
Setalah melakukan serangkaian periksaan Nik kembali duduk di meja kerja dokter Luis, Nik bersiap mendengarkan hasil pemeriksaan yang telah dia lakukan.
"Tuan Nik, sebelumnya anda bilang kalau anda sakit parah yakan?" tanya Dokter Luis.
"Benar Dokter, bukan kah saya sudah memberikan berkas laporan kesehatan saya pada anda sebelumnya" ucap Nik.
"Iya dan saya pun juga sudah memeriksanya, tapi anehnya dari semua hasil pemeriksaan yang kita lakukan barusan, anda tidak mengidap penyakit yang mematikan tuan." Jelas dokter luis.
"Apa?" ucap Nik kaget.
"Sebentar" ucap Dokter luis sambil membandingkan hasil pemeriksaan yang di lakukan di rumah sakit Indonesia dan rumah sakit di Kanada.
"Tuan Nik dari sini sudah begitu jelas bahwa berkas kesehatan yang anda bawa ini, bukan hasil pemeriksaan milik anda tuan, lihatlah perbedaannya juga sangat jelas, bisa di lihat dari bentuk dan struktural badan anda pun berbeda di sini dengan yang anda bawa, apa mungkin hasil periksaan ini tertukar tuan?" tanya Dokter Luis lagi.
" Tidak mungkin dokter, karena saya di periksa oleh Dokter ahli kanker langsung dan dokter yang memeriksa saya adalah sahabat saya sendiri, dia yang mengdiagnosis saya memiliki kaker hati sejak empat tahun lalu Dokter." Jelas Nik panjang lebar.
"Em entahlah Tuan Nik, tapi kenyataannya anda sangat sehat hanya saja anda terlalu banyak mengonsumsi obat pengurang darah, yang membuat anda mengalami Anemia, itu pun gejala Anemia yang ringan." Jelas Dokter Luis.
"Anemia dok" tanya Nik lagi tak percaya.
"Iya tuan, Dokter yang menangani anda mengatakan anda mengalami Kanter hati, memang dari laporan medis yang anda bawa, berkas ini menujukkan bahwa pasien mengidap penyakit kanker hati, tapi dari hasil analisa saya laporan ini jelas bukan milik anda tuan, dan saya berani jamin itu." Jelas Dokter Luis.
Nik masih sangat syok dengar pemaparan dokter Luis.
"Begini saja, boleh saya lihat obat yang sering anda minum tuan?" tanya Dokter Luis.
"Tentu dokter" ucap Nik sambil mengambil dua botol omat dari dalam tas yang dia bawa.
"Ini Dok" ucap Nik.
"Yang ini di minum setiap hari, dan yang ini di minum hanya pada saat saya merasa pusing dan sakit kepala." jelas Nik.
Dokter Luis melihat isi dari ke dua botol obat yang Nik berikan.
"Tuan Nik aku tidak yakin tapi sepertinya Dokter yang ada temui adalah dokter abal-abal, bisa di lihat, ini adalah obat dari botol pertama, omat ini adalah obat pengurang darah, yang akan membuat anda pusing bahkan sampai pingsan, sedangkan obat yang ini, dari botol kedua yang anda bawa adalah obat penambah darahnya." Jelas dokter Luis panjang lebar.
__ADS_1
"Aku tidak tau tujuan dari Dokter yang memeriksa anda sebelumnya, tapi saya rasa dia mencoba menipu anda, mulai dari hasil periksaan yang palsu dan obat-obat ini yang sepertinya sudah di rencanakan dengan sangat matang." ucap Dokter Luis lagi.
Namun Nik masih belum merasa puas dengan semua yang di jelaskan dokter luis.
"Dokter tolong lakukan tes ulang, saya ingin memastikannya kembali sekali lagi." Pinta Nik.
"Baiklah, jika itu mau mu tuan" ucap dokter Luis.
Setalah melakukan pemeriksaan ke dua, dokter Luis pun menjelaskan bahwa dirinya sangat sehat dan hanya menderita Anemia.
"Hasilnya sama saja tuan, anda sehat dan hanya mengalami Anemia ringan." ucap Dokter Luis.
"Apa mungkin penyakit itu sembuh begitu saja dari tubuku dokter? Mengingat aku mengidap kanker hati ini sejak empat tahun yang lalu" tanya Nik lagi masih dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Saya rasa tidak Tuan, karena dari hasil pemiksaan ini saya bisa pastikan bahwa empat tahun yang lalu anda adalah laki-laki yang sangat sehat tuan." Jawab Dokter Luis.
Nik sangat terkejut sekaligus merasa senang dan marah dengan kenyataan yang dia dengar, tapi Nik juga masih belum merasa puas, setelah selesai melakukan serangkaian pemeriksaan bersama dengan dokter Luis.
