
"Assalamualaikum Ziko" ucap Zia saat membuka pintu kamar
"giman badannya masih sakit?" Tanya Zia
"Ee-nga, aa-ku kuku-at" jawabnya sambil tersenyum
"Alhamdulillah" ucap Zia
Malam ini zia habiskan dengan bercerita banyak hal pada Ziko, mengingat Ziko yang jarang keluar dari rumah karena dilarang ibu tiri, itulah kenapa Ziko selalu bertanya banyak hal tentang dunia luar dan Zia dengan senang hati selalu menceritakan semua kegiatan Zia di luar rumah
Pagi ini Seperti biasa Zia selalu melakukan aktivitas rutinnya, dan hari ini Zia berjanji akan pulang lebih cepat pada Ziko
"De kaka berangkat kerja dulu ya, kamu jadilah anak baik ok sampai kaka pulang, kaka janji akan pulang lebih cepat" janji Zia
"iii-ya kaka" jawab Ziko antusias
Zia melangkah ke arah pintu entah kenapa ada rasa tidak rela yang begitu berat di hati Zia untuk meninggalkan adiknya Ziko,
"De.. Kaka gak usah kerja aja ya, gimana menurut kamu?" Tanya Zia
__ADS_1
"Ke-ke-napa? Kaka pergi saja a-a-aku tidak apa-apa" jawab Ziko meyakinkan
"Baiklah kalau begitu kaka berangkat ya?" Ucap Zia meyakinkan diri dan dijawab anggukkan kela oleh Ziko
Zia berangkat kerja dengan hati camas tapi sebisa mungkin zia meyakinkan hati bahwa semua akan baik-baik saja, hari berlalu dengan cepat Zia memutuskan untuk pulang cepat, Zia pulang pukul 15.00 sebelum toko ditutup, hujan rintik-rintik memani langkah Zia hingga saat di tengah jalan yang sepi Zia mendengar suara orang minta tolong
"Tolong-tolong.... " suara itu begitu jelas dipendengaran Zia
Di lihat nya sumber suara itu semakin mendekat, betepa kagetnya Zia melihat wanita tua belari kearahnya di ikuti beberapa preman di belakangnya, wanita tua itu mengahampiri Zia dan dia berucap...
"Tolong tolong nak, tolong saya" Ucap wanita tua itu menghiba
"Mau kemana kau wanita tua, sudahlah ikut kami saja dengan sukarela" Ucap salah satu preman itu
Salah satu preman dari mereka menghampiri Zia dan wanita Tua itu lantas saja dia langsung menarik paksa tangan wanita tua itu,
"Lepaskan dia" Ucap Zia
"Jangan ikut campur gadis manis, kecuali kau mau juga ikut kami haha?" Tanya preman itu sambil menarik paksa wanita tua itu, zia tidak tinggal diam Zia langsung melayangkan tinju pada Preman itu,
__ADS_1
Beruntung Zia sedikit biasa beladiri, dulu dia mempelajari ilmu beladiri di sekolah, hal itu Zia lakukan demi melindungi adiknya, tapi Zia tidak menyanngka akan menggunakan ilmunya demi oranglain dan bukan untuk adiknya
"Kurang ngajar kau ya" Ucap Preman itu, "Tanggkap juga dia aku akan memberikan dia pelajaran" imbuhnya lagi
Para preman itu menyerang Zia, Zia melawan mereka sendirian satu lawan lima bukanlah hal mudah untuk Zia, beruntung Zia bisa melawan mereka semua hingga mereka tumbang, tapi tiba-tiba salah satu dari preman itu mengeluarkan senjata berupa pistol dan menembakannya ke arah wanita tua itu, Zia yang melihat itu langsung berlari ke arah wanita tua itu dan....
DOR..
Satu peluru berhasil menembus punggung Zia
"Ahhh.." rintih Zia merasa kesakitan, sambil melonggarkan pelukannya pada wanita tua itu
Ya zia menjadikan tubuhnya untuk menjadi prisai demi melindugi wanita tua itu
"Nak kau kenapa? Kenapa kamu harus melakukan ini?" Tanya wanita tua itu
"Nyonya kita harus lari selagi ada kesempatan" ucap Zia seraya mencoba berdiri dan melangkah
Zia dan wanita tua itu berlari dari para preman yang masih tergeletak akibat pukulan Zia, merekapun ikut berdiri dan berusaha kembali mengejar Zia dan wanita tua itu
__ADS_1