Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 17


__ADS_3

Pagi yang masih gelap gulita, Zia terbangun dari tidurnya dilihatnya jam dinding yang terpajang sudah menunjukan pukul 04.44 subuh


"Ya ampun udah subuh" Ucap Zia lirih


Zia hendak beranjak bangun dari tidurnya tapi tanpa sengaja pandangannya tertuju pada seseorang yang tengah tertidur pulas di Sofa kamar inapnya


"Dia..?" Ucap Zia lirih hampir tak terdengar


"Kenapa dia tidur disana?" Ucap Zia lagi dalam hati


Zia berusaha bangun dari tidurnya untuk melaksanakan Sholat subuh tapi baru juga Zia hendak turun dari tempat tidur tiba-tiba kepala Zia terasa pusing bak di hantam benda berat ditambah kakinya yang masih lemah untuk di gerakan membuat Zia oleng dan jatuh di lantai


Bruggg


Suara jatuhnya Zia dari tempat tidur membuat Kenzo terbangun dari tidurnya, dipandangnya Zia yang sudah tergeletak lemah di lantai, dengan segera Kenzo berlari dan memangku Zia kembali keranjangnya


"Apa kau sudah gila, atau kau mau mati hah" Ucap kenzo dingin


Setiap ucapan kenzo memang tidak membentak tapi entah kenapa setiap penekanan kata dan nada bicaranya terasa menyakitkan dan menusuk bagi Zia

__ADS_1


"Maaf aku hanya mau Sholat subuh" Ucap Zia lemah


"Kenapa tidak bilang?" Tanya Kenzo datar


"Bagai mana mau bilang kaukan tadi tidur, dan mana berani aku membangunkan singa yang sedang tidur, tidak dibangunkanpun sudah menyaramkan apalagi aku bangunkanmu" gerutu Zia dalam hati, dan Zia malah menjawab dengan senyuman yang kaku


Tanpa banyak bicara Kenzo memangku tubuh Zia dan membawanya ke kamar mandi, hal tak terduga itupun membuat Zia gusar bukan main


"Apa yang kau lakukan turunkan aku?" Tanya Zia gugup


"Kau bilang mau ke kamar mandi, aku hanya membantumu saja" Ucap Kenzo datar


Zia hanya mampu menurut saja tanpa bisa lagi membantah, sesampainya di dalam kamar mandi Kenzo mendudukan zia perlahan di Closet,


"Hah, untunglah aku kira tadi dia akan.. Hah apa yang ku pikirkan" gumam Zia


Tak berapa lama Kenzo datang dengan seorang perawat wanita, seteleh itu dia keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya rapat, Ziapun di bantu perawat wanita untuk melaksanakan ritual kamar mandi, setalah selesai perat tersebut membuka pintu dan di sana rupanya Kenzo masih berdiri menunggu Zia selesai dengan urusannya


"Sudah selesai Tuan" Ucap perawat tadi

__ADS_1


"Hem.." Kenzo hanya menjawab dengan deheman saja, tanpa memandang sang perawat Kenzo menghampiri Zia dan tanpa Permisi langsung memangku tubuh Zia keluar dari kamar mandi dan membaringkannya kembali di tempat tidur


"Kau bisa Sholat di sini" Ucap Kenzo masih datar dan Zia hanya mengangguk saja,


Kenzo membuka lemari kecil dekat tempat tidur Zia di sana Kenzo mengambil satu mukena putih dan membiarkannya pada Zia,


"Pakailah itu punya mommy, mommy biasa menemanimu dari pagi sampai sore jadi itu sengaja di tinggalkan di sini" Ucap Kenzo


Mendengar itu Zia sangat merasa tidak enak hati saat ini, Zia merasa bahwa selama ini dia banyak menyusahkan orang lain, bahkan orang yang belum Zia kenal, Zia hanya mampu tertunduk lesu tanpa berani lagi memandang Kenzo


"Perawat akan membantumu memakainya, aku pergi dulu" ucap Kenzo sambil melangkah pergi etah kemana dan Ziapun dibantu perawat tadi untuk menggukan mekenanya.


Hari semakin siang dan sejak subuh tadi Kenzo tak kunjung kembali "Kenapa aku memikirkan laki-laki itu, ya ampun ada apa denganku" Ucap Zia


Jam 09.00 pagi pintu kamar Zia terbuka tanpa ada ketukan dari luar dan itu membuat Zia kaget


"sayang kau sudah sadar, Alhamdulillah" Ucap mommy Almira sambil memeluk Zia lembut


"Alhamdulillah, kamu sudah bangun nak" Ucap Oma mariam

__ADS_1


Zia hanya terbengong memandangi dua wanita yang secara bergantian memeluknya,


"Kenzo bilang, kau sudah siuman sejak semalam, tapi anak nakal itu baru memberitahu kami tadi pagi" Ucap mommy Almira lembut sambil mengelus kepala Zia


__ADS_2