
Setelah lama akhirnya Kenzo sampai di rumah dia langsung membawa semua makanan yang dia beli ke kamarnya, taklupa Kenzo mengambil piring dan sendok terlebih dahulu.
Ceklek...
Suara pintu terbuka, nampaklah Kenzo masuk dengan tangan yang penuh, dilihatnya wajah Zia yang sudah begitu antusias menanti makanan yang dia bawa.
Kenzo menyimpan semua makanan pesanan Zia di atas meja dan Zia langsung membukanya dengan wajah yang terlihat tidak sabar.
"Wah.. Suamiku ini banyak sekali." Ucap Zia sambil membuka satu persatu kantong kresek yang ada.
"Hem... Hoamm" jawab Kenzo sambil menguap.
Setelah berdoa dan tanpa mengatakan apapun lagi Zia langsung memakan sate yang sudah di beli Kenzo dengan lahapnya.
"Pelan-pelan makannya." Ucap Kenzo, dan Zia hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil terus memakan satu porsi sate di piringnya, merasa belum kenyang Zia membuka dan memakan satu porsi sate lagi hingga habislah dua porsi sate itu tak tersisa.
Lalu Zia beralih memakan sepuluh buah surabi dengan lahapnya hingga habis tak tersisa.
Kenzo dibuat ternganga tak percaya dengan porsi makan Zia yang tiba-tiba berubah menjadi rakus, Kenzo hanya geleng-geleng kepala sambil menunggu Zia selesai makan.
__ADS_1
Sejenak Zia berhenti dari makannya untuk minum, setelah selesai Zia kembali melanjutkan makannya dengan memakan satu porsi Martabak manis dengan lahapnya, dan kali ini satu porsi martabak pun sudah di makan hingga habis tak tersisa.
Melihat itu Kenzo dibuat mual sendiri sampai dia tidak lagi bisa menahan rasa mualnya, seluruh isi perutnya terasa di aduk dan akhirnya Kenzo berlari ke arah kamar mandi untuk memuntahkan makanan yang sempat dia makan di jam makan malam.
"Huaa... Huaaa..." Suara kenzo muntah-muntah,
Zia yang melihat Kenzo lari ke dalam kamar mandi dan mendengar Kenzo muntah-muntah pun langsung mengikutinya dan membantu Kenzo memuntahkan semua makan yang ada di perutnya dengan cara memijat tengkuk Kenzo
Setelah berhasil memuntahkan semua isi perutnya kenzo bersandar dinding kamar mandi sambil menektralisir rasa pusingnya yang tiba-tiba menghantam kepalanya.
"Kamu gak papa? Kok bisa muntah-muntah sih!" tanya Zia tapi Kenzo tidak menjawab.
Sejenak Kenzo mengamati wajah Zia yang begitu penuh dengan rasa khawatir padanya.
"Dia yang makan begitu banyak tapi aku yang rasanya ingin muntah, membayangkannya lagipun rasanya aku tidak sanggup dan malah ingin muntah lagi." Ucap Kenzo dalam hati.
"Kau sudah tidak lapar lagi kan?" tanya Kenzo sambil berbaring di atas rajang.
"Tidak aku sudah kenyang sekarang" jawab Zia.
"Bagaimana tidak kenyang kau makan semua makanan yang ku beli sampai tak tersisa." Ucap Kenzo dalam hati.
"Ya sudah ayo tidur" ucap Kenzo
"Hem" jawab Zia sambil memeluk Kenzo erat.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️
Assalamualaikum
Temen-temen semua, semoga sehat selalu di manapun kalian berada, Aamiin
Hari ini aku mau mengatakan terimakasih pada semua para pembaca setia "Menemukanmu adalah Takdirku" jujur saat aku menulis karya ini, aku tuh banyak mengalami hal-hal tak terduga saat membuat karya ini, karena ini adalah karya pertamaku.
Dulu aku pikir karya ini gak akan sampai di efisode 100, tapi berkat kalian semua Alhamdulillah karya ini bisa sampai di 100 efisode lebih.
In syaa Allah di lain kesempatan aku bakal jawab semua rasa penasaran kalian tentang..
"Kenapa nama pemeran utamanya harus Darsi?"
"Terus, katanya udah END di Cover, tapi kok masih lanjut? dan lain sebagainya..."
Karena aku yakin kalian pasti penasaran ya hehe🤗🤗🤗
Tapi tidak sekarang ya men-temen in syaa Allah secepatnya, 😍😍
Dan Alhamdulillah juga aku sudah membuat karya keduaku yang berjudul "Cinta Dua Dimensi" buat temen-temen yang berminat yuk di kepoin juga karya ku itu.
Aku sebagai penulis yang masih amatiran ini, mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan kalian semua dan juga meminta pada temen-temen semua, untuk tetap terus dukung autor ya. 😍😍
__ADS_1
Jangan lupa Vote dan like nya ya yang banyakk... 😘😘😘🙏🙏😁😁
Hatur nuhun 🙏🙏😁😁