Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 39


__ADS_3

"Sebaiknya Mommy dan Daddy pulanglah, Sebentar lagi Zia akan datang jadi biar aku dan Zia yang menemani Diandra lagipula sebentar lagi malam" Ucap Kenzo


"Tidak mommy gak mau pulang mommy mau di sini" tolak mommy Almira


"Mommy, Daddy pulanglah dan jangan beritahu Oma sama Opa biarkan mereka berlibur tanpa harus mengkhawatirkan Diandra" Pinta Diandra


Mommy dan Daddy terus menolak untuk pulang, dengan bujuk rayu Diandra ahirnya keduanya setuju untuk pulang.


"Nanti malam Mommy ke sini lagi ya, kalau ada apa-apa cepat kasih tau Mommy" Ucap Mommy Almira


"Iya mommy tenang saja, aku akan menjaga Diandra dengan baik, Sekarang mommy dan Daddy pulanglah" Ucap kenzo


"Baiklah" jawab mommy dan daddy, dengan berat hati keduanya pergi untuk pulang


Setelah mommy dan daddy pulang Kenzopun memulai pembicaraan


"Di apa kamu ingat siapa yang membawamu ke rumah sakit?" Tanya Kenzo


"Tidak kakak aku tidak ingat, apa kakak sudah tau siapa orangnya?" Tanya Diandra antusias


"Iya" Jawab Kenzo


"Siapa kak?" Tanya Diandra lagi


Lalu Kenzo memberikan benda kecil yang dia temukan pada Diandra


__ADS_1


"Ini?" ucap Diandra tercekat di tenggorokan karena begitu kaget sambil mengambil benda itu dari tangan Kenzo


"Iya, sebuah penjepit dasi, kakak temukan di bawah tempat tidurmu, awalnya kakak pikir dia hanya penyebab kecelakaan tapi ternyata dia juga penyelamat dari Kecelakaanmu" jawab Kenzo


"Kak Nik?" ucap Diandra sambil melihat jelas benda kecil itu,


Air mata Diandrapun tak tertahankan lagi membuat Diandra kembali menangis tak percaya


"Apa dia juga mencintaiku, sama seperti aku mencintainya**?" Tanya Diandra dalam hati


Diandra merasa ada secerca cahaya tentang cintanya pada Nik saat melihat benda kecil ditangannya


"Kakak tau? aku memberikan benda ini untuk kak Nik tiga tahun lalu, dan aku sendiri yang mendisainnya dan memesannya langsung khusus untuknya sebagai hadiah ulang tahunnya, aku tidak menyangka dia masih menyimpannya, aku pikir Kak Nik sudah membuangnya, karena tidak sekalipun aku melihat dia menggunakan ini" Ucap Diandra sambil tersenyum dan menangis haru memandangi penjepit dasi itu


"Di kamu bahagia?" Tanya Kenzo yang melihat adiknya tersenyum dan menangis secara bersamaan


"Tentu saja aku sangat bahagia" Ucap Diandra sambil mendekap penjepit Dasi itu di dadanya


Sekarang yang menjadi pertanyaan Kenzo adalah "Jika Nik juga mencintai Diandra kenapa dia harus menyakiti Diandra? Kenapa tidak terima saja cinta Diandra, dengan begitu baik Nik ataupun Diandra akan sama-sama bahagia?" ucap Kenzo dalam hati


Tok tok tok


Ceklek...


Suara ketukaan pintu menyadarkan Kenzo dan Diandra dari lamunan mereka, Mereka melihat Zia dan Ziko datang bersama


"Diandra kamu gakpapa?" Tanya Ziko dengan hebohnya

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, hanya luka kecil saja bener begitu kan kakak?" jawab Diandra sambil memberikan kode pada Kenzo untuk membenarkan perkataannya


"Hem" Kenzo hanya menjawab dengan deheman saja


"Maaf aku bawa Ziko, soalnya dia tak sengaja mendengar kalau Diandra masuk RS dan dia bersikeras ingin ikut padahal aku sudah melarangnya" Ucap Zia yang merasa tidak enak pada Kenzo dan Diandra


"Tidak apa-apa kakak ipar justru aku juga sangat senang ada kak Ziko di sini" Jawab Diandra dengan seyum manisnya


"Kau bawa makanan? Aku sudah sangat lapar" Tanya Kenzo pada Zia


"Ah iya ini" jawab Zia sambil berjalan ke arah sofa dan menghidangkannya untuk kenzo


Saat Kenzo menerima piring makanan dari Zia tiba-tiba suara ketukaan pintu mengalihkan padangan semua orang


Tok tok tok


Ceklek..


Seorang laki-laki bertubuh tegap yang tak asing bagi mereka memasuki kamar inap Diandra, kedatangannya langsung membuat senyuman Diandra merekah sempurna bak seperti obat yang mampu membuat seluruh rasa sakit Diandra hilang saat melihatnya, walaupun terkadang perkataan dan perbuatannya bisa menjadi setajam pedang yang membuat hati Diandra luka tak berdarah


"Permisi Tuan, Nyonya" Ucap Nik sambil melangkah menghampiri Diandra


"Bagaimana keadaan ada Nona?" Tanya Nik


"Aku sudah membaik" Ucap Diandra tersenyum lembut dan tanpa melepaskan pandangannya dari Nik


"Hai Diandra bagaimana kabarmu? Aku turut prihatin atas kecelakaan yang kamu alami" Ucap seorang gadis yang datang dari belakang tubuh Nik, yang sukses membuat senyuman di bibir Diandra memudar, siapa lagi kalau bukan Iren sahabat Zia

__ADS_1


"A.. Aku baik" Ucap Diandra terbata


"Terimakasih" ucap Diandra lagi sambil kembali tersenyum dengan senyuman kepalsuaan


__ADS_2