Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 91


__ADS_3

Pagi hari semua orang berkumpul di ruang makan, semua nampak terkaget yang melihat Nik terluka dan berjalan menggunakan tongkat.


" Nik apa yang sudah terjadi, kenapa kamu terluka?" tanya Kimmy dengan hebohnya.


Nik melihat Diandra yang dengan santainya memakan sarapannya.


"Nik hanya mengalami kecelakaan kecil tidak ada yang perlu dikhawatirkan diakan laki-laki, jadi itu bukan apa-apa untuknya, bukan begitu Nik?" tanya uncle Hans.


"Iya Tuan" jawab Nik.


Diandra menatap Uncle Hans, Hans yang ditatappun hanya membalas dengan seyuman.


"Ya ampun Nik apa luka di dahimu itu parah?." tanya Kimmy yang melihat ada perban di dahi sebelah kanan Nik tepat di atas alis.


Deg....


Mendengar itu Diandra langsung menghentikan gerak sendok di tangannya.


"Saya baik-baik saja nona muda, ini hanya luka kecil, nanti juga pasti akan sembuh sendiri." Jawab Nik.


"Tapi Nik, itu lukanya di kepala?" ucap Kimmy lagi.


"Saya baik-baik saja nona" jawab Nik lagi.


"Maaf tuan Nik ada seorang wanita yang mencari anda di luar" ucap salah satu pelayan.


Deg...


"Wanita? Siapa?" tanya Diandra dalam hati.


"Siapa?" tanya Nik.


"Saya tidak tahu Tuan, tapi beliau bilang ingin bertemu dengan anda." Ucap pelanyan.


"Baiklah terimakasih" ucap Nik.


"Permisi saya akan melihat siapa yang datang" ucap Nik dan langsung pergi dari ruang makan.


Tanpa disadari Nik, Diandra menatapnya dengan tatapan yang sangat mengerikan,


"Suttt...kau tidak penasaran dengan siapa wanita yang datang menemui Nik?" tanya Kimmy berbisik, setelah pindah duduk kesebelah Diandra.


"Tidak" jawab Diandra ketus.


"Uhhh... Serem" ucap Kimmy.


Nik berjalan ke teras luar rumah, dan dilihatnya wanita itu nampak tidak asing baginya.


"Iren?" Panggil Nik.

__ADS_1


"Nik, hey ya ampun, apa yang terjadi?, kenapa kamu terluka seperti ini?" tanya Iren hawatir.


"Hanya kecelakaan kecil, kau di sini?, bagaimana bisa?" tanya Nik datar.


"Aku datang ke sini karena ingin bertemu denganmu Nik" jawab Iren malu-malu.


"Ada hal penting apa yang membawamu padaku? Padahal kau bisa menghubungiku lewat pesan atau telpon" ucap Nik.


"Benarkah aku bisa melakukan itu, lantas kenapa selama ini kamu tidak pernah menjawab telepon dariku, dan kau juga tidak pernah membalas pesan dariku." Protes Iren.


Didetik berikutnya Nik pun sadar bahawa selama ini dia memang sering mengabaikan telepon atau pun pesan dari Iren.


" Em... Maaf" ucap Nik.


"Ah sudahlah lupakan, apa hari ini kau punya waktu luang, aku ingin bicara berdua denganmu?" ajak Iren.


Belum sempat Nik menjawab, tiba-tiba sebuh suara memanggil Nik.


"Nik" panggil Kimmy, Nik pun menoleh ke sumber suara


Deg...


"Kak Iren dia di sini, hah, semalam dia bilang ingin melamarku, tapi sekarang dia membawa wanita lain di hadapanku" ucap Diandra dalam hati.


"Kau benar-benar membuatku kembali merasa sangat kecewa kak Nik" ucap Diandra lagi dalam hati.


Nik melihat Kimmy dan Diandra yang berdiri diambang pintu.


"Ah... Dia Iren temanku" jawab Nik.


"Teman?" ucap Iren dalam hati.


"Ah hanya teman rupanya?" jawab Kimmy kembali dengan senyuman di wajahnya.


Tid.. Tid...


Sebuh suara kelakson mobil memecah pembicara Nik, Iren, Kimmy dan Diandra.


Dari dalam mobil keluarlah seorang laki-laki tampan dengan berbaju biru dan celanan jins hitam,


" Hai semua,... " Sapa laki-laki tersebut setelah keluar dari dalam mobil.


"Kak Faiz?" ucap Diandra.


"Dia" ucap Nik dengan nada kesal.


Faiz melangkahkan kakinya menghampiri Kimmy, Diandra, Nik dan Iren


"Hai Kimmy, Diandra?" sapa Faiz.

__ADS_1


"Hai kak Faiz kamu di sini?" sapa balik Diandra dengan senyuman mempesona dari bibirnya.


"Hai Tuan Nik" sapa Faiz.


"Hem..." Jawab Nik datar.


"Hey tunggu Diandra, Nik kalian mengenalnya?" tanya Kimmy.


"Kak Kimmy, kak Faiz itu temen kuliah aku" jawab Diandra.


"Oh pantas saja" jawab Kimmy.


"Kak Kimmy dan kak Faiz saling kenal?" tanya Diandra.


"Ah iya Faiz ini sahabat baikku, dan Faiz Diandra ini adik sepupuku" ucap Kimmy memperkenalkan.


"Oh ternyata dunia begitu sempit ya, kita bisa bertemu di sini Diandra." Ucap Faiz


"Iya kak Faiz aku juga gak nyangka bisa ketemu kak Faiz di sini" ucap Diandra dengan senyum manisnya.


"Nik benar-benar cemburu melihat Diandra tersenyum begitu manis pada pria lain, namun Nik berusaha menutupinya dengan sebaik mungkin.


" Nik " panggil uncle Hans.


" Iya Tuan" jawab Nik.


"Ke ruang kerjaku sekarang" ucap uncle Hans.


"Tuan Hans" sapa Faiz.


"Hem.." Jawab Hans sambil berlalu kembali masuk kedalam rumah.


"Iren maaf, aku tidak bisa pergi denganmu, aku Permisi" ucap Nik dan langsung masuk ke dalam rumah.


Iren merasa sangat kecewa melihat Nik pergi meninggalkannya begitu saja.


"Kalau begitu, aku Permisi pulang, sampai jumpa" ucap Iren berpamitan pada Diandra, Kimmy dan Faiz.


"Faiz ayo kita masuk kedalam rumah" ajak Kimmy.


"Ah iya" jawab Faiz.


Kimmy, Diandra dan Faiz pun masuk kedalam rumah dan mereka berbincang begitu sangat asik sampai-sampai tawa mereka memecah keseluruhan ruangan tamu.


Jika Kimmy, Diandra dan Faiz tengah asik berbincang dan bercanda, lain halnya dengan Nik, dia harus duduk di ruang kerja uncle Hans dengan segudang pekerjaan yang diberikan Hans sebagai hukuman karena telah berani membuat Diandra hampir terluka.


"Hey bagaimana kalau hari ini kita pergi jalan-jalan?" tanya Kimmy.


"Boleh, aku siap menjadi sopir pribadi kalian hari ini" ucap Faiz.

__ADS_1


"Baiklah ayo kita pergi" jawab Diandra penuh semangat.


"Berangkat"


__ADS_2