Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 22


__ADS_3

Zia tengah Asik berbincang dengan Pak syam tiba-tiba


"Ehem..." suara deheman mengagetkan mereka berdua


Keduanya langsung menoleh ke sumber suara, dan ternyata Kenzo datang dengan baju santainya berwarna hitam yang memperjelas bentuk tubuhnya yang berotot dengan celana pendek selutut, terlihatpula rabut basahnya yang tidak dia sisir menambah kesan bad boynya


"Apa yang kalian bicarakan sepagi ini?" tanya kenzo


"Kami hanya berkenalan saja tuan" jawab pak syam


"Pergilah" Ucap Kenzo pada pak Syam, dan pak syampun pergi dari sana


Kenzopun duduk di kursi utama meja makan, Kenzo melihat Zia yang masih mematung di samping meja makan "Kau tidak akan duduk?" Tanya Kenzo "Duduklah" Pintanya


"Em iya" Ucap Zia sambil duduk di samping kenzo "Anda tidak akan bekerja?" Tanya Zia was-was


"Aku bekerja tapi dari rumah" Ucapnya sambil menyerahkan piring kosong pada Zia


Zia yang faham langsung mengambil Nasi goreng cumi yang dia masak tadi ke dalam piring kosong milik Kenzo dan menyimpannya di hadapan kenzo


Kenzo menadahkan kedua tangannya untuk berdoa sebelum makan, dia berdoa dengan suara yang dapat di dengar Zia hingga ahirnya Ziapun ikut berdoa bersama sampai suara Aamiin terdengar dari keduanya


Kenzo menyedok nasi gorengnya dengan sendoknya dan saat kenzo mau menyuapkan nasi kemulutnya tiba-tiba diurungkannya karena melihat Zia yang hanya melihatnya tanpa mengambil makanan di meja


"Kenapa kau tidak makan?" Tanya Kenzo


"Aku akan makan setelah anda selesai" jawab Zia


"Mana boleh seperti itu makanlah, kalau tidak aku tidak akan mau makan bersamamu lagi" Ancam kenzo


"Ba.. Baik tuan aku akan makan" Ucap Zia

__ADS_1


"Tuan?" Tanya kenzo sirkas


"Em... Maksudnya Suamiku aku akan makan" koreksi Zia


Kenzo makan dengan begitu lahapnya sampai dia menambah lagi porsi makannya, melihat itu Zia begitu senang itu artinya Kenzo sangat suka masaknnya


Setelah Zia dan Kenzo selesai sarapan Pak syam datang dan merapihkan meja makan


"Pak syam masakanmu hari ini enak sekali" Puji kenzo


"Ah tuan sebenarnya yang memasak sarapan adalah Nona muda" Ucap Pak Syam


Kenzo langsung menoleh ke arah Zia, dengan tatapan yang tajam


"Apa aku mengizinkanmu pergi kedapur atau memasak?" Tanya Kenzo datar,


Zia tidak menjawab


"Baik tuan" Ucap Pak Syam


"Tapi kenapa? Aku juga kan mau memasak dan...." Zia tidak melanjutkan protesnya karena melihat tatapan tajam dari Kenzo


"Aku menikahmu untuk menjadi istriku, bukan untuk menjadi pembantuku, jika kamu memasak untukku lantas untuk apa aku memperkerjakan mereka?" Ucap kenzo penuh penekanan


Pak syam hanya memandangi perdebatan majikannya sambil melihat wajah imut Zia yang tengah kesal, wajah Zia terlihat begitu sangat manis dan lucu


"Pak syam?" Tanya Kenzo


"Iya Tuan" Jawab Pak syam tersadar dari lamunannya


"Bawakan Kopi ke ruang kerjaku" Pinta kenzo sambil berdiri dan menghampiri pak syam "Jangan memandang istriku lebih dari tiga detik" ucap Kenzo penuh penekanan sambil berbisik di dekat pak Syam

__ADS_1


"Iya Tuan" Jawab Pak syam gugup


Kenzopun pergi masuk keruang kerja, dan Zia sungguh bingung harus melakukan apa, ini tidak boleh itu juga tidak boleh, dia berjalan-jalan di taman balakang, dilihatnya tukang kebun yang sedang menanam bunga-bunga indah


"Boleh gak ya kalau aku ikut tanam bunga?" Tanya Zia pada dirinya sendiri


"Lebih baik aku minta izinnya dulu dari pada kena omel kaya tadi" Ucap Zia lagi sambil melangkah masuk kedalam rumah


Ruang Kerja Kenzo sekarang adalah tujuannya dikutuknya pintu itu


Tok tok tok


"Masuk" terdengar sahutan dari dalam, Zia melangkah dengan perasaan harap-harap cemas


Setelah Zia masuk ternyata Kenzo memang sedang berja di sofa rung kerjanya


"Em... Suamiku" Ucap Zia gugup


"Hem" jawab kenzo tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya


"Di taman bunganya sangat Indah bolehkah aku...."


"Tidak boleh" potong kenzo


"Tapi aku sungguh bosan jika tidak melakukan apapun" Ucap Zia tapi di abaykan kenzo


"Suamiku" Ucap Zia, dan masih tetap tidak ada jawaban


"Suamiku, hufff.. " Ucap Zia sambil menghela nafasnya kasar


"Ihhh, Menyebalkan" gerutu Zia dalam hati yang sudah mulai kesal

__ADS_1


__ADS_2