Menemukanmu Adalah Takdirku

Menemukanmu Adalah Takdirku
BAB 22


__ADS_3

Zia sungguh-sungguh antusias dengan handphone baru di tangannya betapa tidak dikasih handphone mahal keluaran terbaru lagi, siapa yang gak mau coba? (Autor juga mau wkwkw)


Zia serius membaca buku panduan mini di tangannya, Zia membaca dengan teliti setiap huruf di buku itu tak lupa mempraktekan cara penggunaannya di handphone barunya, saat Zia menekan tanda kunci di bahu handphonenya Zia mulai bersuara


"Nyala" ucap Zia antusias sambil senyum-senyum sendiri, Zia mulai menjelajahi handphone barunya, mengamati dan mengingat cara kerja handphone itu, lalu tiba-tiba Zia di kagetkan dengan satu pesan yang masuk di handphonenya


TINK...


Nik


Satu pesan itu datang dari Nik, dibukanya perlahan pesan itu, awalnya Zia agak bingung lantaran isin pesan itu berupa File Word bertuliskan


"SEMUA HAL YANG DISUKA DAN TIDAK DISUKA TUAN KENZO, Silahkan dibaca dengan teliti Nona" - Nik-


Zia menekan file itu dan muncullah tulisan dalam bentuk Word, Zia membaca dengan seksama semua hal tentang suaminya, mulai dari kebiasaannya sehari-hari dari pagi sampai pagi lagi dan makanan serta minuman yang biasa di makan kenzo dan di hindari kenzo serta alasan di baliknya


Zia membaca satu persatu huruf-huruf itu "Huffff, ternyata dia orang yang sangat ribet ya" ucap Zia lirih sambil melihat Kenzo yang tertidur pulas


TINKK... Satu pesan lagi masuk masih dari Nik, dan masih pesan yang sama berupa File Word akan tetapi pesan ke dua ini mampu membuat Zia sangat tercengang fasalnya ini adalah sesuatu hal yang diluar dugaannya


"PELATURAN UNTUK NONA MUDA ZIA" -Nik -

__ADS_1


Semua isi dari File itu sungguh membuat Zia kesal, isi file itu mengatakan Zia tidak boleh ini tidak boleh itu, Zia harus ini dan harus itu intinya Tidak boleh melakukan apapun tanpa izin Kenzo dan harus patuh pada semua aturan Kenzo


Sungguh Zia sangat geram setelah membaca pesan ke dua dari Nik, tapi Zia sadar dia tidak bisa melakukan apapun selain patuh


"sudahlah sebaiknya aku mandi trus buat sarapan" Ucap Zia pada dirinya sendiri


Zia menyimpan handphonenya dengan hati-hati di atas meja, seteleh itu bergegas mandi dan membuat sarapan


Saat Zia sampai di dapur ternyata sudah ada beberapa pelayan yang sedang membuat sarapan


"Selamat pagi, Nona Muda, kenapa anda datang ke sini?" sapa kepala pelayan dengan ramah


"Sebaiknya nona muda kembali ke kamar biar kami yang membuat sarapan" Ucap kepala pelayanan itu


"Tidak aku ingin membuat sarapan pagi untuk suamiku" Ucap Zia


"Tidak nyonya jika tuan tau dia akan marah" Ucap sang kepala pelayan


"Tidak akan" Ucap Zia sambil mengambil tempat di dapur


"Kalian pergilah dan kerjakan saja yang lain" Ucap Zia penuh dengan semangat

__ADS_1


"Tapi Nona..." Ucap mereka ragu


"Tidak apa-apa pergilah" Ucap Zia lagi


Para pelayanpun pergi dari dapur dan hanya kepala pelayan yang tidak pergi dia begitu setia mengamati semua yang dilakukan Zia hingga selesai


"Selesai" Ucap Zia


"Nona ternyata anda sangat pandai memasak" Ucap Kepala pelayan


"Tidak juga tuan" Ucap Zia sambil menata makanan di meja makan


"Nona jangan pangil tuan, nama saya syamsul panggil saja syam" ucap Pak syam


"Anda lebih dewasa dari pada saya rasanya tidak enak jika harus memanggil nama, saya panggil Pak Syam saja ya" ucap Zia dengan senyuman yang begitu manis


"Ohh nona jangan tersenyum seperti itu anda jadi membuat saya salah tingkah dengan seyuman anda" Ucap pak syam dalam hati


Seyuman Zia sungguh mampu menghipnotis pak Syam, Pak Syam adalah salah satu pelayan senior di rumah utama Keluarga Maliq, Kenzo mengangkatnya menjadi kepala pelayan di rumah barunya,


Pak Syam seorang Duda berusia 34 tahun, bertubuh tinggi tegap dan cukup tampan namun agak kemayu di beberapa keadaan dan tegas pula di banyak keadaan, usianya masih dibilang muda saat pertama bekerja di rumah keluarga Maliq saat itu usianya 18 tahun, Pak Syam bercerai dengan istrinya karena istrinya telah berselingkuh dibelakangnya saat pak Syam sibuk bekerja di rumah keluarga Maliq, dari itu dia memutuskan bercerai dengan istrinya dan memilih untuk menduda hingga sekarang (Jadinya duren deh)

__ADS_1


__ADS_2