
Zia dan Kenzo kini tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit, ke berangkatan mereka harus sangat terlambat karena Ziko yang tidak mau ditinggalkan oleh Zia, alhasil mereka harus berangkat ke rumah sakit cukup siang.
Sesampainya di rumah sakit Kenzo dan Zia langsung menuju ruangan dokter Raya selaku dokter kandungan yang Kenzo tunjuk khusus sebagai dokter kandung pribadi bagi Zia selama Zia hamil.
Tanpa menunggu lama Kenzo dan Zia langsung masuk ke dalam ruangan dokter Raya,
tok tok tok...
"Selamat datang tuan dan nona muda, silahkan masuk" sapa dokter Raya saat melihat Kenzo dan Zia masuk ke dalam ruangannya.
"Terimakasih dokter" jawab Zia.
"Langsung saja saya datang ke sini ingin memeriksakan kandungan istri saya" ucap Kenzo to the poin setelah mereka duduk di kursi yang di sediakan.
"Bukannya nona muda baru saja memeriksakan kandungannya satu minggu yang lalu, mohon maaf sebelumnya apa terjadi sesuatu nona?" tanya Dokter raya bingung.
"Tidak ada, hanya saja saya ingin memastikannya kembali apa bayi dalam kandungan istri saya baik-baik saja." Jawab Kenzo.
Sebenarnya Zia merasa sedikit tidak enak hati pada Dokter Raya tapi apalah daya suaminya memang bukan orang yang suka berbasa basi.
"Baiklah kalau begitu, mari nona muda ikut saya" ucap Dokter Raya.
Zia berbaring di tempat tidur lalu dokter Raya mulai melakukan pemeriksaan yang menditail karena dia sendiri tidak mau melakukan kesalahan saat dalam pemeriksaan Zia, menimbang Kenzo adalah ahli waris dari pemilik rumah sakit tempat dia bekerja, hal itu membuat dokter Raya sangat berhati-hati dan tidak ingin menunjukkan kekurangan apapun dalam kinerjanya.
__ADS_1
"Bisa anda lihat Tuan muda, itu adalah calon bayi anda dia masih sangat kecil, kandungan nona muda Zia sangat kuat dan sangat sehat, tapi tetap harus di jaga karena kehamilan di trimester pertama masih sangat rentang, dan di perlukan kehati-hatian, selain itu dukung dari suami juga sangat penting dalam berperan menjaga kandung ibu hamil." Jelas dokter Raya panjang lebar.
Tanpa ragu kenzo banyak bertanya pada Dokter Raya semua hal yang baik dan tidak baik di lakukan dan di makan oleh ibu hamil, bahkan sifat Kenzo yang sangat irit bicara kini berubah menjadi Kenzo yang sangat bawel dan tak malu menanyakan hal-hal yang bahkan termasuk perihal pribadi pada dokter raya.
Zia hanya membisu tidak bisa mencegah suaminya yang penuh dengan rasa ingin tahu untuk tidak bertanya lagi pada dokter Raya.
Beruntung raut wajah Dokter raya masih setia dengan seyuman ramah di bibirnya dan menjawab setiap pertanyaan Kenzo dengan tenang dan penuh dengan kehati-hatian, melihatnya Zia sedikit merasa lega.
"Baiklah sampai di sini aku cukup faham, terimakasih dokter." Ucap Kenzo.
"Sama-sama Tuan dan Nona muda" jawab Dokter Raya ramah.
"Kalau begitu kami permisi" ucap Zia.
"Iya semoga selamat sampai tujuan tuan dan nona muda" jawab dokter raya.
Zia dan kenzo langsung melangkah untuk pulang, kenzo bahkan tak segan memapah Zia agar Zia tidak melangkah terlalu cepat, setiap Zia melangkahkan agak cepat kenzo selalu menegurunya.
"Hey sudah aku bilang jangan cepat-cepat, hati-hati nanti kau akan menyakiti anak kita" omel kenzo.
"Tidak akan, aku juga punya perasaan dalam menjaganya kau tidak usah khawatir berlebihan, lagi pula kalau kita jalan selambat ini kita akan sangatlah lama untuk sampai di parkiran." Protes Zia.
"Tidak bisa kau tetap harus patuh padaku, jalan perlahan tidak perlu terlalu cepat, menjaga lebih baik bukan sayang" ucap Kenzo.
__ADS_1
"Dengar ini adalah anak pertamaku, anugerah dan amanah pertama yang sangat indah yang harus kita jaga, dia bagaikan kristal yang sangat mahal, jangan sampai dia retak, karena setiap 1 cm dari retakannya akan menjadi sebuah pertanggung jawaban yang sangat berat bagi kita sebagai orang tuanya." jelas Kenzo.
Mendengar itu membuat Zia tersadar akan tugas dan tanggung jawab yang baru yang dia emban saat ini, dan itu bukan hal yang mudah, dalam kebahagiaannya ini terdapat sebuah tanggung jawab yang harus dia pertanggung jawabkan dunia dan akhirat kelak.
Zia tersenyum manis pada kenzo karena sekarang Zia sangatlah mengerti ke mana arah rasa takut kenzo saat ini.
"Iya maaf, aku pasti akan selalu hati-hati dalam menjaganya" ucap Zia sambil tersenyum manis.
"Kau memang istimewa istriku" ucap Kenzo yang tanpa ragu mencium dahi Zia di tempat umum.
"Hey... Ini di tempat umum" protes Zia.
Kenzo tidak menjawab hanya membalasnya dengan senyuman.
Lalu Kenzo dan Zia pun melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang, mereka meninggalkan rumah sakit tanpa menyadari akan tatapan seseorang dari jauh yang mengawasi mereka sejak mereka datang ke rumah sakit.
"Zia sepertinya kau sangat bagia sekali ya, setelah membuat aku hancur, lihat saja aku pasti akan membalas apa yang sudah kau lakukan padaku, tunggu sampai waktu itu tiba Zia" ucap seorang wanita yang mengintai Zia dan kenzo dia tak lain adalah Sisil.
♦️♦️♦️♦️
Mohon maaf teman-teman
Belum bisa up dengan optimal seperti dulu, soalnya kerjaan author di dunia nyata tuh benar-benar nyata dan itu membuat author harus kerja kestra, mohon di maklumin ya teman-teman.
__ADS_1
Doakan semoga bisa cepat selesai Aamiin
Terimakasih🙏🙏😍😍😍