
Diandra mulai masuk ke dalam kelas barunya, hari yang ia nantikan dengan penuh semangat kini berubah sendu, hati dan pikiran Diandra tertuju pada satu nama yaitu Nikdad Albar.
Ya setelah melihat keadaan Nik tadi pagi membuat Diandra sulit berkonsentrasi dalam belajar, bahkan kini apa yang di jelaskan Dosen pun tak terdengar lagi di pendengaran Diandra hinga akhirnya jam pelajaranpun selesai tepat di jam makan siang.
"Diandra kamu kenapa?" tanya Faiz.
"Kamu sakit?" tanya Faiz lagi.
"Ah tidak hanya... Hanya sedikit lelah, dan pusing saja, mungkin karena belum terbiasa kembali beraktivitas jadinya mulai cepat lelah dan pusing" jawab Diandra berbohong.
"Kalau begitu gimana kalau kita ke kantin saja" ajak Faiz.
"Em iya boleh ayo" jawab Diandra.
Faiz adalah murid pindahan di kampus Diandra, Diandra tahu karena sebelumnya mereka bertemu di kampus sebelum Diandra kecelakaan, dia dan Diandra di pertemukan kembali saat Faiz di rawat di rumah sakit, karena kebetulan Faiz juga mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari motor, tapi keadaan faiz tidak seburuk keadaan Diandra.
Pertemuan mereka menjadi menyenangkan setalah mereka saling berbicara dan bertukar pikiran, walau pun Diandra hanya menganggap Faiz hanya teman saja setalah mereka saling dekat.
Sesampainya di kantin kampus, Faiz dan Diandra langsung memesan makanan, sekilas Diandra mulai bisa lupa tengtang Nik, saat Faiz mulai mencandainya dengan berbagai guyonan yang dia buat.
__ADS_1
Tak lama pesanan mereka pun datang, saat Diandra akan memakan makanannya tiba-tiba hatinya dan pikirannya kembali tertuju pada Nik.
"Tadi pagi dia tidak sarapan, apa sekarang dia sudah makan?" tanya Diandra dalam hati.
"Ah pasti dia sudah makan, jangan pikirkan tentang dia terus Diandra" ucap Diandra lagi masih dalam hati sambil menggelangkan kepalanya pelan.
"Diandra kenapa kok gak di makan?" tanya Faiz.
"Ah.. Iya" jawab Diandra sambil memasukkan satu bakso kecil ke dalam mulutnya.
Tapi sayang bakso tersebut terasa hambar di mulutnya karena lagi-lagi Diandra harus teringat pada Nik.
"Loh.. Tapikan makanan kamu belum habis" tanya Faiz.
"Em iya mendadak aku jadi kenyang, aku duluan ya" jawab Faiz.
"Ya sudah aku antar kamu pulang ya, karena kebutulan aku juga bawa mobil." Ucap Faiz.
"Jangan, aku sudah minta supir aku buat jemput barusan." Tolak Diandra yang memang sedang menghubungi sopirnya lewat pesan.
__ADS_1
"Aku duluan ya, ini biar aku aja yang bayar, sampai nanti." Ucap Diandra sambil berlalu pergi tanpa mendengarkan terlebih dahulu apa yang ingin Faiz katakan padanya.
Selesai membayar makanan yang dia pesan Diandra langsung pergi ke parkiran dan menunggu jemputannya datang, lama Diandra menunggu hingga akhirnya mobil jemputannya datang, dengan cepat Diandra langsung masuk ke dalam mobil.
"Pak kita ke restoran pelangi dulu ya" pinta Diandra.
"Baik non" jawab pak sopir.
Setalah membeli makan siang untuk Nik, Diandra langsung meminta di antarkan ke kantor.
Sesampainya di parkiran kantor Diandra merasa gugup setengah mati untuk masuk ke dalam.
"Pak, bapak aja yang masuk ya, ini bawa dan tolong berikan pada Kak Nik." Pinta Diandra.
"Aduh non, hehe jangan bapak ya, malu non kalau harus masuk ke dalam." tolak Pak sopir ragu-ragu.
"Isttt bapak ini" ucap Diandra.
"Maaf ya non hehe" ucap Pak sopir sambil tersenyum tanpa rasa bersalah.
__ADS_1