
Pagi hari sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat, Nik dan Diandra sudah sampai di Kanada, mereka berjalan beriringan, sejak turun dari dalam pesawat Diandra menujukkan wajah cemberutnya pada Nik, pasalnya Diandra tidak terima akan sikap Nik yang tanpa rasa bersalah telah memeluknya semalaman selama dalam pesawat.
Wajah Diandra kini berubah ceria tatkala melihat Kimmy kakak sepupu perempuannya yang tak lain putri tunggal Hans dan lusy,
"Diandra?" sapa Kimmy sambil berteriak padahal jarak mereka cukup jauh.
Baik Diandra maupun Kimmy sama-sama berlari saling menghampiri lantas berpelukan setelahnya,
Nik hanya terseyum simpul melihat Diandra yang berlari sambil merentangkan tangannya dengan penuh kebagian bagaikan seorang anak kecil, Wajah kusut Diandra kini berubah menjadi ceria kembali setelah bertemu Kimmy.
"Diandra aku merindukanmu sangat-sangat merindukanmu" ucap Kimmy dengan antusias.
"Kak Kimmy aku juga sangat-sangat merindukanmu" jawab Diandra tak kalah hebohnya.
Dan mereka pun tertawa bersama mengacuhkan siapapun yang ada di sekitar mereka dan malah sibuk melepas rindu berdua saja.
Nik yang mulai kesal karena Diandra yang mengacuhkannya dan malah asik berbincang dengan Kimmy pun tak tinggal diam, Nik berdehem keras untuk memisahkan dua soudari yang di landa rindu tersebut.
"Ekem...." Dehem Nik.
"Apa?" bentak Diandra, yang ternyata masih dengan mode marahnya.
"Maaf nona-nona tapi, aku rasa kalian terlu mengabaikan sekitar kalian, terutama saya, jadi apa bisa kalian tunda dulu kegiatan kalian menukar rindu, dan sebaiknya kita langsung ke kediaman tuan Hans, lalu setelah itu kalain boleh menjutkan kegiatan bertukar rindu kalian sesuka hati." Ucap Nik panjang lebar.
" Wah.. wah... Nik, ternyata kau bisa bicara panjang juga ya hebat." Prok .. Prok.. Prok... Ucap Kimmy dengan kehebohanya sambil bertepuk tangan.
" Diandra sayang, apa yang sudah kau lakukan pada manusia kutub itu, sehingga dia bisa bicara cukup panjang dalam waktu sehari?" goda Kimmy pada Diandra yang sangat tahu tentang perasaan Diandra pada Nik, walau Diandra tidak mengatakannya secara langsung pada Kimmy.
Dengan reflek Diandra kembali mengingat dirinya yang tidur berdua bersama Nik di dalam satu ranjang, walau pun mereka tidak melakukan apapun tapi Diandra merasa terusik akan hal itu, dan itu membuat dia marah pada Nik hingga saat ini.
"Memang apa yang aku lakukan?" tanya balik Diandra pura-pura polos.
__ADS_1
"Ist.. Kau ini, yasudah ayo kita pulang" jawab Kimmy dengan menarik tangan Diandra menjauh dari Nik.
Selama dalam perjalanan menuju rumah keluarga Maliq di Kanada, Nik hanya jadi pendengar yang baik, dari dua wanita bersaudara yang terus saja mengobrol tiada hentinya hingga mereka sampai di depan rumah keluarga Maliq.
Sesampainya di rumah keluarga Maliq, Nik dan Diandra di sambut hangat oleh Hans, Lucy, Oma dan Opa Maliq,
Diandra memeluk setiap anggota keluarga dan berakhir dengan memeluk oma Mariam dengan sangat lama.
"Diandra cucu oma" ucap Oma mariam sambil menahan air mata kebagian karena bertemu dengan cucunya.
"Oma, Diandra kangen banget sama oma" ucap Diandra.
"Oma juga sayang" jawab oma mariam.
"Sudah-sudah ayo masuk biarkan mereka istirahat terlebih dahulu" pinta Opa Ibrahim Maliq.
"Iya ayo masuk" ucap Lucy.
Berbeda dengan Diandra, setelah masuk kedalam rumah Nik langsung di sibukkan dengan segudang pekerjaannya.
Kenzo hanya memberi waktu satu minggu pada Nik untuk menyelesaikan semua pekerjaannya, dan Nik berencana menyelesaikan semua pekerjaannya selama di Kanada dalam waktu dua sampai tiga hari, adapun sisa waktu yang ada Nik sudah merencanakan untuk menghabiskannya bersama Diandra.
Pagi hari di meja makan Diandra tidak melihat Nik untuk sarapan bersama, Diandra mengedarkan pandangannya ke semua penjuru ruangan tapi tak menemukan apa yang sedang dia cari.
"Mencari Nik? Dia sudah berangkat tadi pagi, untuk bertemu dengan rekan bisnisnya." Ucap Uncle Hans yang mengerti dengan apa yang di cari Diandra.
"Oh.." jawab Diandra kecewa.
Ada sebuah rasa sakit yang menelisik di hatinya karena tak melihat Nik pagi itu.
"Diandra Nik hanya pergi bekerja, jangan hawatir." Goda Kimmy.
__ADS_1
"Kak Kimmy bicara apaan sih?" Protes Diandra yang merasa tidak enak hati pada semua keluarganya.
"Nik orang yang baik, bahkan dia jauh lebih baik dari ayahnya dalam segala hal, hanya saja dia agak kaku, tapi itu bukan sebuah masalah, dan Opa akan merestui jika kau ingin bersamanya." goda Opa Ibrahim sambil terkekeh.
"Wah wah... SIM sudah di dapat ini" celoteh Kimmy menimpali.
"SIM? SIM apa?" tanya Diandra tak mengerti.
"iya SIM artinya Suara Izin Menikah" jawab Kimmy sambil tertawa.
"Opa, Kak Kimmy apan sih gak lucu tau gak" Protes Diandra dengan wajah yang memerah bagaikan kepiting rebus.
"Hahahahahha...." tawa semua keluarga pecah karena melihat Diandra yang salah tingkah.
Diandra hanya mengerucutkan bibirnya karena terus di goda oleh Kimmy kakak sepupunya, tapi walau begitu hati Diandra merasa begitu bahagia tiada tara karena mendengar Opa Ibrahim secara tidak langsung sudah memberikan restunya bagi hubungannya dengan Nik.
"Sudah-sudah ayo sarapan dulu" ucap Oma mariam menimpali.
Dan kini seluruh keluarga pun menikmati sarapannya dengan tenang tanpa ada yang bersuara kecuali suara dentingan sendok.
Selama hampir dua hari Nik benar-benar sangat fokus dengan pekerjaannya, hingga selama dua hari itu, Diandra harus menelan rasa kecewa karena tak bertemu dengan Nik.
"Diandra ayo kita jalan-jalan" Ajak Kimmy.
"Em.. Iya ayo" jawab Diandra lesu.
"Hey... Ada apa kenapa kau seperti tidak semangat begitu?" tanya Kimmy.
"Apa ini karena manusia kutub itu ayoo... Ngaku?" goda Kimmy sambil terkekeh.
"Eh... Enggak kok mana ada, sudah ayo kita berangkat." Ucap Diandra sambil menahan rasa panas di pipinya.
__ADS_1