Nik pun pergi ke rumah sakit besar lainnya di Kanada, tak tanggung- tanggung Nik memeriksakan keadaannya di tiga rumah sakit besar di Kanada, dan Nik pun mendapat hasil dan jawaban yang sama dengan apa yang Dokter luis katakan.
"Mungkin saja tuan, karena kenyataannya masih ada dokter di dunia ini yang dengan sengaja melanggar kode etik dan sumpah kedokterannya hanya demi tujuan pribadinya." Jelas Dokter Jems.
Kini Nik pun mengerti "Tania.... Kau membohogiku selama empat tahun lamanya. Kurang ajar..." Ucap Nik dalam hati begitu geram.
"Terimakasih Dokter, atas bantuannya saya merasa puas dengan hasil pemeriksaannya." ucap Nik sambil pamit undur diri.
"Sama-sama tuan Nik" jawab dokter jems.
Setalah selesai Nik langsung bergas pergi dari rumah sakit ke tiga yang dia datangi, Nik memarkirkan mobilnya di pinggir jalan yang sepi dan teduh.
Nik mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang kini sangat membuat dirinya marah.
Tut...tut...panggilan terhubung.
"Hallo Nik?" sapa seorang wanita dari ponsel Nik.
__ADS_1
"Hallo Tania" jawab Nik sambil mengatur amarahnya agar tidak meledak-ledak.
"Apa kau merasa sakit lagi, kan sudah aku katakan berulang kali padamu Nik, kau tidak boleh pergi keluar negri tanpa aku,"
"Tapi kau tidak dengar, dan kau malah mementingkan Diandra dibandingkan kesehatan mu sendiri Nik." keluh Tania panjang lebar.
"Tania kau adalah satu-satunya orang yang tau ke adaaku selama empat tahun ini, karena aku melarangmu mengatakan tenang penyakitku pada siapapun termasuk papaku sendiri, kau tau Tania, aku melarangmu mengatakan pada semua orang agar mereka tidak hawatir padaku, dan agar mereka tidak meregukan kemampuan ku hanya karena aku sakit, dan yang lebih utama aku juga tidak mau di kasihani oleh siapapun hanya karena aku sakit." Ucap Nik.
"Ya aku tau Nik, kau sering mengatakan itu padaku" jawab Tania.
"Boleh aku bertanya Tania, apa alasanmu selama empat tahun ini melarangku untuk memeriksakan diriku pada Dokter lain?" tanya Nik.
"Aku... Aku melarangmu karena aku takut mereka tidak dapat di percaya Nik." Jawab Tania dari seberang sana.
"Boleh aku bertanya lagi Tania?" tanya Nik lagi
"Tentu saja Nik, katakanlah" jawab Tania.
"Apa aku benar-benar sakit? Jika benar kapan aku akan mati Tania?" tanya Nik sarkas.
"Kau bilang aku sakit parah selama empat tahun ini, lantas kapan aku akan mati, atau justru aku tidak akan mati Tania ?" tanya Nik lagi sambil menahan amarahnya.
"Nik apa yang kau katakan bukankah selama ini kita berdua sudah berusaha menyembuhkan penyakit mu, dan kau pasti akan sembuh Nik, aku berjanji padamu." Ucap Tania.
"Benarkah, lantas bagaimana caramu menyembuhkan ku Tania, karena aku merasa sudah sangat muak dengan semua ini." Imbuh Nik.
"Tenanglah Nik, sebaiknya kau cepat pulang ke sini, dan seperti biasa kita akan lakukan semua terapi dan pengobatan agar kau bisa cepat sembuh, kau harus sabar Nik, kita hanya perlu waktu agar kau bisa cepat sembuh." Ucap Tania.
"Lihat lah buktinya sudah empat tahun lamanya kau sakit tapu kau masih baik-baik sajakan Nik, aku pastikan kau pasti akan cepat sembuh." Ucap Tania lagi.
"Ya seperti biasa Tania aku selalu mengandalkanmu, dan aku juga sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana caramu menyembuhkan ku" ucap Nik dengan seribu amarah yang tertahan.
"Tentu saja Nik seperti biasa aku akan berusaha sebaik mungkin agar kau bisa sembuh lagi" jawab Tania.
"Ya Tania buktikan lah padaku" ucap Nik langsung menutup sambungan teleponnya dengan Tania.
__ADS_1
" Tania kau sudah begitu lancang membohogiku selama empat tahun ini, Kita lihat sejauh mana kau akan berani mepermainkan ku, kau pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal Tania." Ucap Nik sambil menahan semua amarahnya.