
Jam 05.30 pagi Zia masih terlelap dalam tidurnya, Zia menggeliat merasakan seluruh tubuhnya yang terasa sakit, dibukanya kedua mata Zia secara perlahan namun matanya tiba-tiba membola lebar lantaran melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 05.30 pagi
"Ya ampun aku bangun kesiangan" Ucap Zia kaget lalu setelah itu dilihatnya tempat tidur di sebelahnya yang ternyata sudah kosong
"Dia sudah bangun? Kenapa tidak membangunkanku" Tanya Zia pada dirinya sendiri
Dengan perasaan penuh tanya Ziapun turun dari tempat tidur dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi
Setelah selesai dengan ritual kamar mandi Ziapun masuk ke keruang ganti tapi langkahnya terhenti saat melihat seluruh penjuru kamar, Zia masih belum menemukan sosok yang Sejak tadi dia cari
Setelah sholat subuh Zia langsung keluar dari dalam kamarnya, ruang kerja itulah tempat tujuannya saat ini Zia melangkah pasti lalu sesampainya di depan pintu ruang kerja Kenzo, Zia langsung masuk tanpa mengetuk pintu
Cleklek...
"Suamiku?" ucap Zia saat pintu terbuka dan Zia masih belum menemukan sosok Kenzo yang sedang dia cari-cari
"Di sini juga tidak ada? Sebenarnya dia pergi ke mana?" Tanya Zia
"Ziko, ya mungkin dia di kamar Ziko" Ucap Zia lagi sambil melangkahkan kaki pergi ke kamar Ziko
Tok tok tok
Ceklek
__ADS_1
"Ziko?" Sapa Zia
"Kaka masuklah" jawab Ziko
"Bagimana tidurmu? Nyenyak? Dan apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Zia beruntun sambil mencari sosok suaminya
"Tidurku nyenyak dan nyaman, bahkan rasanya aku mau tidur lagi, tapi kata kak Kenzo kita tidak boleh tidur lagi setelah bangun subuh, jadi aku merapihkan tempat tidurku, karena Diandra bilang kita harus pandai merapihkan tempat tidur" Jawab Ziko sambil merapihkan tempat tidurnya
"Kau sangat dekat dengan mereka ya?" Tanya Zia terharu
"Iya kaka mereka sangatlah baik sekali, apalagi Diandra dia selalu menemaniku bermain dan juga selalu membelikanku banyak buku, dan aku selalu membaca semua buku yang dia bawa, dia sangat baik dan tidak pernah marah padaku" jelas Ziko panjang lebar
"Kau menyayangi mereka?" Tanya Zia
"Baiklah kalau begitu ayo kita sarapan?" ajak Zia yang melihat Ziko telah selesai merapihkan tempat tidurnya
"Tidak kak aku harus mandi dulu" ucap Ziko
"Mandi?" Tanya Zia heran
"Iya kak Diandra bilang laki-laki yang keren itu harus selalu menjaga kebersihan dan juga mandi pagi mau dengan air hangat atau air dingin juga tidak apa-apa asalkan mandi, dia bilang itu baru laki-laki tampan" Ucap Ziko
Zia sangat kaget sekaligus bersyukur melihat banyak sekali perubahan dari sikap Ziko, Zia merasa Ziko bisa jauh lebih tenang, penurut dan cukup dewasa dari semua kekurangannya, andai pembawaan sikapnya tidak seperti anak kecil mungkin Ziko akan menjadi laki-laki normal yang sangat tampan pada umumnya
__ADS_1
"Ya sudah kaka tunggu kamu di bawah ya, kita sarapan bersama" ucap Zia
"Iya kaka" jawab Ziko
Zia pergi dari kamar Ziko dia kembali ke kamarnya karena Zia mengira mungkin Kenzo sudah ada di kamar, namun sayang Kenzo tidak ada dia dalam kamar
Zia mengambil ponselnya dan menghubungi nomer suaminya berkali-kali namun Kenzo tak kunjung mengangkat sambungan telepon darinya, Zia yang mulai gelisah latas langsung turun dan mencari pak syam di dapur
Di dapur pak syam tengah sibuk dengan semua pekerjaannya
"Pak Syam?" Tanya Zia
"Ah nona muda" jawab pak Syam
"Ya ampun, nona pagi-pagi begini kau sudah membuat penyakit jantungku kembali kumat, lihat wajah cantikmu itu nona, sungguh mengalihkan duniaku" Ucap pak Syam dalam hati sambil menunjukan seyum menawannya pada Zia
"Pak Syam apa kau lihat suamiku di mana?" Tanya Zia dengan wajah cemas dan pak syam mulai menyadari wajah cemas zia
"Ah tuan muda tadi subuh pergi terburu-buru, saya tidak tau beliau mau pergi ke mana? karena Tuan muda tidak mengatakan apapun dan langsung pergi mengedarai mobilnya sendiri" jelas pak Syam
"Pergi? sendiri?" Tanya Zia lagi
"Iya nona" jawab Pak syam
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi? ke mana sebenarnya kau pergi? Bahkan tanpa memberi tuhuku terlebih dahulu, kau membuatku hawatir suamiku" Ucap Zia dalam hati