
Malam hari di rumah Kenzo, Zia sudah begitu tidak sabar karena ingin memberitahukan kabar kehamilannya pada kenzo.
Kenzo mengatakan akan segera pulang dan sedang dalam perjalanan, mendengar itu Zia merasa waktu berjalan begitu lambat karena saking tidak sabarnya.
Kenzo dan Nik sampai di rumah pukul 23.12 malam, Kenzo melarang Nik untuk pulang alhasil mau tidak mau Nik harus menginap di rumah Kenzo.
Kenzo langsung masuk ke dalam kamarnya sedangkan Nik masuk ke kamar tamu untuk beristirahat.
Ceklek..
Kenzo membuka kamar dengan sangat perlahan karena takut Zia akan terbangun, dilihatnya Zia yang sedang tertidur pulas sambil memeluk sebuh foto di dadanya.
Perlahan Kenzo membawa foto tersebut dari tangan Zia, kenzo tersenyum saat melihat foto siapa yang Zia peluk sambil tidur.
"Kau pasti sangat merindukan aku, sampai tidur pun harus memeluk fotoku" ucap Kenzo pelan.
Kenzo langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, lalu merebahkan dirinya di samping Zia dan memeluknya erat.
🌺🌺🌺🌺
Setelah membersihkan diri Nik tiba-tiba merasa haus dia mengenakan pakaian formalnya yang masih bersih dari dalam koper lalu melangkah ke dapur untuk mengambil minum.
Setelah Nik keluar dari dalam kamar lalu Diandra yang juga kebetulan menginap di rumah Kenzo tentunya atas permintaan Zia dan Ziko, dia berjalan dengan begitu pelan karena saat ini Diandra sudah bisa berjalan dengan normal tanpa bantuan tongkat di tangannya.
Nik telah selesai mengambil segelas air dan dia berniat mengambil air itu ke dalam kamar tapi karena keadaan yang gelap dan hanya lampu-lampu kecil yang menyala remang-remang membuat Nik dan Diandra sama-sama tidak bisa melihat sekeliling mereka dengan jelas, hingga akhirnya tanpa mereka sadari mereka malah saling menabrak.
Bug..
__ADS_1
"Ah..." jerit Diandra karena takut.
"Astagfirulloh" ucap Nik saat air minum yang dia bawa tumpah mengenai sosok yang dia tabrakan.
"Ya ampun kan jadi basah" keluh Diandra saat melihat baju yang dia pakai tertumpahi air.
"Maaf" ucap Nik.
Diandra melihat kesumber suara dan betapa kagetnya ternyata itu adalah Nik.
"Maaf saya tidak sengaja, lagi pula apa yang anda lakukan di malam hari begini?" ucap Nik.
Saat melihat ternyata Diandralah yang dia tabrakan, Diandra dan Nik berhenti tepat di samping lampu kecil yang menyala di dinding, sehingga mereka bisa melihat wajah mereka satu sama lain.
"Saya haus dan mau minum, eh tapi belum juga minum udah kena siram aja." Jawab Diandra sewot.
Bukannya marah Nik malah terkekeh pelan karena begitu gemas melihat wajah Diandra yang menurutnya lucu saat dia kesal.
"Iya" jawab Diandra ketus.
"Alhamdulillah" ucap Nik.
"Awas saya mau lewat" ucap Diandra.
"Silahkan" jawab Nik.
Diandra melangkah tanpa melihat lantai yang ternyata basah karena tumpahan air tadi, baru satu langkah Diandra berjalan tiba-tiba Diandra kehilangan keseimbangannya karena lantai yang licin.
__ADS_1
Diandra pun hampir terjatuh, tapi beruntung Diandra tidak terjatuh karena Nik dengan sigap langsung menahan tubuh Diandra yang hampir terjatuh.
"ahh" ucap Diandra sambil memeluk pundak Nik erat.
"Ya ampun kalau jatuh lagi bisa bahaya" ucap Diandra sambil memeluk lengan nik yang melingkar di pinggang Diandra erat.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Nik yang juga sangat khawatir.
Diandra belum menjawab dia masih menektalisir rasa takutnya, akan sangat berbahaya jika Diandra kembali terjatuh di keadaannya saat ini.
Setelah bisa menektalisir rasa takutnya, kini Diandra mulai sadar akan posisinya yang sedang memeluk Nik erat.
Buru-buru Diandra melepaskan pelukan Nik darinya, "Kamu ngapain peluk-peluk?" tanya Diandra.
"Hah" jawab Nik.
"Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ya, itu kurang ajar namanya" ucap Diandra.
Nik tidak menjawab hanya memperhatikan wajah Diandra dengan intens, mulai dari alis, hidung, pipi dan bibir, pandang Nik memuat di bibir Diandra, Nik tidak mendengarkan semua ocehan Diandra, pikirannya sudah terfokus pada apa yang dia lihat.
"Malah bengong lagi, dasar nyebelin." keluh Diandra dengan suara agak keras.
"Pelankan suaramu nona atau kau akan membangunkan seisi rumah" jawab Nik setelah tersadar dari lamunannya.
"Bodo amat, dasar laki-laki tidak peka, dingin kaya robot eh enggak kaya kulkas, nyebelin, ngeselin, dan..."
Diandra tidak melanjutkan kalimatnya karena bibirnya telah tertutup dengan sesuatu yang lembut, Diandra semakin tidak bisa membrontak karena merasakan satu tangan Nik begitu erat memeluk pinggang Diandra dan satu tangannya lagi menahan tengkuk Diandra kuat.
__ADS_1
Jika biasanya Nik pandai menyembunyikan perasaannya tapi ternyata saat ini iman Nik tidak begitu kuat menahan gejolak rasa yang berperang antara hati dan pikirannya, alhasil nafsunyalah yang kali ini menang dan membuat Nik tak mampu lagi menahan hasratnya untuk tidak mencium Diandra.
Lama mereka beradu rasa, awalnya Diandra berusaha membrontak sekuat mungkin tapi dia kalah dari tenanga Nik, hingga akhirnya Diandra luluh dan malah ikut terbuai dengan permainan Nik.