
"Tuan Darsi" Ucap Almira lirih
"Aku tidak peduli dengan perdebatan kalian dan juga tidak perduli dengan Tradisi yang kalian katakan, tapi aku hanya peduli dengan satu hal......" Ucap Darsi sambil memandang Almira lalu mengalihkan pandangannya pada Aditya, setelah itu mengarahkan pandangannya pada papa Iskandar
" Pernikahan ini sudah batal bukan?" Tanya Darsi
"Tentu pernikahan ini batal" Ucap papa Iskandar masih dengan emosi tinggi
"Baiklah kau begitu, ehem.... Tuan Iskandar saya Muhammad Darsi Abdul Rahman Malik datang ingin meminta putri anda Almira Azahra sebagai Istri saya apakah anda menerimanya" Ucap Darsi lantang
DEG....
Almira menghentikan tangisannya dan memandang Darsi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
"Kau jangan berani main-main" seru Papa Iskandar
"Aku seriyus Tuan, aku ingin menikahi Almira" Ucap Darsi tegas
Papa Iskandar melihat putrinya Almira, lalu melihat Darsi dan melihat Aditya
"Apa buktinya kau seriyus dengan ucapanmu" kata papah Iskandar
Lalu Darsi melihat kearah Aditya dan tuan Wisnu, "Marco berapa persen saham kita di perushaan P'Corporacion" tanya Darsi
__ADS_1
"Sekitar Tiga puluh persen Tuan" jawab Marco
"Hem...." Ucap Darsi
Tuan Wisnu sudah gemetar ketukan keringat menucur deras di wajahnya, apalagi saat melihat tatapan Darsi dan Marco padanya
"Cabut saham kita di perusahaan mereka dan pindah alihkan saham tiga puluh persen itu atas nama Almira" perintah Darsi
"Baik Tuan"
"Apa ti.. tidak tuan jangan lakukan itu tuan.. Saya mohon tuan" pinta Tuan Wisnu menghiba
Darsi tidak memperdulikan permintaan Tuan Wisnu dia mengalihkan pandangannya pada Almira
Almira dilanda kebingungan dia melihat papa dan mamanya secara bergantian, papa Iskandar menyentuh bahu Almira dan menganggukkan kepalanya tanda ia merestui hubungan mereka
Almira tidak mengatakan apapun dia hanya menganggukkan kepala sambil menangis
Darsi yang melihat hal itu senangnya bukan main, lalu Darsi melihat kearah Marco dan mengibaskan jari tangannya perlahan kerah belakang,
Marco yang mengerti perintah dari Darsi langsung menyuruh anak buahnya mengusir Aditya dan keluarganya, para bodyguard Darsi tanpa ampun menyret paksa Aditya dan keluarganya dari Aula pernikahan.
"Tuan tolong tuan ampuni kami jangan cabut saham anda tuan" pinta tuan Wisnu sambil terus berteriak karena bodyguard Darsi menyeret paksa mereka
__ADS_1
Kini hanya tersisa Darsi, Almira dan keluarganya serta paratamu undangan yang sejak tadi menyaksikan pertengkaran di hadapkan mereka seperti sebuah pertunjukan
Sepeninggalnya Aditya dan keluarganya suasana jadi mendadak canggung baik Darsi maupun papa Iskandar tidak mengatakan apapun sampai ahirnya bapak penghulu datang dan menanyakan sesuatu
"Apakah pernikahannya dilanjutkan tanya" penghulu
"Dilanjutkan...." Darsi
"Dilanjutkan...." papah Iskandar
Ucap Darsi dan papa Iskandar bersamaan dan saling pandang
"Kalau begitu mari kita mulai ijabkobulnya" seru penghulu
Darsi, Almira, papa Iskandar dan beberapa saksi duduk bersama untuk proses ijabkobul, dengan Hati berdebar Darsi menjabat tangan papa Iskandar dan dalam satu tarikan napas kini Darsi resmi memepersunting Almira menjadi istrinya dengan memberikan Maskawin tiga pulun persen saham Darsi pada Almira yang ada di perusahaan P'Corporacion.
Prosesi ijab Kabul telah sesai saat ini Darsi dan Almira sedang berada dalam satu kamar hotel mereka tengah duduk dengan kecanggungan masing-masing sambil menunggu resepsi nanti malam, tak lupa Darsi menghubungi kelurganga dan meminta mereka untuk datang, awalnya keluarga Darsi tidak terima tapi dengan bantuan dan penjelasan dari Han, ahirnya keluarga Darsi menerima Almira sebagai istri Darsi.
"Ehem..." Darsi berdehem untuk menghilangkan kecanggungan yang tercipta
"Aku akan mandi terlebih dahulu" ucap Almira sambil melangkah ke kamar mandi
🍒🍒🍒🍒
__ADS_1
Jangan lupa like dan Vote Karyaku ya...