
Kenzo melihat Zia yang tengah berdiri dengan jarak kucup jauh darinya
"Kemari" Ucap Kenzo sambil menepuk sofa di sampingnya
Zia melangkah dengan sangat hati-hati, dia duduk di ujung sofa, Kenzo yang melihatnya mengulang kembali perkataannya
"Kemari" pintanya lagi dan Zia hanya sedikit menggeser tubuhnya
"Srettttt" desis Kenzo sambil mentap tajam,
Melihat itu buru-buru Zia mendekat dengan penuh waspada, pada saat Zia sudah dekat dengan Kenzo tiba-tiba
PLATAKK
"Auuuuu" Ringis Zia kesakitan sambil memegang dahinya karena kenzo baru menyentil keras dahi Zia
"Kalau aku bilang tidak belarti tidak faham?" ucap Kenzo
Zia hanya mengangguk dan tertunduk sambil mengusap-usap dahinya, Zia tidak berani lagi menatap Kenzo dia menggeser tubuhnya hingga ke ujung sofa menjauh dari Kenzo
Melihat itu Kenzo berdiri dan melangkah ke meja kerjanya, dia membuka laci meja dan mengambil satu salep dari kotak P3K, setelah itu kenzo menghampiri Zia dan mengangkat dagun Zia yang tertunduk sambil cemberut hingga memandangnya
__ADS_1
Kenzo mengoleskan salep itu di dahi Zia dengan lembut, Zia hanya memandang Wajah kenzo yang tepat di hadapannya, ini pertama kalinya dia begitu dekat dengan Kenzo, Zia memandangi wajah Kenzo dengan perasaan tak menentu
"Sakit?" Tanya Kenzo dan Zia hanya mengangguk sambi merajuk imut
"Makanya patuhlah" Ucap Kenzo dan lagi-lagi Zia hanya mengangguk tanpa bersuara
Kenzo memandang lekat wajah Zia, dan Zia langsung menundukan pandangnnya, tapi tanpa disangka Kenzo mengangkat dagu Zia lagi dan membuat mereka saling menatap satu samalain
Pelahan kenzo mendekatkan Kepalanya pada Zia, Zia berusaha mundur tapi sayang dia sudah tidak bisa mundur lagi karena Zia sudah duduk diujung sofa, Perlahan sedikit demi sedikit Kenzo mendekat, dan semakin dekat dengan wajah Zia, dan..
Cup
Satu ciuman mendarat mulus di bibir tipis Zia membuat Zia gelagapan dan berusaha membrontak tapi tidak bisa karena Kenzo mehan kelapa Zia erat
"Kaka...." lengkingan suara cempreng itu menggema saat memasuki ruang kerja Kenzo yang tidak tertutup rapat memisahkan dua insan yang berdekatan itu,
Kenzo yang mendenggar suara adiknya langsung menjauh dari Zia sambil membuang nafasnya kasar dan mengendalikan hasrat yang menyala dalam dirinya
"Huffff, mengganggu saja" gerutu Kenzo sambil menyandarkan kepalanya di bahu sofa dan menutup matanya dengan sebelah tangannya
Sedangkan Zia hanya menuduk malu karena merasakan wajahnya yang panas dan serasa terbakar
__ADS_1
"Uupsss, maaf" Ujar Diandra dan menutup matanya dengan tangannya
"Aku gak liat kok beneran, gak liat kalian ciuman beneran, hehe, lanjutkan saja aku mau menemui Mommy dulu" ucap Diandra
"Mommy" Teriak Diandra sambil melangkah keluar dari ruang kerja Kenzo
Sepeninggal Diandra baik Kenzo maupun Zia jadi sama-sama salah tingkah,
"Ehem.." Kenzo berdehem untuk menutupi kegugupannya
"Ayo kita temui Mommy" Ucap Kenzo sambil berdiri dan merapihkan kaosnya yang tidak kusut
Zia hanya mengangguk sambil memegangi kedua pipinya yang masih terasa panas dengan kedua tangannya
Kenzo melangkah terlebih dahulu dan diikuti Zia di belakangnya
"Mommy, mommy harus tau apa yang aku lihat tadi?" ucap Diandra antusias
"kamu ini kenapa si teriakan-teriak, emang kamu tadi liat apa?" Tanya mommy Almira
"Tadi itu aku liat ...." belum sempat Diandra melanjutkan kalimatnya tiba-tiba ada tangan besar dan kekar membekap mulutnya
__ADS_1
"Liat kupu-kupu di taman, Iya kan Di" ucap kenzo yang masih membekap mulut Diandra, dan memberikan tatapan tajam padanya