" Ucap Darsi mengelak
Dulu saat bersama Clara tidak pernah seperti ini. Ucap darsi lagi
"Itu karna kamu tidak sungguh sungguh mencintai Clara" Ucap han
"Kamu ingat awal hubungan kalian adalah kesalahan dan tidak ada cinta di dalamnya Karna kamu berhubungan denganya karna rasa tanggung jawab saja" . Seru Han meyakinkan Darsi.
"Heuhh mana mungkin aku jatuh cinta sama wanita aneh itu" Ucap Darsi.
__ADS_1